Sabtu, 23 Juni 2012

Muslim dan Persaudaraan...

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : 
“Orang yang suka melaknat itu bukanlah orang yang dapat memberi syafaat dan tidak pula menjadi saksi pada hari kiamat.” (HR. Muslim )

Rasullulah SAW bersabda agar suami tidak menyakiti hati keluarganya . "Sebaik baik kalian wahai laki-laki adalah orang yang paling baik kepada keluarganya.

Dan saya adalah orang yang paling baik kepada keluarga saya” (HR. Turmudzi dan Ibn Hibban).



Al mu’minu qowiyyun biakhuhi, seorang mu’min itu akan kuat jika ia bersama saudaranya, melakukan kerjasama dan sinergi kekuatan

Rasulullah SAW bersabda "Barangsiapa mengutamakan kecintaan Allah atas kecintaan manusia maka Allah akan melindunginya dari beban gangguan manusia." (HR. Ad-Dailami)


Dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Permudahlah dan jangan mempersulit, berilah kabar gembira dan jangan membuat orang lari."
HR Bukhori No 67


Seorang muslim ialah yang menyelamatkan kaum muslimin (lainnya) dari (kejahatan) lidah dan tangannya.

Seorang mukmin ialah yang dipercaya oleh kaum beriman terhadap jiwa dan harta mereka,

dan seorang muhajir ialah yang berhijrah meninggalkan dan menjauhi keburukan (kejahatan)

"Janganlah kamu bersikap lemah & jangan pula kamu bersedih hati. Padahal kamulah orang2 yg paling tinggi derajatnya, jika kamu orang2 yg beriman." (Ali-Imran : ).

Sesungguhnya siddiq itu membawa pada kebaikan, dan kebaikan akan menunjukkan pada syurga. Seseorang berperi laku siddiq, hingga ia dikatakan sebagai seorang yang siddiq.



Pendustaan pula akan membawa kepada keburukan, dan keburukan akan menghantarkan pada neraka. Seseorang berperi laku dusta,
hingga ia dikatakan sebagai pendusta.” (Hadis Bukhari).



“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” (Al Baqarah: )



"Sesungguhnya orang yang paling saya benci dan paling jauh tempat duduknya kelak di hari kiamat ialah mereka yang suka bicara (yang tidak berfaedah), dan yang suka mengada-ada pembicaraannya, dan para Mutafaihiqun (orang yang mengagung-agungkan pembicaraan bohong)"

(Hadits Shahih diriwayatkan oleh Tirmidzi, 1642)






Rasulullah saw. bersabda,

“Mintalah fatwa dari hatimu. kebaikan itu adalah apa-apa yang tentram jiwa padanya dan tentram pula dalam hati. Dan dosa itu adalah apa-apa ragu-ragu dalam jiwa dan ragu-ragu dalam hati, walaupun orang-orang memberikan fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya.”

(HR. Ahmad)


““Muslim sejati adalah yang tidak pernah menggunakan lisan dan tangannya untuk menyakiti sesama muslim.” (HR. Bukhori dan Muslim dari Abdullah bin Amr bin Ash, Riyadhus Sholihin No. 222)”


Dari Sauban ra,Nabi saw bersabda:
"Janganlah kamu menyakiti hamba-hamba Allah,janganlah kalian mencemarkan nama baik mereka,dan janganlah kalian berusaha mencari cacat (aib) dalam kehormatan mereka, karena sesungguhnya orang yang mencari cacat (aib) dalam kehormatan saudaranya semuslim,
maka Allah swt akan membuka cacat (aib) dalam kehormatannya sehingga Allah mempermalukannya."(HR Ahmad)



Setiap hari 2 malaikat turun ke bumi. Salah 1 dr mrk brkt : Ya Allah, gantilah harta orang yg bersedekah di jalan-Mu. Sdgkn yg 1 nya lg brkt : Ya Allah, binasakanlah org yg menahan hartanya u disedekahkan. (HR Bukhari)


Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu meiwayatkan, sesungguhnya Nabi Shallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
"Cukuplah seorang dianggap sebagai pembohong, jika dia membicarakan semua apa yang telah didengarnya." (Muslim ; hadits No:5)


"Bersemangatlah meraih apa yg bermanfaat bagimu, mohonlah pertolongan kpd Allah, dan jangan pernah merasa lemah." (HR:Muslim)


http://www.eramuslim.com/syariah/tafsir-hadits/nilai-muhasabah.htm

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar