Minggu, 06 November 2011

Catatan untuk Mereka...

aku punya bbrp saudara sekandung; dan semuanya telah mapan dan menikah....

posisiku lumayan lemah;
sebagai anak termuda ; dengan riwayat masa kecil yang lumayan sulit;...katakanlah pincang; atau ketidaksempurnaan..; ... yang bapakku sendiri tak mau menolongku keluar dari itu; membuat catatan perjalananku lumayan sulit dan terjal;.....

aku mengalami bullying sepanjang hidup karena dominasi mereka sebagai kakak yg lebih tua terhadap aku  anak terkecil;

dan mereka ; sebagai wanita; juga amat terlatih secara lisan dan wacana untuk menghancurkan dan mengerdilkan keberadaan orang lain yang mereka benci; meng agung2kan umur/ senioritas ; kedudukan '; kekayaan; dan derajat/ feodal dan picik...;
dalam hal ini aku sebagai obyek korban nya;
mengalaminya sangat menyakitkan dan melelahkan;

artinya; seorang yg lebih tua pasti benar;
dan yang muda harus mengikuti; karena dianggap lebih bodoh;
kyk nya dari sinilah terbentuknya sikap2 durhaka; egosentris;  dan mengabaikan kebaikan dan kebenaran; mengagungkan senioritas dan posisi...


bila saja dalam hidup kita boleh memilih;
mungkin aku amat menyesal punya kakak2 seperti mereka ;..subhanalloh....
dalam hidup lalu aku harus selalu berjuang mempertahankan diri agar selamat dari kejahatan mulut mereka....



saat ibu ditinggal wafat oleh bapak; mereka tak ada satupun yg mau menyempatkan waktunya merawat dan menjaga hati ibu memulihkan dari luka hati nya....;
sementara ibu seorang perempuan;
hanya perempuanlah yg bisa memahami hati perempuan lain; dan diharapkan bisa memulihkannya;.....
dan ibu sepenuhnya ditinggalkan oleh 3 perempuan kakakku;....subhanalloh;
kt nya; ngurus suami jauh lebih penting;...kalo pada selingkuh mau ke mana lagi nggantungin hidup ya kan....



alhasil hanya aku yg menemani ibu agar pulih dari luka hati nya;
hancurnya ibu cuma aku saja yg tau;...di mataku ibu lalu berubah sebegitu kufurnya karena ditinggal bapak...
ibu berubah sebegitu kufurnya dan lalai pada nikmat2 Nya yg lain...


bila nyawa bapak bisa dibeli;..maka ibu akan melakukannnya agar bapak bisa hidup lagi...
thats the only thing I can see about her back then....;very bad.....
dan aku menyaksikannya hari demi hari; dan menemaninya melalui masa2 sulit itu...; dan bila mampu mencoba menyadarkannya....


dan hanya ada aku yg menemani ibu dan menyaksikan kehancuran hati ibu dan berubah sebegitu kufurnya beliau....
setiap hari setiap saat menangisi kepergian bapak dan amat tidak rela...


sesekali org2 itu menilpon;
aku nggak mau ngangkat;..untuk apa?
kalau mereka peduli;..datang dan rawatlah;..jangan cuma pemanis sekedar menunjukkan ketidakpeduliannya seperti itu....norak amat....

yh;
dan mereka mmg biasa berbicara keras penuh ego;...ya selama itu bisa bikin mereka survive ; senang dan bahagia kenapa tidak...
nggak perlulah peduli dgn org lain;...hidup itu harus dikejar dan direbut...
hidup itu semata untuk kenikmatan dan kemenangan dan tentang diri sendiri;...



mereka bilang; yg ngasuh ibu itu anak lelaki;
terus kalo anak ibu perempuan semua kyk tetangga sebelah;. ..yg ngasuh lalu siapa?
kyk nya bakal dibuang ke tempat sampah atau dititip kemana gitu karena mengganggu rumah tangga anak2 perempuannya....

mereka lupa tak semua fiqih dalam Quran dijelaskan segitu detilnya;
sementara ada format musyawarah dan diskusi utnuk berbagi; kebaikan dan kebersamaan...
dan anak mantu laki2 otomatis juga menjadi anak laki2 dalam keluarga itu; dan anak mantu perempuan juga otomatis sama;..punya tgg jawab utk berbagi juga...


itu juga cukup menggambarkan pandangan mereka tentang poligami dalam Islam;
mungkin mereka akan bunuh diri pertama kali bila suaminya mencoba itu....
sementara dalam Islam tak ada yang salah dgn poligami...; dan ada aturannya dalam fiqih.....

hakikat laki2 utk mampu memimpin yg lain karena kelebihannya di bndg perempuan juga memberinya ruang lebih utk kemungkinan itu;
dan ini ttg berbagi kebaikan; ttg masa depan bersama; bukan semata ttg keduniaan...

bahwa mungkin lalu ada yg merasa disakiti atau dikhianati;
ini semata ttg kedewasaan ; perubahan pola pikir; dan berbagi dlam kebaikan.....

dan nabi SAW contoh yg baik bagi teladan itu....

kalo mereka lebih mau memahami agama; dan tidak semata memilih-milih  fiqih2 yg semata menguntungkan mereka saja; dan membuang yg lainnya di kolong meja; mungkin mereka bisa jadi pribadi yg lebih baik; yg tidak egosentris; dan bisa membuat hidup org2 lain juga bisa lebih baik...
tapi mereka org2 pengangguran; tidak bekerja; tak pernah berinteraksi dgn dunia luar yg penuh survival;....; tak faham sulitnya hidup dan berjuang; ...jadi punya banyak waktu luang untuk ber angan2 kosong  ttg kemungkinan2 perselingkuhan suami nya;..dan energi nya semata lalu fokus pada itu...
aku kasihan pada ibu......

bacaan ini bisa sedikit menggambarkan perilaku mereka yg ;..ya begitulah;...menyakitkan....
dan senang membuat orang lain sakit dan menderita...
“Muslim sejati adalah yang tidak pernah menggunakan lisan dan tangannya untuk menyakiti sesama muslim.
HR. Bukhori dan Muslim dari Abdullah bin Amr bin Ash, Riyadhus Sholihin No. 222)”

Seorang muslim ialah yang menyelamatkan kaum muslimin (lainnya) dari (kejahatan) lidah dan tangannya.
Seorang mukmin ialah yang dipercaya oleh kaum beriman terhadap jiwa dan harta mereka,
dan seorang muhajir ialah yang berhijrah meninggalkan dan menjauhi keburukan (kejahatan)

 dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Permudahlah dan jangan mempersulit,
Berilah kabar gembira dan jangan membuat orang lari."HR Bukhori No 67

 Sesungguhnya siddiq itu membawa pada kebaikan, dan kebaikan akan menunjukkan pada syurga. Seseorang berperi laku siddiq, hingga ia dikatakan sebagai seorang yang siddiq.
Pendustaan pula akan membawa kepada keburukan, dan keburukan akan menghantarkan pada neraka. Seseorang berperi laku dusta, hingga ia dikatakan sebagai pendusta.”
(Hadis Bukhari).

 Dari Sauban ra,Nabi saw bersabda:
"Janganlah kamu menyakiti hamba-hamba Allah,janganlah kalian mencemarkan nama
baik mereka,dan janganlah kalian berusaha mencari cacat (aib) dalam kehormatan mereka, karena sesungguhnya orang yang mencari cacat (aib) dalam kehormatan saudaranya semuslim, maka Allah swt akan membuka cacat (aib) dalam kehormatannya sehingga Allah mempermalukannya."(HR Ahmad)
 Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu meiwayatkan, sesungguhnya Nabi Shallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
"Cukuplah seorang dianggap sebagai pembohong, jika dia membicarakan semua apa yang telah didengarnya." (Muslim dalam Mukaddimahnya, hadits No:5)

"Sesungguhnya orang yang paling saya benci dan paling jauh tempat duduknya kelak di hari kiamat ialah mereka yang suka bicara (yang tidak berfaedah), dan yang suka mengada-ada pembicaraannya, dan para Mutafaihiqun (orang yang mengagung-agungkan pembicaraan bohong)"
(Hadits Shahih diriwayatkan oleh Tirmidzi, 1642)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” (Qs Al Baqarah: 264)

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : “Orang yang suka melaknat itu bukanlah orang yang dapat memberi syafaat dan tidak pula menjadi saksi pada hari kiamat.”
(HR. Muslim dalam Shahihnya no. 2598 dari Abi Darda radhiallahu ‘anhu)
 Kutipan yg terakhir ini catatan khusus pada kakakku pertama dan suaminya; yg rajin memperhinakan dirinya di hadapan orang lain/ saling menjelekkan;..juga rajin berbohong/ kebohongan yg satu ditutup dgn kebohongan yg lain....;subhanalloh....
Rasullulah SAW bersabda agar suami tidak menyakiti hati keluarganya . "Sebaik baik kalian wahai laki-laki adalah orang yang paling baik kepada keluarganya.
Dan saya adalah orang yang paling baik kepada keluarga saya”
(HR. Turmudzi dan Ibn Hibban).


Subhanalloh;
inna lillahi wa inna ilaihi rojiuun....

semoga hidupku ke depan bisa jauh lebih mudah dan lapang;...amien.....


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar