Rabu, 18 Mei 2011

DOA...

....moga2 bisa makin meluruskan hati dan akal budi; ..dan bersih senantiasa..........
(baca lah dengan hati dan akal budi mu...)......




"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. 

(Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. "

(QS Ar Rum :30-31)


ILMU PENGETAHUAN adalah:

****wilayah spiritual untuk memahami siapa diri kita sesungguhnya....



Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.”

(HR Muslim no. 2674).



Rasulullah SAW bersabda:

"Demi Allah! Jika Allah memberikan hidayah (kepada) seseorang dengan perantara dakwahmu, itu lebih baik bagimu dari seekor unta merah*"

(Hadits shahih, riwayat Bukhari & Muslim)


Notes: Unta merah adalah harta yang sangat istimewa di masa Rasul ‘alaihish sholaatu wa salam.




Allah Ta’ala berfirman:

Aku sesuai dengan persangkaan hambaKu kepadaKu,

Aku bersamanya (dengan ilmu dan rahmat) bila dia ingat Aku.

Jika dia mengingatKu dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diriKu.

Jika dia menyebut namaKu dalam suatu perkumpulan, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih baik dari mereka.

Bila dia mendekat kepadaKu sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta.

Jika dia mendekat kepadaKu sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa.

Jika dia datang kepadaKu dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat”.

(HR. Al-Bukhari 8/171 dan Muslim 4/2061. Lafazh hadits ini riwayat Al-Bukhari.)

 

Rasulullah saw :

"Simpanlah lisanmu, kecuali untuk berkata yang baik,
sebab dengan demikian itu engkau dapat mengalahkan godaan syaithan "....

[Hadits Riwayat Thabrani dan Ibnu Hibban]




Orang yang buta hatinya, seringkali merasa kecewa dalam menghadapi liku-liku kehidupannya, karena ia sering gagal dalam mengambil keputusan.
Keputusannya lebih banyak meleset. Sebab, yang digunakan untuk mengambil keputusan lebih didasarkan pada penglihatan mata dan akal yang dipenuhi hawa nafsu.
Jadinya, ia kurang cermat dan kurang hati-hati. Ia mudah terkecoh dengan fatamorgana serta khayalan-khayalannya sendiri.



"Dan barang siapa yang buta mata hatinya di dunia ini, maka buta pula di akhirat, jauh tersesat jalannya."


"Sesungguhnya, bukan matanya yang buta, tetapi mata hatinyalah yang buta, yang berada di rongga dadanya."



Orang yang ma'rifat, selalu berprasangka baik kepada siapapun.
Ia juga selalu berprasangka baik kepada Sang Kuasa swt. TIdak pernah berkeluh kesah dalam hidupnya. Ia selalu merasa dekat kepada Sang Kuasa. Selalu merasa cinta, penuh harapan dan hatinya terasa senantiasa
tenteram.



Bila hati berdebu berarti mata batin dan indera keenam telah buta. 


....

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar