Senin, 02 Juli 2012

Khasiat Kunyit dan temulawak

Khasiat Kunyit dan temulawak

Desember 19, 2010 pada 9:04 am (Tak Berkategori)


 3 Votes


Menurut Prof HM Hembing Wijayakusuma, pakar pengobatan alami, mengemukakan, untuk meningkatkan daya tahan tubuh, selain harus mengonsumsi makanan yang bergizi, olahraga dan istirahat yang cukup, juga dapat ditunjang dengan mengonsumsi ramuan tumbuhan obat yang mempunyai efek imunostimulan (meningkatkan daya tahan tubuh) seperti kunyit, temu lawak, dan sambiloto.

”Masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya alam yang murah, efektif, efisien, dan tanpa efek samping sehingga aman dikonsumsi tiap hari sebagai
langkah pencegahan dan pengobatan dini,” kata akupunkturis ini.

Menurutnya, bagian yang digunakan dari kunyit (Curcuma longa L.) dan temu lawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) adalah rimpangnya. Senyawa yang
terkandung dalam rimpang kunyit dan temu lawak adalah kurkumin (zat pewarna kuning).

Kurkumin pada kedua tanaman tersebut mempunyai efek antiperadangan, antioksidan, antibakteri, imunostimulan, sebagai kolagogum (menstimulasi dinding kantong empedu untuk meningkatkan sekresi cairan empedu yang berperan dalam pemecahan lemak), hipolipidemik (menurunkan kolesterol darah), hepatoprotektor (melindungi hati dari zat toksik), dan sebagai tonikum/penyegar.

Kunyit dan temu lawak juga berfungsi sebagai antipiretik (menurunkan panas), mengurangi rasa sakit (analgetuk), melindungi lambung, peluruh haid,
laktagoga, dan melancarkan sirkulasi darah. Kunyit juga berfungsi melebarkan saluran pernapasan.

Berdasarkan fungsi tersebut kunyit dan temu lawak mempunyai khasiat pengobatan untuk berbagai penyakit. Di antaranya gejala flu seperti demam, pilek, dan hidung tersumbat. Juga untuk sesak napas, badan terasa lemas, nyeri sendi dan otot, rematik/peradangan sendi, radang lambung, gangguan pendernaan, hepatitis, sakit kuning, kolesterol tinggi, dan hipertensi.

Sifat tonikum pada kunyit dan temu lawak berkhasiat sebagai penyegar dan meningkatkan stamina sehingga badan tidak cepat lelah. Sedangkan sifat
imunostimulan berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menangkal berbagai serangan kuman penyebab penyakit, termasuk virus.

Efek antioksidannya berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan radikal bebas yang berbahaya yang dapat emmicu kanker dan penyakit lainnya. ”Efek
antioksidan pada kunyit sangat kuat dibandingkan jenis rimpang lainnya, bahkan lebih kuat dari vitamin E,” kata Hembing. Itu karena kandungan kurkumin kunyit lebih tinggi daripada rimpang lainnya. Bisa dilihat dari daging rimpangnya yang berwarna kuning oranye.

Kurkumin juga mempunyai efek
lain.                                                                                                                                                        Menurut drh CA Nidom MS, ahli biologi molekuler dari Universitas Airlangga, Surabaya, kurkumin pada kunyit dan temu lawak mempunyai efek menurunkan sitokin, yaitu protein yang membuat sel-sel kekebalan tubuh berproduksi, tumbuh dan mati. Pada kasus flu burung terjadi peningkatan sitokin secara berlebihan sehingga dapat menyebabkan kerusakan sel dan memperparah kondisi pasien.

Untuk mencegah flu burung dan meningkatkan daya tahan tubuh Hembing mengajukan ramuan tumbuhan obat sebagai berikut.

* 25 gram kunyit + 30 gram temu lawak + 10 gram jahe + 15 gram sambiloto + 60 gram krokot segar dicuci bersih dan direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring, airnya diminum.

* 90 gram daun lidah buaya dikupas kulitnya + 15 gram sambiloto + 25 gram kunyit + 30 gram temu lawak direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc,
disaring, airnya diminum.

Secara turun-temurun temulawak juga diresepkan sebagai ramuan antipegal linu. Khasiatnya teruji saat Yaya Rukayadi membawa anggota famili Zingiberaceae terbang melintasi samudera menuju Korea Selatan. Di sana, temulawak didaulat menjadi fitofarmaka setelah melalui 10 tahun penelitian. Senyawa xanthorrizhol yang terkandung dalam rimpang kerabat zingiberaceae itu berkhasiat antiinflamasi, antikanker, penyembuh luka, dan penurun kolesterol.

Keampuhan temulawak mengusir peradangan pasien osteoarthritis dibuktikan oleh dr Nyoma Kertia SPPD-KR, spesialis reumatologi dan penyakit dalam. Pada 1997, ia melakukan uji klinis terhadap 22 orang pasien osteoarthritis lutut usia di atas 50 tahun. Dosisnya 15 mg corcominoid dicampur 200 mg minyak asiri temulawak di berikan dua kali sehari selama dua minggu.

Hasilnya sungguh menggembirakan. Berdasarkan gejala klinis, khasiat temulawak itu imbang dengan obat-obatan nonsteroid seperti piroxicam. Piroxicam adalah obat antiinflamasi nonsteroid yang biasa diberikan sebagai pereda rasa nyeri. Sayang, dalam jangka panjang obat-obatan nonsteroid berefek negatif pada liver, ginjal, dan pencernaan. Temulawak unggul karena tidak memiliki efek toksik. Selain itu harganya murah dan mudah didapat.

‘Variabel peradangan seperti angka leukosit dan viskositas cairan menunjukkan cairan sendi mengalami perbaikan,’ kata Nyoman. Artinya, temulawak mampu memperlambat proses degeneratif sendi. Selain itu, Curcuma xanthorriza juga memiliki potensi sebagai hepatoprotektor dan kaya antioksidan. Dokter yang gencar mengkampanyekan gerakan nasional minum temulawak setahun terakhir itu masih melakukan penelitian lanjutan.

Dari Kesuksesan dari Khasiat Kunyit dan temu lawak ini,sekarang pabrik farmasi modern berlomba lomba produksi dan promosi obat yang isinya kunyit atau temulawak ini terutama untuk segmen multivitamin dan imun untuk anak anak,juga minuman temu lawak untuk dewasa.

................

Kunyit Bisa Untuk Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh


June 27th, 2012 Admin

Kunyit merupakan salah satu bumbu masakan yang ternyata memiliki manfaat luar biasa, yaitu dapat membantu mencegah infeksi baru dengan memperkuat
sistem kekebalan tubuh.

Para ilmuwan mengklaim bahwa senyawa yang ditemukan dalam kunyit dapat membantu meningkatkan kadar cathelicidin antimikroba peptida atau CAMP
protein yang membantu sistem kekebalan tubuh melawan berbagai bakteri, virus atau jamur. Seperti diketahui, kunyit merupakan rempah-rempah yang umum ditemukan di Asia dan telah digunakan selama 2.500 tahun dalam pengobatan tradisional India Ayurveda.

Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa vitamin D juga dapat meningkatkan kadar CAMP protein. Namun perbedaannya, kadar tinggi vitamin D dalam tubuh bisa menjadi racun dan dapat menyebabkan lebih banyak kalsium yang dilepas dalam darah sehingga menyebabkan hypercalcemia – yang dapat menyebabkan gejala seperti, tidak nafsu makan, mual, dan muntah.

Peneliti mengatakan bahwa hasil temuan ini bisa menjadi jalan bagi penelitian baru di bidang nutrisi dan farmakologi.

“Penelitian ini menjadi jalan baru untuk mengatur ekspresi gen CAMP,” kata Adrian Gombart, seorang profesor biokimia dan biofisika di Linus Pauling Institute, Cornvallis, Oregon yang mempublikasikan temuan ini dalam Journal of Nutritional Biochemistry..

Gombart dan tim juga membandingkan efektivitas kurkumin dan omega-3 asam lemak dalam meningkatkan ekspresi gen CAMP. Hasilnya menunjukkan, asam lemak omega-3 tampaknya tidak berguna dalam meningkatkan protein. Sementara percobaan laboratorium menunjukkan, kurkumin pada kunyit memiliki kemampuan hampir tiga kali lipat mendongkrak kadar CAMP pada sel manusia.

Kurkumin sebagai bagian dari kunyit, umumnya dikonsumsi dalam makanan pada tingkat yang cukup rendah. Namun, dengan konsumsi secara berkelanjutan dari waktu ke waktu seseorang bisa menjadi sehat dan membantu melindungi terhadap infeksi, terutama pada lambung dan usus.

.........

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar