Rabu, 18 Mei 2011

PRASANGKA....

quoting continues.................


Selain harus sabar, ternyata 'prasangka' juga memainkan peranan penting dalam keberhasilan doa kita. Jika kita berprasangka buruk, maka mekanisme bawah sadar akan menghasilkan yang buruk. Sebaliknya kalau kita berprasangka baik kepada Allah, maka hasilnya juga akan baik.


Namun secara praktis, mekanisme universal yang ada di alam bawah sadar itu bisa kita pelajari secara kualitatif. Dan, menurut beberapa penelitian psikologis, ternyata juga bisa dipengaruhi dengan cara tertentu, sehingga menghasilkan efek yang kita kehendaki.


Menurut Maxwell Maltz, seorang pakar psikologi yang menyusun diskusi best seller 'The New Psycho Cybemetics'. alam bawah sadar itu bisa dipelajari mekanismenya dan kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan efek seperti yang kita inginkan dalam mendukung kesuksesan dan kebahagiaan kita.
Ia menciptakan teori, sekaligus metode pelatihan, yang disebutnya sebagai Psycho Cybernetics.


Metode ini intinya mengatakan, bahwa kesuksesan dan kebahagiaan seseorang itu bisa dikendalikan dan dicapai lewat pikiran yang positif. Keinginan yang rasional, dan terus-menerus ditanamkan ke alam bawah sadar seseorang, bakal menghasilkan keyakinan yang mendorong pada kesuksesan yang dituju.

Ada mekanisme otomatis di bawah sadar, yang mengkoordinasikan semua variabel untuk menuju pada kesuksesan itu.


Kuncinya, kata Maltz, adalah kemampuan kita untuk menanamkan keyakinan bahwa sesuatu itu bisa dilakukan dan benar-benar terjadi. Jika, keyakinan itu secara berulang-ulang memprovokasi alam bawah sadar kita, maka kejadian itu bakal benar-benar terjadi!


Keyakinan itu sendiri tidak boleh dikotori oleh kesombongan, ketidakjujuran, kekhawatiran, ragu-ragu, dan berbagai sifat-sifat yang mengarah kepada pikiran negatif alias negative thingking.

Pikiran yang demikian tidak akan memberikan keyakinan pada alam bawah sadarnya, sehingga tidak bisa memicu bergulirnya mekanisme otomatis untuk menghasilkan sesuatu yang diinginkan.

Adalah berbeda antara bermimpi alias sekadar ingin, dengan meyakini akan bisa memperolehnya.
Yang bisa berpengaruh pada alam bawah sadar kita bukanlah bermimpi apalagi berkhayal tapi sebuah keyakinan rasional bahwa kita bisa meraihnya.


Seseorang harus memiliki keyakinan rasional yang mantap, keikhlasan, kesabaran, ketenangan, kejujuran dan mencintai dengan ketulusan hati. Barulah dia mampu mempengaruhi mekanisme otomatis itu untuk menghasilkan sesuatu yang diinginkannya.


Mekanisme Universal ini bisa kita terapkan untuk menjelaskan, kenapa seseorang yang berdoa dengan tulus ikhlas dan keyakinan yang mantap bisa terkabul seperti yang dia inginkan.


Sebab, doa yang tulus ikhlas dan sepenuh keyakinan, lantas diulang-ulang, akan menstimulasi alam bawah sadarnya untuk bereaksi secara positif pula.
Sedangkan orang yang ragu-ragu dan tidak mantap dalam berdoa tidak akan bisa memicu mekanisme bawah sadarnya untuk bereaksi. Bahkan, kalaupun bereaksi, justru akan bereaksi secara negatif untuk memunculkan kegagalan.


Mekanisme ini pula yang saya rasa bisa menjelaskan apa yang terjadi pada diri saya. Bahwa keyakinan, dan perasaan penuh harap ternyata telah mampu memicu bergulirnya mekanisme universal sesuai dengan doa yang saya panjatkan. Hasilnya, terjadi setelah proses itu berjalan sekian tahun kemudian.


Lama tidaknya proses itu berbeda-beda pada setiap kejadian, bergantung seberapa banyak faktor dan variabel yang mempengaruhinya. Inilah yang difirmankan Allah dalam berbagai ayatNya, bahwa barangsiapa berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh maka Allah akan mengabulkannya.


Doa itu harus diiringi dengan keyakinan terhadap suatu 'Mekanisme Tunggal'. yang ternyata begitu dekat dengan kita. Sama sekali tidak jauh. Dan mekanisme itu 'Pasti' akan mengabulkan doa tersebut.

QS. Al Baqarah (2) : 186
Dan apabila hamba-hamba Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila ia memohon kepada Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.


Cermatilah kata-kata yang ditebalkan. Betapa Allah menggunakan kata-kata yang memberikan penegasan untuk meyakinkan. Bahwa Dia sangat dekat dengan orang yang berdoa, bahwa dia pasti mengabulkan, bahwa orang itu harus memohon hanya kepada satu Tuhan saja, bahwa orang tersebut harus mengikuti perintah Allah saja (berbuat kebaikan/positif), dan mesti beriman (yakin) bahwa doanya dikabulkan Allah. Itulah kata-kata kunci agar doa seseorang bisa menyentuh dan memicu mekanisme bawah sadarnya, sesuai dengan Sunnatullah.


Dan manusia mendo'a untuk kejahatan sebagaimana ia mendo'a untuk kebaikan.
Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.



Sangatlah menarik di dua ayat yang terakhir Allah mengingatkan bahwa terkabulnya doa seseorang itu sangat bergantung kepada kesabaran, dan bukan ketergesa-gesaan. Kenapa demikian?


Karena proses tercapainya keberhasilan lewat mekanisme bawah sadar itu memang membutuhkan waktu untuk berproses. Bukan sim-salabim atau abrakadabra. Semuanya mengikuti sunnatullah dan berjalan dalam hitungan waktu.

Allah mengatur semua ‘variabel proses’ untuk menuju pada sasaran yang dimaksud. Allah bersama orang-orang yang sabar.


QS. Maryam (19) : 84
maka janganlah kamu tergesa-gesa memintakan siksa terhadap mereka, karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (hari) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti.



Selain harus sabar, ternyata 'prasangka' juga memainkan peranan penting dalam keberhasilan doa kita. Jika kita berprasangka buruk, maka mekanisme bawah sadar akan menghasilkan yang buruk. Sebaliknya kalau kita berprasangka baik kepada Allah, maka hasilnya juga akan baik.



Begitulah memang cara kerja Servo Mechanism yang ada di alam bawah sadar kita. Ini mirip dengan istilah GIGO (Garbage in, Garbage Out) dalam dunia komputer, yang artinya : jika kita memasukkan sampah ke dalam proses komputerisasi, maka hasilnya juga berupa sampah.

Jadi untuk menghasilkan suatu hasil positif, kita juga harus memasukkan input-input yang positif ke dalam mekanisme bawah sadar kita. Dan input itu cukup berupa sinyal-sinyal listrik positif saja, maka mekanisme bawah sadar akan bekerja untuk mencapai kesuksesan yang kita inginkan.

Kelihatannya agak fantastis. Kok bisa hanya dengan berpikiran positif, kita akan mencapai hasil yang positif?

Saya ingatkan kembali pembahasan kita di bagian yang lalu, bahwa 'Dunia Otak' hanyalah dunia sinyal-sinyal listrik.

Seluruh aktivitas kita mulai dari melihat, mendengar, berbicara, berpikir, sampai bergerak, bagi otak sebenarnya tidak lebih hanyalah berupa munculnya sinyal-sinyal listrik belaka.


Otak kita tidak pernah bergerak. Otak kita juga tidak pernah menangkap bayang-bayang benda. Begitu juga, otak kita tidak pernah menangkap gelombang suara, dan seterusnya. Semuanya sudah dirubah menjadi sinyal-sinyal listrik oleh mata, telinga, dan saraf-saraf motorik. Yang sampai ke otak semata-semata sinyal listrik. Itulah yang menstimulasi berbagai komponen otak, termasuk mekanisme bawah sadar.

Jadi, kalau kita bisa menciptakan sinyal-sinyal bayangan dari komputer, kemudian sinyal-sinyal itu kita sambungkan ke pusat pendengaran kita di otak, maka otak kita bakal tertipu. Ia seakan-akan melihat benda
sungguhan. Padahal itu kan hanya gambar komputer.

Begitu juga kalau kita memasukkan input berupa sinyal-sinyal suara ke pusat pendengaran di otak. Maka sel-sel otak yang berkaitan dengan pusat pendengaran akan menganggap itu sebagai suara betulan.

Begitulah memang mekanisme yang terjadi di dalam otak kita. Karena itu, seseorang bisa dihipnotis dengan cara yang sama. Sang penghipnotis mengirimkan sinyal-sinyal listrik ke pusat pendengaran, penglihatan, motorik dan pusat-pusat persepsinya, maka orang yang dihipnotis itu seakan melihat sesuatu dan menjalaninya seperti kejadian sungguhan. Padahal itu semua kan hanya gelombang pikiran yang dipancarkan oleh si penghipnotis.


QS. Fushilat (41) : 23
Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka terhadap Tuhanmu, prasangka itu telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi.



Jadi, sinyal listrik yang muncul dari sebuah prasangka buruk tidak ada bedanya dengan sinyal listrik yang muncul dari sebuah perbuatan buruk. la akan dianggap sebagai input oleh mekanisme bawah sadar kita sebagai keburukan.


Contoh gampangnya begini. Jika, kita berpikir bahwa kita ini bodoh. Kemudian, orang-orang di sekitar kita juga mengatakan bodoh. Dan kemudian kita yakin bahwa kita bodoh, maka keyakinan itu akan menjadi input bagi mekanisme bawah sadar kita untuk menciptakan sebuah proses kegagalan dalam setiap yang kita perbuat. Padahal sebetulnya kita tidak bodoh.


Sebaliknya kalau kita berpikir bahwa kita mampu, dan kemudian secara rasional kita yakin bahwa kita mampu, maka keyakinan itu akan menjadi input positif bagi Mekanisme Kesuksesan. Tapi kuncinya, 'tidak boleh ada kebohongan' dalam keyakinan itu.


Perasaan dan keyakinan bahwa kita mampu itu harus memperoleh pijakan rasionalnya. Artinya dalam kenyataannya kita harus berusaha secara rasional dan kemudian kita merasa mampu. Jika tidak yakin, maka sinyal itu tidak akan pernah berfungsi sebagai input bagi alam bawah sadar kita.


Inilah mekanisme sistem limbik secara umum. Bahwa sistem limbik yang mengendalikan fungsi luhur Jiwa kita itu memang bukan hanya bekerja berdasarkan emosional (amygdala), melainkan juga dipengaruhi oleh hippocampus sebagai memori rasional.



Inilah yang oleh Maxwell Maltz disebut sebagai citra diri.
Citra Diri** adalah sebuah persepsi dan keyakinan kita terhadap diri kita sendiri. Kita bisa memiliki persepsi bahwa kita pintar (tapi bukan sombong), atau kita mempersepsi bahwa kita bodoh, atau kita yakin bahwa kita mampu, dan seterusnya, yang terbangun secara rasional. Bukan sekedar angan-angan.
Jika hal itu kita yakini, maka ia akan membentuk citra diri bahwa kita memang begitu.



Dalam konteks berdoa kepada Allah, maka keyakinan akan citra diri itu berpadu dengan prasangka kita. Jika kita bercitra diri positif dan kemudian berprasangka positif kepada Allah, maka Insya Allah doa kita itu akan berproses mengikuti sunnatullah menuju pada mekanisme kesuksesan.



Itulah yang diajarkan Allah kepada kita. Allah terus-menerus menanamkan kepada pikiran sadar kita bahwa Dia adalah Maha Berkuasa, Maha Mengabulkan doa, Maha Pengampun, Maha Menyayangi dan Maha Mengasihi. Jika itu memperoleh pijakan rasionalnya di dalam pikiran kita, maka Insya Allah doa kita akan menjadi mustajab. Gampang dikabulkan oleh Allah.


Penutup doa yang mustajab itu, kata Allah, selalu diakhiri dengan kata-kata 'Alhamdulillahi rabbii 'aalamin'.

Menunjukkan bahwa kita sangat yakin kalau Allah bakal mengabulkannya. Sebab DIA memang Maha Mengabulkan doa.

Itulah cara berpikir positif yang memiliki kekuatan besar dan mustajab, sebagaimana DIA ajarkan, berikut ini.
.....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar