Kamis, 14 Juni 2012

Pikiran Sadar dan Bawah Sadar

Pikiran Sadar dan Bawah Sadar



by Hisyam A Fachri. on Friday, November 4, 2011 at 1:04pm ·

Lokasi dari pikiran sadar dan bawah sadar berhubungan dengan dua sisi otak manusia. Pikiran sadar, terutama otak kiri, merupakan bagian analisis pikiran. Sedangkan pikiran bawah sadar, terutama otak kanan, merupakan sisi metafora pikiran itu sendiri. Aktivitas pikiran yang menunjukkan proses yang saling terkait antara aktivitas sadar dan bawah sadar merupakan proses simultan.



Kesadaran mengacu pada kesadaran berpikir. Dengan demikian, bila kita tahu atau menyadari sesuatu, artinya kita sadar akan hal itu. Kesadaran dicapai melalui organ-organ indera dalam tubuh, dan sensasi kinestesis digunakan untuk berpikir, menilai, serta membuat keputusan. Kesadaran kita juga memberi informasi pada bagian lain tubuh, seperti menganalisis, membandingkan, mengevaluasi, kemudian memberikan respons yang terbaik dari informasi yang disediakan.

Pikiran sadar juga mengontrol semua gerakan tubuh secara otomatis setelah menerima informasi. Informasi tersebut pun digunakan kemudian disimpan sebagai referensi pada masa mendatang.



Pikiran bawah sadar memberi kita naluri dan intuisi yang terkait serta kenangan, juga mengendalikan semua fungsi tubuh secara otomatis, seperti detak jantung, peredaran darah, pencernaan, pernafasan, dan organ reproduksi. Yang paling menarik, terkadang pikiran bawah sadar mengambil kendali pikiran sadar dan beberapa fungsinya.

Ketika pikiran sadar dengan bebas memberikan instruksi ke pikiran bawah sadar, kita dapat tertidur karena pikiran bawah sadar menjadi pemecah masalah dan sesuatu yang istimewa dalam impian kita.



Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa hipnosis cukup valid dan banyak kalangan yang percaya bahwa apa yang kita sebut trance hypnoses sebenarnya mencakup berbagai keadaan di mana pikiran sadarnya berubah. Selanjutnya, meskipun membedakan hipnosis dari keadaan mental lainnya, bukti-bukti fisiologis mulai menunjukkan bahwa hipnosis memiliki sesuatu yang bisa dimaksimalkan, baik pada otak kanan maupun kiri.



Namun, sebagian dari kita memaksimalkan satu sisi otak dibandingkan sisi lainnya. Salah satu penelitian aktivitas otak adalah bahwa sebagian besar dari kita mendukung satu sisi dalam tubuh kita di atas yang lain, misalnya, tangan kanan dan kiri. Jika benar kita memiliki dominasi gerakan pada tangan kanan, ini merupakan indikasi bahwa otak kiri lebih dominan, begitu pun sebaliknya. Dengan demikian kita bisa memahami bahwa fungsi otak kiri diyakini memiliki lebih dari bakat berbahasa, kategori dan penamaan, penanda waktu, menghitung, verbalisasi, dan menganalisis, sedangkan otak kanan memiliki bakat lebih dari sekadar keterampilan tentang persepsi, intuisi, imajinasi, bermimpi, penemuan, visualisasi, pengertian metafora dan kreativitas.



Kelompok penelitian pimpinan seorang psikiater, dr. John Gruzelier, di London's Charing Cross Hospital Medical School membuktikan bahwa individu-individu yang memiliki dominasi otak kiri lebih rentan terhadap hipnosis daripada mereka yang otak kanannya sangat dominan. Namun, Gruzelier dan kelompoknya juga menemukan bahwa, setelah otak kiri individu dominan terhipnotis, maka belahan otak kanan menjadi kursi utama segala aktivitas otak selama trance mereka. Gruzelier menyimpulkan bahwa dominasi otak kiri sangat penting karena membantu individu mencapai fokus perhatian yang sangat diperlukan untuk masuk ke trance. Namun, setelah individu memasuki trance, otak kanan mengambil alih karena otak kanan memiliki bakat alami untuk memersepsikan mimpi dan visualisasi.



Pelajaran yang dapat dipetik dari kompleksitas fenomena hipnosis adalah bahwa kita tidak boleh meremehkan pemandangan yang tampaknya tak berujung dari pikiran manusia. Walaupun semua metode untuk menggali masa lalu melibatkan beberapa jenis kontak dengan alam bawah sadar, kondisi mental pun perlu diperhatikan karena masing-masing metode memiliki cara kerja yang berbeda.



Misalnya, proses penghipnosisan diri sendiri bergantung pada seberapa banyak jenis citra visual dalam menginduksi keadaan kesadaran yang berubah. Keadaan kesadaran sangat mirip dengan perasaan terpesona ketika kita menonton televisi terus-menerus dan terjerumus dalam peran yang dimainkan.



Hipnosis juga menciptakan keadaan sugestibilitas yang tinggi. Hal ini tampaknya terjadi karena otak kanan tidak menganalisis hal-hal logis. Otak kanan menerima apa yang diperintahkan karena ia bisa menyimpan memori, imajinasi, dan seluruh aktivitas manusia. Ketika ditanya tentang sebuah informasi, seringkali pasokan dalam gambar dimunculkan lebih rinci. Hal ini membuat hipnosis jadi alat yang sangat baik untuk menjelajahi kenangan.



Semua alasan inilah yang membuat penggunaan pola hipnosis begitu diminati banyak kalangan. Ia secara langsung memanfaatkan pikiran bawah sadar yang begitu luas dan membawa diri kita pada sensasi serta pengalaman yang tidak terbayangkan sebelumnya.

Yang menarik adalah kenyataan bahwa semua fenomena hipnosis juga dialami orang-orang hampir setiap hari dalam keadaan sadar sepenuhnya. Fenomena tersebut berkisar antara pengembangan, baik halusinasi positif maupun negatif tentang anestesi halusinasi visual, pendengaran, dan indera kinestetik, analgesia, amnesia, awekening, regresi usia, distorsi waktu, dan disosiasi.



Saya yakin banyak orang yang mencoba mengembangkan atau sengaja membuat fenomena hipnosis untuk melakukan hal-hal yang harus mereka lakukan. Sebagai contoh, salah satu saran hipnotis paling luas bagi mereka yang menderita kegugupan saat berbicara di depan umum adalah membayangkan penonton seperti pepohonan. Bukan maksud menyuruhnya membayangkan seseorang seperti sebatang kayu, tapi lebih kepada memberikan gambaran bahwa ia (klien) bisa leluasa berbicara.



Teknik paling efektif untuk menghasilkan fenomena hipnosis adalah melalui asosiasi karena segala sesuatu dihadapkan untuk mengingatkan kita pada pembelajaran sebelumnya. Sebagai contoh, jika saya menginginkan seseorang berpikir tentang ibunya, yang harus saya lakukan adalah berbicara tentang ibu saya sendiri. Orang secara alami akan mengasosiasikan cerita saya dengan pengalaman bersama ibunya untuk mendapatkan pemahaman yang sama.




Hisyam A Fachri

mind therapist psychology

dikutip dari buku TAROT; PAST & FUTURE LIFE, sebuah kajian melihat masal lalu, sekarang dan pespektif masa depan karya Hisyam A Fachri, penerbit Gagas Media Desember yad.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar