Senin, 23 Juli 2012

Mega Pagi


Mega Pagi


4 Dec 1998, Friday aft. The sweetest song in 1988 performed by Krakatau.



Dalam pagi sendiri
Kubuka jendela hati
Dalam dingin sendiri
Kuteringat luka didiri
Kuteringat duka dihati
Kuingin kau peduli
Pada semua yang telah terjadi
 Walau jiwaku perih
Mungkinkah kumulai lagi
Hari baru dihidup ini
Tinggalkan kenangan berlalu di belakang
Dan aku akan berjalan mengikuti harapan
Kan kuraih angan menyambut cita yang tlah menjelang
Kusambut pagi ini
Pedih ini biarkan pergi
Kugenggam cinta suci
Hanya ini yang kumiliki
Kuberikan padamu kini
Mega pagi bersemi mengiringi langkahku
Dan burung –burung bernyanyi mengiringi langkahku
Tinggalkan kenangan berlalu di belakang




So little time, so much to do…….

So many things  is  waiting to do………



Ini lagu nggak taunya emang bener dalam maknanya, apalagi setelah gue makin mencermati waktu demi waktu yang aku punya.  Mauku sih aku bisa tetap bisa meluangkan waktuku untuk hal-hal yang aku suka dan makin ingin aku perdalam, apalagi menilik makin cepatnya  perubahan informasi dan perkembangan zaman yang meliputi diri kita sebagai umat manusia menjelang millenium ke-3 tahun 2000. Nah, kebayang kan seabreg apa macam dan jenis pilihan kegiatan yang harus kita pilih dan prioritaskan agar kita selalu mampu mengaktualisasikan diri dan merevitalisasi(eh, bener nggak sih…

Revitalisasi: upaya menghidupkan kembali fungsi sesuatu hal yang mengalami penurunan aktifitas dst). Pokoknya yang maksudnya kita tuh nggak perlu ketinggalan jaman menyiasati segala kebutuhan dan tantangan jaman.

 Kita toh bukan tipe manusia bodoh yang hanya mampu menunggu keberuntungan datang dan jatuh dari langit, atau yang menganggap diri sudah begitu cukup dan berpuas diri dengan itu.

Kapasitas akal kita dan hasrat untuk selalu memperbarui diri seiring dengan kodrat manusia sebagai mahluk organik  yang terdiri atas sel yang selalu membelah diri dan membuang segala hal yang usang , kuno dan busuk di belakang seharusnya mampu membuat kita berpikir agar selalu bergerak dan berbuat.

Hal-hal baru adalah bahan makanan bagi kita untuk diproses dan ditelaah, juga dipelajari. 

Dengan begitu kita makin menyadari  atau minimal mendapatkan sedikit pemahaman akan makna dan hakikat hidup di dunia ini agar tidak terjerumus pada pemahaman akan keutuhsempurnaan kita sebagai manusia, hal mana tiada manusia sempurna di dunia ini. 

Dengan berpegang pada ketidaksempurnaan diri kita, maka kita terpacu untuk selalu belajar dan mengejar bagian dari diri kita yang belum utuh.

Itu bisa berupa hal-hal baru diluar diri kita yang sedikit banyak memicu rasa keingintahuan kita/ curiousity atau bagian dari diri kita yang selama ini belum pernah tersentuh.
Karena macam hal/ things; stuffs juga begitu rupa macam dan jenisnya dengan derajat ketertarikan/ interest terhadap subyek yang beragam dari rendah hingga tinggi, sementara prioritas kebutuhan dan target accomplish/ penyelesaian / pelengkapan misalnya dihubungkan dengan suatu tugas di tempat kerja yang berlaku linier terhadap waktu tidak bisa tidak maka terpaksa kita harus mendahulukan tugas yang berhubungan dengan orang lain. Tambahin dehhh…..


Posisi orang lain dalam konteks pemberdayaan kita sebagai manusia seutuhnya antar lain berfungsi positif sebagai kontrol pengendali, sebagai acuan arah( terutama bila kita menganggap dia sebagai figur yang bisa dicontoh atau mempunyai kelebihan / mumpuni  yang memotivasi kita agar mampu berprestasi setidaknya menyamainya atau bila mampu melebihinya, pesaing/ rival/ kompetitor:

iklim ini juga mampu membuat kita menyadari kemampuan kita dan bisa menghargai orang lain sebagai sesama yang akan selalu memburu menuju yang terbaik , hanya saja dalam keadaan ini sebaiknya juga dipelihara upaya saling mengisi dan berbagi dengan tidak menonjolkan sisi numero uno dengan memperhatikan perilaku koperatif .







Mengapa ya kita tidak bisa melakukan dua pekerjaan dalam waktu yang bersamaan? …., mengetik sambil memutar gerigi kaset?????


Malam ini kenapa krasa panas bener ya, apa pengaruh mendung menggantung yang tak kunjung turun jadi hujan kali ya?  Pengaruhnya kalau udah kayak gini, pas mood (mungkin) baru empet-empetnya sebaiknya sih ya disalurkan ke hal-hal positip, mungkin ya kayak ngetik-ngetik berguna kayak gini.

Namanya menyalurkan potensi kan bisa kemana aja iyakan.

Gue paling demen, terutama kalau udah dipaksain dengan duduk kaku didepan monitor, ya berupa tulis-tulis apa aja. Kalau isinya bagus InsyaAlloh satu hari nanti mungkin bisa dijadiin satu portfolio buat lamaran kerja, moga-moga aja.

 Namanya kemungkinan kan banyak, pokoknya jangan biarkan diri sendiri being idle. Makanan setan tuch….Jadi binalah potensi diri apapun itu. Yang paling ngerti kita kan diri kita juga toh.

Gile, gue serasa niru gaya bicara seseorang tapi entah siapa gitu…, penasaran juga. Aku sebenarnya bukan pelupa, cuma berhubung teman bicara gue juga banyak dan udara malam baru nggak begitu lembut bawaaannya lalu jadi blaming everything on Something.

Selama bisa nganggep salah yang lain mungkin ya diterusin aja begitu, padahal ya emang gak sportip banget dan terlalu berbau rezim orde baru dan rezim Mega Korup.

Begitu itu mekanisme self defence yang terlalu diterapkan pada semua bidang kehidupan . Ya emang suatu saat kita butuh, tapi menyadari bahwa tidak seluruhnya kita selalu pada posisi benar apapun tindakan itu, pilihlah bersikap jujur untuk menunjukkan kebesaran jiwa.


Jangan suka buang waktu dan energimu deh, selagi muda lagi………

Yang pasti udah gede tuh mustinya udah bisa mikir sendiri kita-kita udah musti ngapain, tiap hari (dikasi) makan enak-enak, minum sampai puas ya energi yang terjadi ya difungsiin jadi sesuatu yang berguna dan bisa dijadiin bekal kan?? 

Tapi jadi orang dimana-mana suka (nyalahin) pembawaan yang males-males aja sih?, tapi males pun nggak sepenuhnya bener juga ya, apalagi  kalau hubungannya dengan pemberian prioritas yang kita suka nggak bisa utamain.

Begitulah barangkali, masalah pilihan dan penempatan kendali diri. Apa ya istilah tepatnya, yaitu penempatan diri sendiri dibawah kendali yang mampu membawakan dan mengarahkan diri ke posisi yang tepat dan bervisi.
Susah emang jadi orang, terutama kalau ngincer sesuau, kedudukan kali…ngeri kan? Singkatnya: bagaimana kita mampu memanage diri sendiri agar mampu mewujudkan apa yang kita sendiri inginkan dan tuju kelak ke depan.



Belajar Banyak dari Orang Lain

Intinya: mempelajari Orang Lain, yaitu mencoba mencari tahu bagaimana orang lain bisa dan mampu berhasil dalam hidup dan karirnya/ mampu menjadi apa yang kita lihat dalam posisi sebagai pengamat dan kita pandang sebagai keberhasilan.

Soalnya, tingkatan untuk menjadi ORANG bermula dari benih kecil yang dipupuk untuk terus tumbuh maju dan berkembang  dan berharga dan berguna bagi banyak orang. 

Ada satu cuplikan wawancara terhadap satu tokoh yang menarik perhatian saya: Manusia tak bisa maju tanpa disipin. Sedangkan keahlian dalam teknik adalah manifestasi profesionalisme (Indra Kartasasmita, M Oktober 1998). 

Saya pikir itu tepat sekali, apalagi menyimak ucapan tokoh senior yang tentunya telah kenyang asam garam nya hidup. Kalau menilik saya sendiri, yang namanya disiplin kok rasanya jauh betul ya. Apalagi selepas saya dari jenjang SMP, minimal SMA-lah. Soalnya jenjang sekolah gitu kan menuntut kita selalu bangun pagi dan teratur. Enjoynya ya jaman SMP itu, karena atmosfernya kondusif ;playfull; supportif; full colour; attractive; dan amat menarik.      


Barcelona-nya Fariz Rustam Munaf, Whats left in your mind????? Juga Don’t Speak setiap Bulan Desember?



Gue punya kutipan kolomnya Bill Gates bagus nih (3 jan 1999):
Bagaimana Anda bertahan pada langkah anda tanpa kehabisan tenaga?(Raj@ix.netcom.com)

Kehabisan tenaga biasanya  muncul jika anda memaksa seseorang mengerjakan tugas yang sangat tidak menyenangkan atau anda memberikan pekerjaan yang berlebihan. Kesadaran ini bermanfaat untuk menghindari pemborosan.
Saya tidak merasa kehabisan tenaga, karena industri berubah secara cepat dan tidak ada pengulangan secara khusus pada apa yang saya kerjakan. Baik dalam menyelesaikan masalah baru, bekerja dengan orang-orang pandai. Apalagi pekerjaan saya banyak variasinya.

Selama bertahun-tahun saya merasa cemas terhadap dugaan orang-orang: akankah microsoft tetap tumbuh dengan rata-rata yang sama? Apakah stoknya tetap meningkat?

Saya tidak bekerja belebihan, paling tidak untuk standar saya. Saya menyediakan waktu untuk keluarga dan teman-teman saya. Saya berlibur untuk memperbaiki energi saya dan mendapatkan perspektif baru.

Seseorang yang kehabisan tenaga perlu menstimulasi diri sendiri dengan membuat batasan2 baru dan melihat persoalan2 dengan cara baru. Mungkin memerlukan usaha, tetapi ini bermanfaat.




Hidup bukanlah untuk mengeluh dan mengaduh
Hidup adalah untuk mengolah hidup,
        Bekerja membalik tanah,
        Memasuki rahasia langit dan samudra
Serta mencipta dan mengukir dunia

Kita menyandang tugas, karena tugas adalah tugas,
Bukan demi surga atau neraka,
Tetapi demi kehormatan seorang Manusia.

                                Rendra.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar