Rabu, 18 Mei 2011

Law of Attraction : You Can If You THINK You Can (Bagian 1)

Law of Attraction : You Can If You THINK You Can (Bagian 1)

<http://strategimanajemen.net/2008/01/14/law-of-attraction-jalan-terjal-menuju-nirvana-kebahagiaan-bagian-1/>



*/You can if you think you can/*.


Kalimat sakti yang pernah menjadi judul buku legendaris karangan Norman Vincent Peale ini sepertinya hendak memberikan satu pesan yang jelas : jika Anda senantiasa berpikir positif, selalu merajut “mentalitas bisa” (can do attitude), dan senantiasa membayangkan masa depan dengan gelegak optimisme, maka percayalah, hidup Anda pada akhirnya benar-benar akan basah kuyup dalam nirvana keberhasilan dan kebahagiaan.



Dan persis seperti itulah spirit yang dikandung oleh Law of Attraction (LOA) – sebuah aliran keyakinan yang kini tengah digandrungi dimana-mana.

Maka simaklah petikan kalimat-kalimat berikut ini.



Rahasia besar kehidupan adalah hukum tarik menarik.
Hukum tarik menarik mengatakan bahwa kemiripan menarik kemiripan.

Ketika Anda membayangkan pikiran-pikiran, maka pikiran-pikiran itu dikirim ke Semesta, dan secara magnetis pikiran akan menarik semua hal yang serupa, dan lalu dikembalikan pada sumbernya, yakni Anda.
(/dikutip secara bebas dari buku The Secret <http://www.amazon.com/Secret-Rhonda-Byrne/dp/1582701709>karangan Rhonda Byrne/).


Dengan kata lain, jika Anda selalu membayangkan pikiran yang negatif – kecewa, gagal, marah, selalu menyalahkan orang lain, frustasi, ragu, merasa selalu kekurangan – maka gelombang pikiran itu akan memantul ke semesta, menarik pikiran-pikiran negatif yang serupa, dan lalu mengirim balik secara powerful kepada sumbernya, yakni Anda.

Lingkaran kelam negativisme ini perlahan namun pasti akan membawa kita dalam lorong gelap tak berujung.


Dalam lorong gelap itulah, benih-benih spirit optimisme, raungan keyakinan untuk mencengkram keberhasilan, dan daya juang untuk merajut imajinasi positif, menjadi hilang tak berbekas.

Hidup yang nyata pada akhirnya akan berujung pada /nyanyi bisu keterpurukan/.


Itulah mengapa sebagian orang lalu memberi saran agar kita menjaga jarak dari lingkungan yang hanya menebarkan energi kelam negativisme. 
 ...            

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar