Rabu, 18 Mei 2011

PRASANGKA BAIK...

quoting:

Selain harus sabar, ternyata 'prasangka' juga memainkan peranan penting dalam keberhasilan doa kita. Jika kita berprasangka buruk, maka mekanisme bawah sadar akan menghasilkan yang buruk. Sebaliknya kalau kita berprasangka baik kepada Nya, maka hasilnya juga akan baik.


Sebab, doa yang tulus ikhlas dan sepenuh keyakinan, lantas diulang-ulang, akan menstimulasi alam bawah sadarnya untuk bereaksi secara positif pula.
Sedangkan orang yang ragu-ragu dan tidak mantap dalam berdoa tidak akan bisa memicu mekanisme bawah sadarnya untuk bereaksi. Bahkan, kalaupun bereaksi, justru akan bereaksi secara negatif untuk memunculkan kegagalan.


Dan manusia mendo'a untuk kejahatan sebagaimana ia mendo'a untuk kebaikan.
Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.


Karena proses tercapainya keberhasilan lewat mekanisme bawah sadar itu memang membutuhkan waktu untuk berproses. Bukan sim-salabim atau abrakadabra. Semuanya mengikuti sunnatullah dan berjalan dalam hitungan waktu.

Allah mengatur semua ‘variabel proses’ untuk menuju pada sasaran yang dimaksud. Allah bersama orang-orang yang sabar.

Saya ingatkan kembali pembahasan kita di bagian yang lalu, bahwa 'Dunia Otak' hanyalah dunia sinyal-sinyal listrik.


Jadi untuk menghasilkan suatu hasil positif, kita juga harus memasukkan input-input yang positif ke dalam mekanisme bawah sadar kita. Dan input itu cukup berupa sinyal-sinyal listrik positif saja, maka mekanisme bawah sadar akan bekerja untuk mencapai kesuksesan yang kita inginkan.

Otak kita tidak pernah bergerak. Otak kita juga tidak pernah menangkap bayang-bayang benda. Begitu juga, otak kita tidak pernah menangkap gelombang suara, dan seterusnya. Semuanya sudah dirubah menjadi sinyal-sinyal listrik oleh mata, telinga, dan saraf-saraf motorik. Yang sampai ke otak semata-semata sinyal listrik. Itulah yang menstimulasi berbagai komponen otak, termasuk mekanisme bawah sadar.


Jadi, sinyal listrik yang muncul dari sebuah prasangka buruk tidak ada bedanya dengan sinyal listrik yang muncul dari sebuah perbuatan buruk. la akan dianggap sebagai input oleh mekanisme bawah sadar kita sebagai keburukan.

Dalam konteks berdoa kepada Allah, maka keyakinan akan citra diri itu berpadu dengan prasangka kita. Jika kita bercitra diri positif dan kemudian berprasangka positif kepada Allah, maka Insya Allah doa kita itu akan berproses mengikuti sunnatullah menuju pada mekanisme kesuksesan.



Doa menolak takdir
Mengenai doa yang hubunganya dengan takdir Rasulullah .bersabda
"Tidak ada yang menolak takdir selain doa dan tidak ada yang menambah umur selain kebaikan.'

(H.R.at-Tirmidziy dan Inu Majah; dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albaniy)

Beliau juga bersabda,
"doa itu bermanfaat untuk perkara yang terjadi maupun yang belum terjadi.Oleh karena itu hendaklah kalian berdoa,wahai sekalian hamba Allah!"
(Hadits hasan diriwayatkan oleh at-Tirmidziy)

Wallahua'lam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar