Rabu, 16 November 2011

all about INDIGO...

its all about INDIGO....



Fenomena INDIGO....



Apakah anak anda termasuk “anak indigo?”

Beberapa tahun belakangan ini berita tentang “anak indigo” cukup banyak diulas di media, walaupun belum ada yang meneliti berapa sebetulnya jumlah anak indigo di Indonesia. Hanya dipastikan, persentase jumlahnya masih sangat sedikit, kira-kira 10.000 : 1.

Psikolog Elly Risman, yang dikutip oleh Pikiran Rakyat, menjelaskan bahwa kecilnya angka anak indigo yang diketahui, disebabkan sikap orang tua yang belum memiliki kesadaran memeriksakan anak ke psikolog. “Mungkin ini yang menyebabkan tidak adanya data yang
valid mengenai jumlah anak indigo” katanya. Mengapa kita perlu memahami tentang “anak indigo” ini? Karena ada kemungkinan bahwa anak anda adalah seorang indigo, bahkan bisa pula seluruh anak yang anda lahirkan adalah seorang indigo.

Apa yang dimaksud dengan “anak indigo?”

Indigo adalah istilah yang diberikan kepada anak yang menunjukkan perilaku lebih dewasa dibandingkan usianya dan memiliki kemampuan intuisi yang sangat tinggi. Biasanya mereka tidak mau diperlakukan sebagai anak-anak. Secara harfiah, indigo adalah nama warna
antara biru dan ungu, yang kerap pula disebut nila.

Wendy Chapman, dalam tulisan Rossini, menjelaskan bahwa anak indigo adalah anak-anak yang umumnya tidak mudah diatur oleh kekuasaan, tidak mudah berkompromi, emosional dan beberapa diantaranya memiliki tubuh rentan, sangat berbakat atau berkemampuan

akademis baik, dan mempunyai kemampuan metafisis. Sering dianggap anak ADD, walaupun mudah bersikap empati dan iba terhadap orang lain, atau terlihat sangat dingin dan tak berperasaan, dan memiliki kebijakan melebihi usianya. Apakah hal-hal tersebut seperti anda sendiri atau anak anda?

Kapan istilah “anak indigo” ditemukan?

Istilah anak indigo diketemukan oleh Nancy Ann Torp, seorang konselor, pada tahun 1970 an. Dia meneliti warna aura manusia dan menghubungkannya dengan kepribadian. Mereka yang memiliki aura nila atau indigo ini ternyata anak-anak yang dianugerahi kelebihan,
khususnya kemampuan indera keenam.

Menurut Ustaz KH Abid Marzuki Lc., yang dikutip Pikiran Rakyat, dalam diskusi di The 6th Ramadhan Informal Study on Education Psychology, yang diadakan di Islamic Center, Bekasi, menyatakan bahwa “anak-anak indigo memiliki kesadaran lebih tinggi daripada

kebanyakan orang mengenai siapa diri mereka dan tujuan hidup mereka sehingga memerlukan perlakuan khusus. Tapi sayang, banyak

masyarakat belum tahu bagaimana mengelola dan memperlakukan kelebihan anak indigo. Akibatnya kemampuan indera keenam anak indigo sering disalah gunakan dengan menggiring anak menjadi paranormal. Padahal kelebihan yang diberikan Allah kepada anak indigo, adalah karomah dan maunah, ” ujar alumnus Universitas Malaysia ini.

Apakah anak anda indigo?

Untuk mengetahui apakah anak anda atau anda sendiri indigo, jawablah pertanyaan berikut:

1) Apakah anak anda sering bersikap seperti bangsawan? ,

2) Apakah anak anda memiliki perasaan pantas diterima?,

3) Apakah anak anda mempunyai perasaan bahwa dirinya dapat dimengerti? ,

4) Apakah anak anda sulit menghadapi disiplin dan kekuasaan? ,

5) Apakah anak anda menolak untuk mengerjakan hal-hal pasti yang diminta untuk dikerjakan? ,

6) Apakah kegiatan antri tak disukai anak anda?,7) Apakah anak anda tidak menyukai sistem yang berorientasi ritual/mekanikal dansedikit memerlukan kreatifitas? ,

8) Apakah anak anda sering dapat mengetahui cara-cara yang lebih baik dalam mengerjakan sesuatu, baik di rumah atau di sekolah? ,

9) Apakah anak anda tidak mudah kompromi? ,

10) Apakah anak anda tidak merespon/takut pada ancaman? ,

11) Apakah anak anda mudah bosan terhadap pekerjaan yang ditugaskan ,

12) Apakah anak anda terlihat mempunyai gejala ADD? ,

13) Apakah anak anda kreatif? ,

14) Apakah anak anda terlihat mempunyai intuisi yang tajam? ,

15) Apakah anak anda mempunyai sikap empati yang menonjol terhadap orang lain? ,

16)Apakah anak anda mempunyai pemikiran yang abstract? ,

17) Apakah anak anda cerdas? , 18) Apakah anak anda sangat berbakat (yang diidentifikasi sebagai karunia)? ,

19)Apakah anak anda terlihat sebagai pengkhayal? ,

20) Apakah mata anak anda terlihat memancarkan mata orang dewasa, bijak dan dalam? .

21) Apakah anak anda mempunyai kecerdasan spiritual?

Jika anda mempunyai 10 jawaban “Ya”, maka anak anda kemungkinan adalah indigo.

Jika jawaban “Ya” lebih dari 15, maka anak anda dipastikan sebagai anak indigo.


Indigo memang berbeda, tapi bukan “tidak normal”

Menurut psikiater Tubagus Erwin Kusuma, dalam lipuatn6.com, fisik anak-anak indigo tak jauh berbeda dengan anak lainnya. Hanya batinnya saja yang condong lebih dewasa.
Anak-anak indigo sering memperlihatkan sifat orang dewasa, sangat cerdas, dan memiliki indera keenam yang sangat tajam. 

Anak indigo pada umumnya tidak menginginkan diperlakukan sebagai anak-anak. Tidak jarang mereka sering memberi nasehat pada orangtua masing-masing.

Tubagus menambahkan, indigo bukanlah penyakit atau kelainan jiwa. Kendati demikian, ada yang menganggap fenomena indigo sebagai kelainan jiwa. Akibatnya penanganannya seringkali salah, yang akan berdampak pada penderitaan sang anak. “Kalau bisa, konsultasi
untuk menghadapi anak-anak indigo,” Tubagus menambahkan.

Pernyataan Tubagus diamini Rossini, indigo dewasa yang sekaligus pembimbing anak-anak indigo. “Ketika di masa anak-anak pemahaman spiritual sudah matang tapi belum diikuti penalaran”, kata Rossini. Menurut Rossini, tugas orangtua dewasa untuk membimbing anak-anak itu agar penalaran dan spiritualnya seimbang.



Tips untuk mendidik anak indigo

Wendy Chapman, memberikan 10 tips untuk mendidik anak-anak indigo, sebagai berikut:

Perlakukan mereka dengan penuh penghargaan. Jika anda tidak menunjukkan penghargaan kepada mereka, mereka juga akan demikian, walaupun anda mempunyai otoritas atau kekuasaan.

Dengarkan pendapat mereka. Mereka perlu tahu bahwa anda peduli dan mengenali sistem nilai mereka.

Kembangkan kemampuan mereka. Beri mereka pilihan, seperti misalnya tipe produk yang akan dipelajari, apa perintah untuk pekerjaan yang harus dilakukan, pilihan antara dua kegiatan.
Memiliki suara yang didengar membuat rasa yang berbeda atas penghargaan diri,
biasanya akan mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam pilihan yang sudah mereka buat dan konsekuensinya akan memperbaiki sikap mereka terhadap anda dan terhadap pendidikan.

Bangunlah sikap koperatif dan hindari memberi perintah. Anak indigo tidak akan peduli terhadap hal-hal yang dimaksudkan untuk mengontrol mereka. Mereka akan peduli terhadap perlakuan yang bersifat adil dan baik.

Bantu mereka melakukan hal yang berbeda. Jika mereka frustasi, misalnya pekerjaan sekolah, sehingga mereka merasa sendiri di dunia,
bantulah mendorong mereka untuk berbuat sesuatu yang positif untuk merubahnya. Seperti menulis surat, karya tulis, puisi, membuat poster, T shirt, mengorganisasi kelompok diskusi.

Bantu mereka membangun bakat dan kemampuannya. Dorong mereka untuk kreatif dan berani mengekspresikan kepribadian merka yang unik.

Bersikap toleran terhadap emosinya yang ekstrim. Bantu mereka membuat keseimbangan menggunakan aromaterapi, ijinkan mereka minum air putih di kelas, bersikap tenang, atau latihan visualisasi.

Dorong mereka untuk menjadi sumber kedamaian bagi orang lain.
Indigo dilahirkan untuk menjadi sumber kedamaian. Dorong mereka untuk melatihnya. Hal ini akan membangun komunikasi dan welas asih.
Jadilah pembimbingnya dalam hal ini.


Jelaskan MENGAPA untuk semua hal. Mengapa ada aturan, mengapa mereka perlu untuk mengerjakan pekerjaan rumah/sekolah. Mengapa dunia seperti ini?
Jika anda tidak mempunyai jawabannya, pahami rasa frustasi mereka dan tunjukkan sikap empati.
Kurangi obat-obatan untuk ADD. Indigo bukan ADD, tapi indigo secara alamiah memberikan perhatian pada sesuatu secara selektif.
Jika mereka dapat fokus pada sesuatu yang mereka pilih untuk jangka waktu yang lama,kemungkinan anak ini indigo, bukan ADD.
Walaupunnampaknya ada masalah pada perhatian, carilah alternatif terapi, bukan dengan Ritalin, jangan menekan kreatifitas alamiah dan kepemimpinan indigo, tetapi bantulah untuk mengorganisir.


Sebagai orangtua, anda juga harus membuat anak indigo disiplin, dan membuat mereka belajar tentang perilaku yang bisa diterima atau tidak. Dan belajar untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak bisa diterima. Bersikaplah adil, dan berikan batas toleransi yang pantas.

Katakan yang sesungguhnya sesuai dengan umurnya, dan jangan bohong karena mereka akan tahu. Katakan bahwa dia dicintai dan peluk sebanyak mungkin.

Indigo juga eksploratif dan banyak energi. Akan sangat menolong jika orangtua membantu menyalurkan energi pada sesuatu yang menyenangkan, produktif dan tidak berbahaya.

Apakah anak-anak indigo bisa menjadi orang yang sukses? Pengalaman membuktikan, bahwa banyak anak indigo yang jika penanganannya benar, menjadi orang yang sukses, bisa lulus dari universitas, ada yang menjadi psikolog, psikiater, bahkan pemusik andal. Jadi,
coba teliti apakah di keluarga ada yang indigo?
Jangan kawatir, jika anda memahami mereka serta dapat mengelola dengan baik, maka anak indigo adalah anak yang menyenangkan, dan tingkat kesuksesan nya di masyarakat tinggi.


Perhatian!

Mohon maaf, berhubung banyak sekali pertanyaan yang tak memungkinkan saya menjawabnya, karena saya sendiri bukan indigo, namun pernah bersentuhan dengan anak indigo, maka sebetulnya tulisan saya di atas hanya sekedar sharing pengalaman.

Jika ada yang membutuhkan bantuan, atau ingin lebih memahami, saya telah menghubungi ahlinya, dan sejak 1 Februari 2008 telah mulai di buka layanan konseling bagi indigo dan keluarga. Dijadualkan setiap hari Rabu jam 14.00 s/d 18.00 wib dan 10.00 s/d 16.00 wib.

Untuk perjanjian hubungi {dianjurkan no. telpon lewat PM krn banyak laporan penyalahgunaan} atau {dianjurkan no. telpon lewat PM

krn banyak laporan penyalahgunaan}.

Alamat: Ayodiapala, Ruko Galeri Niaga
Jl. Haji Nawi Raya Kav.9, Radio Dalam
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Untuk mengetahui lebih jauh tentang anak indigo, dapat mengunjungi IndigoIndonesia.com , Pusat Informasi dan Komunitas Indigo

Indonesia. Bila ada pertanyaan atau mau konsultasi daftar saja ke forum, atau bisa hubungi langsung.


................


Ditunggu Lahirnya Pemimpin Berserban Biru


SUATU hari di paruh Desember 1997. Di dalam tidurnya yang tenang, Andrean Ganie Hendrata tiba-tiba terbangun. Ada semacam ketakutan yang baru dilihatnya. Keringat dingin merembes dari pori-pori kulitnya yang kuning. Wajahnya yang kalem seketika berubah sedih.

Kedua pipi bocah berusia enam tahun itu basah oleh air mata. Ia tak kuasa membendung kesedihannya.

Di dalam mimpinya itu, Andrean melihat sebuah kota ingar-bingar. Banyak rumah dan mobil terbakar, tangan-tangan mengepal, perempuan

menjerit-jerit, dan kaum pria dipukuli tanpa sebab jelas. Ia tak tahu kapan dan di mana peristiwa dalam mimpinya itu terjadi. Yang pasti, "Mimpi serupa terjadi selama dua minggu berturut-turut," Lianny Hendranata, ibu Andrean, menuturkan.

Mimpi mengerikan yang bertubi-tubi selama dua pekan itu membuat fisik Andrean makin loyo. Dan, bocah kurus itu akhirnya jatuh sakit. Tapi Lianny menyadari sepenuhnya bahwa anaknya tidak sakit sembarangan. Itu sebabnya, dia tidak membawa anaknya ke dokter.

Si ibu justru mengundang pendeta untuk mengobati jiwa anaknya.

Sang pendeta pun datang. Ia membaca doa-doa di tepi pembaringan Andrean. Terasa simpel, tapi berhasil. Sebab, hari-hari berikutnya Andrean tak pernah lagi bermimpi buruk tentang sebuah kota yang tercabik-cabik anarkis. Kesehatannya kembali pulih.

Enam bulan sejak mimpi itu berlalu, Jakarta dilanda kerusuhan hebat. Penjarahan, pembakaran, penganiayaan terjadi pada Mei 1998.

Tragedi itu ditayangkan oleh semua stasiun TV. Saat itulah ingatan Andrean kembali "dibangunkan". Sembari menunjuk ke arah pesawat

televisi, ia bilang: "Ma, itu yang aku lihat di mimpiku dulu!"

Sejak lahir, Andrean sudah menunjukkan kemampuan indra keenamnya. Malah, sejak bayi dia terbiasa melihat makhluk yang tak terlihat

oleh indra biasa. Setelah besar, kemampuan Andrean makin sempurna. Kadang-kadang ia melihat sebuah benda bisa bergerak sendiri. "TV yang sudah dimatikan tahu-tahu bisa menyala kembali," kata Andrean, yang kini duduk di kelas I SMP Slamet Riyadi, Cijantung,
Jakarta Timur.

Dengan daya kelebihannya itu, oleh orangtuanya, Andrean difoto aura. Dan, hasilnya berbeda dengan anak umumnya. Aura Andrean berwarna nila. Saat ia dites, IQ-nya di atas 120. Itulah beberapa pertanda bahwa si empunya nama masuk dalam kategori anak indigo.

Andrean adalah bungsu dari tiga bersaudara pasangan Ganie Hendranata, 64 tahun, dan Lianny Hendranata, 45 tahun. Sehari-hari Hendranata bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang percetakan. Rupanya, tak hanya Andrean yang indigo. Kedua kakaknya,
Imelda, 21 tahun, dan Raymond, 17 tahun, juga sama. Begitu pula Lianny.

Satu keluarga yang terdiri lima orang, empat di antaranya indigo, tentu seru. Mereka bisa bertelepati satu dengan lain. Suatu hari, misalnya, Imelda ingin memiliki sarung tangan warna merah. Tapi harganya mahal. Sang ibu menyarankan agar si sulung mencari sarung
tangan yang murah saja. Rupanya, setelah mencari sekian lama, si anak tak berhasil menemukan sarung tangan merah berharga murah.

Tak berhasil bukan berarti memupuskan harapan. Imelda terus berjuang dengan caranya sendiri. Yaitu menciptakan keinginannya melalui otak: "Aku mau sarung tangan warna merah. Nggak tahu gimana caranya; aku harus punya sarung tangan warna merah."

Beberapa hari kemudian, Raymond yang pulang dari Yogyakarta membawa oleh-oleh berupa sarung tangan warna merah buat kakaknya.
"Masak, setiap aku masuk toko, kuping selalu berdengung; ada yang minta sarung tangan merah," kata Lianny, yang juga terimbas telepati anaknya itu.

Anak-anak berkemampuan indra keenam tentu bukan hal baru. Simak saja film layar lebar bertitel The Sixth Sense, yang beredar tahun

1999. Film ini bercerita tentang anak punya daya linuwih yang diperankan Haley Joel Osment, dan psikolog anak Bruce Willis. Di layar TV juga ada film seri The X-Files (pemeran utamanya Gillian Anderson dan David Duchovny) dan The Profiler (Ally Walker sebagai pemeran utama). Baik film layar lebar maupun film seri televisi itu sangat diminati penonton.

Adapun istilah indigo berasal dari bahasa Spanyol yang berarti nila. Warna ini merupakan kombinasi warna biru dengan ungu. Warna-warna tersebut diidentifikasi lewat cakra di tubuh. "Letak indigo ada di kening, persisnya antara cakra leher yang berwarna biru
dengan cakra puncak kepala yang berwarna ungu," kata Dr. Tb. Erwin Kusuma, SpKJ, psikiater anak dengan pendalaman di bidang kesehatan mental spiritual, kepada GATRA.

Prinsipnya, cakra memiliki spektrum warna mulai merah sampai ungu; seperti spektrum warna pelangi. Cakra leher (ada yang menyebut cakra tenggorokan) yang berwarna biru adalah wilayah yang tertandai berdasarkan penggunaan penalaran dengan optimalisasi fungsi otak. "Indigo berada di atasnya, bersifat spiritual," ujar Erwin yang juga indigo.

Dengan asumsi tersebut, menurut Erwin, anak indigo bisa ditandai cerdas dan kreatif, karena dia sudah melalui cakra leher yang berwarna biru. Dalam kondisi sudah melewati biru, maka dia masuk dalam kategori indigo, baik secara mental maupun spiritual. Bila
difoto aura, seakan-akan tampak memakai serban dengan warna biru. "Hanya saja, saat ia lahir, jasmaninya kecil, tidak sematang mental dan spiritualnya," Erwin menambahkan.

Ciri-ciri lain yang mudah dikenali adalah punya kemampuan spiritual tinggi. Anak indigo kebanyakan bisa melihat sesuatu yang belum terjadi atau masa lalu. Bisa pula melihat makhluk atau materi-materi halus yang tidak tertangkap oleh indra penglihatan biasa.

"Kemampuan spiritual semacam itu masuk dalam wilayah ESP (extra-sensory perception) alias indra keenam," papar Erwin.

Kemampuan ESP, menurut Erwin, bisa menjelajah ruang dan waktu. Ketika tubuh anak indigo berada di suatu tempat, pada saat bersamaan ia tahu apa yang terjadi di lokasi lain. Itulah yang disebut kemampuan menjelajah ruang. "Ketika dia berbicara sekarang, tentang
suatu peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang, ini yang disebut menjelajah waktu," katanya.

Anak indigo biasanya banyak bertanya, dan orangtuanya akan kewalahan menjawab. Umpamanya, kenapa harus begini, kenapa harus begitu.

Dia akan merasa heran untuk beberapa hal, yang dirasa tak masuk akal. "Kenapa harus sekolah berjam-jam?" Erwin mencontohkan pertanyaan seorang anak indigo kepada ibunya.

Jika orangtua tak mengerti bahwa anaknya indigo, umumnya si anak cenderung memberontak, agresif, dan nakal. Tak sedikit yang kemudian bentrok dengan kehendak orangtuanya. "Jika orangtua masih otoriter membatasi aktivitas spiritual anak indigo, si anak pasti akan berontak," lanjut Erwin. Karena itu, para orangtua mesti menjawab impresi-impresi yang dikemukakan si anak.

Tak hanya psikiater seperti Dr. Erwin yang menangani anak-anak indigo. Spiritualis Leo Lumanto, yang mengasuh acara "Percaya Nggak

Percaya" di Antv, sudah enam tahun ini berinteraksi dengan bocah indigo. Saat ini, dia membimbing tiga anak indigo. Bimbingannya tidak berbentuk terapi khusus. Bocah itu hanya sering diajak berdialog saat mengikuti orangtuanya dalam acara pengajian di kediaman Leo, di kawasan Bintaro, Sektor IX, Tangerang, Banten.

Orangtua mereka berkonsultasi ke Leo, umumnya setelah melalui perjalanan panjang dari psikiater sampai ke paranormal. Sikap anak

indigo yang terbilang unik menyebabkan orangtua mereka kerap menyangka anak-anak ini hiperaktif sehingga perlu dibawa ke psikiater.

Ada juga yang beranggapan anaknya jadi "aneh" karena gangguan dari alam lain. "Dianggap ada yang nempel," kata Leo.

Berhubung sudah dipersepsikan seperti itu, si anak biasanya dibawa ke paranormal untuk "dibereskan" dari urusan dengan dunia lain yang diakrabinya. Dalam pandangan Leo, anak indigo bukanlah bocah yang ketempelan jin atau sejenisnya. "Ini merupakan kehendak
Allah yang tidak bisa kita sangkal," Leo menyimpulkan.

Selain ciri-ciri yang ditunjukkan Dr. Erwin, menurut Leo, ciri lain anak indigo adalah suka menyendiri. Begitu berada pada suatu situasi atau lingkungan baru, anak indigo akan mencermati keadaan sekelilingnya dengan sangat teliti. Kemampuan mereka mengenal
suasana dan individu luar biasa. "Walaupun terkadang mereka terlihat acuh tak acuh, sebenarnya di balik itu mereka paham apa yang sedang terjadi," papar Leo. "Kepekaan spiritual pada anak indigo benar-benar merupakan hidayah dari Allah," Leo menegaskan.

Psikolog dari Universitas Padjadjaran, Bandung, Dra. Sawitri Supardi Sadardjoen, menyarankan kepada para orangtua untuk "menormalkan" anak-anak berdaya linuwih ini. Sawitri justru menyarankan untuk "menumpulkan" kemampuan si anak. Caranya? "Dengan
memberi pengertian bahwa apa yang diketahui si anak itu semata-mata faktor kebetulan," katanya.

Selain karena khawatir si anak tersiksa dengan kelebihan yang dimiliki, Sawitri beralasan bahwa kemampuan itu akan membuat anak menjadi tidak realistis dan malas. "Kalau mereka konsentrasi dengan memusatkan energi, mereka bisa membayangkan soal-soal yang akan keluar dalam ujian. Ini bisa membuat mereka jadi malas belajar," tutur Sawitri.

Lain lagi pendapat Prof. Dr. dr. H. Soewardi, MPH, SpKJ. Spesialis penyakit jiwa di Rumah Sakit Sardjito, Yogyakarta, ini mewanti-wanti bahwa anak-anak indigo mesti disikapi secara hati-hati, terutama oleh lingkungan sosial dan keluarganya. "Sebenarnya gejala tersebut adalah gejala ketidakwajaran," kata Soewardi kepada Puguh Windrawan dari GATRA.

"Kejaiban" anak indigo itu terjadi, menurut Soewardi, karena ada kesalahan dalam kinerja otaknya. "Lebih tepat dikatakan bahwa sistem kerja otaknya terganggu," ujarnya. Hal inilah yang menimbulkan ketidakwajaran. "Dalam sistem limbik otak, terutama neurotransmiternya, terganggu. Ini yang harus diupayakan kesembuhannya," Soewardi menambahkan.

Oleh sebab itu, masih kata Soewardi, anak indigo jangan terlalu diistimewakan. Ia menyarankan agar mereka diperlakukan secara wajar supaya perkembangan jiwanya tidak terganggu. Perlakuan itu, menurut Soewardi, juga bisa mempercepat kinerja otak anak indigo agar berfungsi seperti sedia kala. "Anak indigo itu tidak normal alias sakit," katanya.

Untuk kesembuhannya, antara lain, dilakukan melalui terapi, termasuk terapi religius. "Terapi melalui agama juga bisa dilakukan," kata Soewardi. "Jangan disembuhkan melalui cara-cara pengobatan yang aneh-aneh atau di luar medis," Soewardi mengingatkan.

Pandangan Soewardi itu berbeda dengan Erwin yang menilai anak indigo adalah anugerah Ilahi. Dalam pandangan Erwin, anak-anak indigo pada dasarnya seumur hidup akan indigo terus. Di usia anak-anak, mereka kerap "berontak". Tapi ketika dewasa, karena sudah bisa
menyesuaikan diri, sikap pemberontakannya berkurang. Artinya, "pendampingan" terhadap anak indigo sangat diutamakan, agar mereka bisa tumbuh secara wajar.

Namun, terlepas dari beda pandang dalam menyikapi, dari pengalaman yang ada, anak indigo pada dasarnya punya cita-cita berbuat baik dalam menjalani kehidupan di masyarakat. Modalnya sudah di tangan: punya indra keenam, IQ-nya di atas rata-rata, dan bijaksana.
Tinggal memolesnya saja. Dan, itulah yang kini tengah getol dilakukan di Barat. Sekolah untuk anak indigo sudah banyak bertebaran.

Di Indonesia? Itulah yang tengah dipikirkan oleh mereka yang sangat peduli pada indigo, termasuk Dr. Erwin. Jumlah anak indigo di Indonesia mungkin belum mencapai ratusan. Tapi dari yang sedikit itu, jika mendapat bimbingan yang sempurna, diharapkan mereka
kelak menjadi pemimpin masa depan yang arif bijaksana, humanis, dan cinta damai. Siapa tahu!

Herry Mohammad, Alfian, Bambang Sulistiyo, dan Taufik Abriansyah

Sumber : Gatra


..................


Apakah Anak Anda Tergolong Anak-anak Indigo ?


Jumat, 22-08-2008 12:21:57 oleh: Anwariansyah
Kanal: Opini

Apakah Anak Anda Tergolong Anak-anak Indigo ?

Sebelum kita membahas tentang anak-anak indigo, alangkah baiknya kita mengetahui dulu mengenai warna indigo yang dimaksud pada anak-anak indigo.
Warna indigo adalah warna yang dominan dari warna aura (warna biru-merah). Warna Indigo menunjukkan cakra mataketiga, pusat aktivitas dari enerji psychic, yang terbuka pada anak-anak Indigo.

Anak-anak Indigo memahami perbedaan yang sangat tipis antara dunia kasat dan dunia spiritual, dan mereka memiliki kemampuan untuk mengakses informasi dari sini, yang orang lain tidak mampu.
Kebanyakan perilaku anak Indigo dapat dipahami dari aspek ini.

Definisi anak indigo adalah anak yang menunjukkan seperangkat atribut psikologis baru dan luar biasa, serta menunjukkan sebuah pola perilaku yang pada umumnya tidak didokumentasikan sebelumnya.
Pola ini memiliki faktor-faktor unik yang umum, yang mengisyaratkan agar orang-orang yang berinteraksi dengan mereka (para orangtua, khususnya) mengubah perlakuan dan pengasuhan terhadap mereka guna mencapai keseimbangan.
Mengabaikan pola-pola baru ini akan kemungkinan besar berarti menciptakan ketidakseimbangan dan frustasi dalam benak dari kehidupan baru yang berharga ini.

Banyak anak-anak sekarang yang terkategorikan sebagai Anak Indigo, juga disebut “Children of the Sun” oleh para ahli dari Amerika.

Atau disebut juga sebagai “Millennium Children”. Para ahli mengatakan lebih dari 90% (di lain buku menyebutkan lebih dari 80 %) dari anak-anak di bawah 12 tahun, dan beberapa mengatakan walau dalam persentase yang tidak besar terdapat Indigo dewasa.

Anak-anak ini teridentifikasi melalui adanya karakteristik yang unik. Mereka cerdas dan kreatif, namun bersifat sulit diatur pada kekuasaandan sistem secara umum. Mereka sering disalahdiagnosa sebagai ADD (Attention Deficit Disorder = atau Gangguan Kekurangan Perhatian) atau ADHD (Attention Deficit Hyperaktive Disorder = Gangguan Hiperaktif Kekurangan Perhatian) yang membutuhkan terapi untuk mengatasi sifatnya.

Secara fisik dan emosional mereka sangat sensitif. Mereka juga sangat perhatian dan empati terhadap orang lain, juga beberapa menjadi terlihat tidak berperasaan.

Anak Indigo dapat mudah marah dan kasar, mereka membutuhkan keyakinan bahwa dirinya diterima dan memerlukan konseling. Indigo juga mempunyai rasa depresi di usia muda jika mereka merasa tidak mengapa mereka dilahirkan atau merasa tidak mempu berbuat apa-apa untuk memperbaiki dunia.

Bagi Wikimuers yang ingin mengetahui apakah anaknya atau diri sendiri termasuk seorang Indigo, bisa mencocokkan karakteristik anak

Indigo dan Indigo dewasa berikut ini. Selain itu biasanya seorang anak Indigo tergolong anak yang istimewa (biasanya memiliki IQ - Intelligence Quotient- lebih dari 120 dan mempunyai kecenderungan mempunyai kemampuan supranatural) namun seringkali mempunyai permasalahan dengan sistem belajar di sekolah pada umumnya.



Karakteristik Anak Indigo :

1. Mempunyai kesadaran diri yg tinggi, terhubung dengan sumber (Tuhan).

2. Mengerti jika dirinya layak untuk berada di dunia.

3. Mempunyai pengertian yang jelas akan dirinya.

4. Tidak nyaman dengan disiplin dan cara yang otoriter tanpa alasan yang jelas.

5. Menolak mengikuti aturan atau petunjuk.

6. Tidak sabaran dan tidak suka bila harus menunggu.

7. Frustasi dengan sistem yang sifatnya ritual dan tidak kreatif.

8. Mereka punya cara yg lebih baik dlm menyelesaikan masalah.

9. Sebagian besar adalah orang yg menimbulkan rasa tidak nyaman.

10. Tidak bisa menerima hukuman yang tanpa alasan, selalu ingin alasan yang jelas.

11. Mudah bosan dengan tugas yg diberikan.

12. Kreatif.

13. Mudah teralihkan perhatiannya, bisa mengerjakan banyak hal bersamaan.

14. Menunjukan intuisi yang kuat.

15. Punya empati yang kuat terhadap sesama, atau tidak punya empati sama sekali.

16. Sangat berbakat dan rata-rata sangat pintar.

17. Saat kecil sering diidentifikasi menderita ADD / ADHD (Atenttion Defisit Disorder = susah konsentrasi) / ADHD (Attention Defisit and Hyperactive Disorder = hiperaktif).

18. Mempunyai visi dan cita-cita yang kuat.

19. Pandangan mata mereka terlihat, bijaksana, mendalam dan tua.

20. Mempunyai kesadaran spiritual atau mempunyai kemampuan psikis.

21. Mengekspresikan kemarahan dan mempunyai masalah dengan menahan amarah.

22. Membutuhkan dukungan untuk menemukan diri mereka.

23. Berada di dunia untuk merubah dunia, untuk membantu kita hidup dalam keharmonisan dan damai antara yg satu dengan yg lain dan meningkatkan getaran planet.


Karakteristik Indigo Dewasa

1. Mereka pintar walaupun tidak selalu berada di tingkatan paling atas.

2. Kreatif dan sangat menikmati menciptakan sesuatu.

3. Selalu ingin tahu kenapa, khususnya jika mereka disuruh melakukan sesuatu.

4. Muak akan pekerjaan yang banyak dan berulang-ulang di sekolah.

5. Pemberontak di sekolah, menolak mengerjakan tugas dll. atau ingin memberontak tapi tidak berani karena ada tekanan dari orang tua.

6. Punya masalah dengan keberadaan, seperti tidak diterima, atau terasing. Biasanya menimbulkan perasaan ingin bunuh diri, tapi tidak benar-benar melakukannnya.

7. Punya masalaha dengan amarah.

8. Tidak nyaman dengan politik karena merasa suara mereka tidak dihitung, dan tidak peduli dengan hasil yang keluar.

9. Frustasi dengan budaya Amerika tradisional.

10. Tidak terima bila hak-hak mereka diambil atau diinjak-injak.

11. Punya hasrat yang membara untuk merubah dunia, tapi kesulitan menemukan jalurnya.

12. Mempunyai ketertarikan akan hal spiritual dan kemampuan psikis saat usia muda.

13. Punya beberapa "Role model" Indigo.

14. Punya intuisi yang kuat.

15. Punya sifat atau jalan pikir yang tidak biasa, sulit fokus pada tugas, atau meloncat-loncat di tengah pembicaraan.

16. Pernah mengalami pengalaman spiritual, psikis dll.

17. Sensitif terhadap yg berhubungan dgn listrik.

18. Mempunyai kesadaran akan dimensi lain.

19. Secara seksual sangat ekspresif atau malah menolak seksualitas aga bisa mencapai kesadaran spiritual yang lebih tinggi.

20. Mencari arti hidup mereka dan mengerti tentang dunia, mereka bisa mencarinya dengan melalui agama, buku dll.

21. Waktu mereka merasa diri mereka seimbang, mereka akan menjadi kuat, sehat, dan individu yang bahagia.


Bagi Wikimuer yang ingin memperoleh penjelasan lebih jauh mengenai anak-anak Indigo dan permasalahan di seputar keindigoan seseorang bisa mendapatkan di (sekaligus juga merupakan referensi tulisan saya ini) :

- Buku The Indigo Children, Anak-anak Baru Itu Telah Datang oleh Lee Carrol & Ja Tober

- Buku 17 Emosi Negatif Anak Indigo, Terapi Mental da Perilaku oleh Wayne Dosick, Ph.D & Ellen Kaufman Dosick, MSW

- Link ke situs-situs berikut :

http://www.indigoindonesia.com/

www.starchild.co.za/what.html

- Khusus pembahasan mengenai cakra dapat dilihat di link :

http://www.uduryna.com/Chakras-Diagnostic-Guide.pdf

http://www.ascendpress.org/PDF-files/Chakras5.pdf

....................................




Ciri-ciri Fisik Anak Indigo, Adakah Pada Anak Anda?


Selasa, 06-10-2009 09:22:05 oleh: Anwariansyah
Kanal: Opini


Ciri-ciri Fisik Anak Indigo, Adakah Pada Anak Anda?

Beberapa tulisan dan buku yang membahas mengenai anak Indigo hanya mengemukakan ciri-ciri perilaku dan kejiwaannya saja, dan tidak ada yang secara spesifik menjelaskan ciri-ciri fisiknya. Apakah ciri-ciri fisik anak Indigo itu, yang membedakannya dengan anak-
anak pada umumnya, memang ada?

Berbicara mengenai jiwa dan gambaran perubahannya yang muncul pada fisik, pasti sudah banyak orang yang tahu. Bagaimana emosi, seperti marah, sedih, dan gembira akan tergambar pada perubahan raut wajah, atau gerakan bahasa tubuh lainnya.

Emosi yang terjadi secara berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama bisa membuat suatu perubahan yang menetap pada roman muka dan tampilan fisik lainnya.

Orang yang berkarakter jahat, sebagai contoh, seperti narapidana kambuhan, preman atau orang yang dalam kehidupannya sehari-hari selalu bergelut dengan dunia kejahatan, akan tergambarkan pada wajahnya dengan jelas. Begitu juga dengan orang yang berkarakter baik, seperti orang yang penolong, dermawan, baik hati, wajahnya akan tampak menyenangkan, teduh dan memberikan ketenangan apabila dipandang.

Pemahaman itulah yang digunakan dalam pembuatan karakter tokoh film atau animasi kartun, di mana seorang penjahat divisualisasikan dengan muka yang bengis, sorot mata kejam, jarang tersenyum, sedangkan seorang pemuka agama bermuka bersih bercahaya, seorang penegak hukum dengan wajah tegas, dan lain sebagainya.



Ciri-ciri fisik sejak lahir, anak-anak hingga dewasa

Anak Indigo terlahir dengan jiwa yang tua, atau tingkat kedewasaan dini pada usia sangat muda atau anak-anak. Sebagian anak Indigo bahkan memperlihatkan pertumbuhan jiwa yang luar biasa sejak usia bayi, seperti kemampuan berpikir analitik dalam memahami fungsi benda-benda, menilai karakter orang dewasa, mengungkapkan maksud hatinya kepada orang di sekitarnya, dan lain sebagainya.

Pengaruh perkembangan jiwa yang terlalu cepat itu juga tampak pada pertumbuhan fisik seperti gigi yang muncul lebih cepat, dan kemampuan motorik seperti berjalan dan berbicara yang lebih dulu dari bayi pada umumnya.

Karena kemampuan anak Indigo terletak pada kekuatan jiwanya, maka bentuk fisik secara spesifik banyak terdapat di bagian kepalanya.

Ciri yang khas adalah bentuk kepala yang sedikit agak lebih besar dari bayi atau anak-anak pada umumnya, terutama pada bagian lingkar kepala, dan dahi serta kening yang lebih lebar.

Kuantitas otak anak Indigo biasanya lebih besar disebabkan penggunaannya relatif lebih sering sejak usia dini tadi. Mereka berpikir dan menganalisa setiap apa yang dilihat, didengar atau dirasakannya.

Pelebaran pada lingkar kepala menunjukkan penggunaan kemampuan telepati, pada kening adalah analitik, sedangkan dahi adalah visualisasi dan imajinasi citra-citra supranatural.

Bentuk daun telinga pun mempunyai bentuk yang sedikit lebih keluar dari kepala, memanjang pada bagian ujung atas, dan agak menekuk ke atas pada bagian cuping bawah. Lebih kuatnya “insting reptil” merupakan sebab kemunculan ciri binatang yang tergambar pada bentuk daun telinga ini.

Begitu juga dengan mata, terutama tatapan mata yang sangat tajam dan dalam, dengan bagian pupil atau orang-orangan mata yang lebih besar, sehingga tampak hanya tersisa sedikit ruang untuk warna putih mata. Pandangan mata anak Indigo bertolak belakang dengan pandangan mata anak autis.

Kalau anak autis tidak bisa menatap mata orang lain, atau tidak bisa berkonsentrasi pada satu titik dalam waktu yang lama, sedangkan anak Indigo sebaliknya, mereka dengan berani menatap – sambil menganalisa karakter – orang dewasa di depan mereka, dan tingkat konsentrasinya terhadap sesuatu sangat tinggi untuk ukuran mereka. Sedangkan orang-orangan mata yang lebih besar menunjukkan kemampuan melihat makhluk gaib dan hal-hal yang tersembunyi lainnya dari dimensi-dimensi lain.

Selain itu ada sebagian anak Indigo yang terlahir dengan mata agak sedikit jereng, baik ke tengah – ke arah hidung – atau ke luar.

Susunan gigi-geligi mereka biasanya terlihat rapi dan bagus, dan terasa sangat tajam apabila anda merasakan gigitannya. Pada usia bayi ketika mulai tumbuh satu dua gigi, mereka cenderung melakukan kegiatan gigit-menggigit yang lebih sering dan intensif.

Ada semacam tanda aneh yang mungkin ditemukan pada saat kelahirannya – dan mungkin terbawa sampai usia beberapa tahun. Tanda itu terdapat di dahi, di antara kedua mata, sedikit agak di atasnya. Tanda yang pada sebagian anak Indigo terlihat cukup jelas seperti
bekas pukulan yang membekas dalam dengan warna agak gelap samar. Tanda ini seperti “mata ketiga” yang menampakkan dirinya secara fisik.

Demikianlah sedikit pengetahuan saya tentang ciri-ciri fisik anak Indigo, yang mungkin bisa membantu para orang tua dalam mengenali keindigoan pada anak-anak mereka, terutama sejak usia bayi (balita) hingga usia anak-anak. Ciri-ciri tersebut di atas bisa saja akan bertahan hingga usia dewasa, namun biasanya akan mengalami penurunan atau peningkatan sesuai perubahan perilaku dan emosi jiwa. Namun secara umum, ukuran kepala yang lebih besar, bentuk daun telinga, dahi dan kening yang lebar, dan tatapan mata akan
bertahan hingga usia dewasa.

..............................


CIRI-CIRI ANAK INDIGO


Posted on Wednesday 25 November 2009

MENURUT Erwin, anak indigo bisa ditandai cerdas dan kreatif. Dalam kondisi sudah melewati biru. Hanya saja, saat ia lahir,  jasmaninya kecil,tidak sematang mental dan spiritualnya. Ciri-ciri lain yang mudah dikenali adalah punya kemampuan spiritual
tinggi. Anak indigo kebanyakan bisa melihat sesuatu yang belum terjadi atau masa lalu. Bisa pula melihat makhluk atau materi-materi halus yang tidak tertangkap oleh indra penglihatan biasa.

“Kemampuan spiritual semacam itu masuk dalam wilayah ESP (extra-sensoryperception) alias indra keenam,” kataErwin. Menurutnya, kemampuan ESP bisa menjelajah ruang dan waktu.

Ketika tubuh anak indigo berada di suatu tempat, pada saat bersamaan, ia tahu apa yang terjadi di lokasi lain. Itulah yang disebut kemampuan menjelajah ruang.

Ketika dia bicara sekarang, tentang suatu peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang, ini yang disebut menjelajah waktu. Anak indigo biasanya banyak bertanya dan orangtuanya akan kewalahan menjawab. Umpamanya, kenapa harus begini, kenapa harus begitu. Dia
akan merasa heran untuk beberapa hal, yang dirasa tak masuk akal. “Kenapa harus sekolah berjam-jam? ”

Jika orangtua tak mengerti bahwa anaknya indigo, umumnya si anak cenderung memberontak, agresif, dan nakal.

Tak sedikit yang kemudian bentrok dengan kehendak orangtuanya. Jika orangtua masih otoriter membatasi aktivitas spiritual anak indigo, sianak pasti akan berontak. Karena itu, para orangtua mesti menjawab imperesi-imperesi yang dikemukakan si anak.


Definisi “anak indigo”, dikutip dari sebuah buku “Indigo Child” yang ditulis bersama Lee Carrol dan Jan Tober.

Dalam buku tersebut, ia menggunakan kata “indigo” untuk melukiskan semua anak-anak baru yang memasuki bumi. Tetapi, indigomenampakkan suatu sifat psikologis yang serba baru dan lain dari yang lain, serta punya perilaku-perilaku yang sangat berbeda
dengan sebagaian besar ketakjuban seperti sebelumnya. Mereka mempunyai keunikan yang sama, sehingga orang-orang yang saling berinteraksi dengan mereka perlu mengubah sikap dan menyesuaikan pola pendidikan anak-anak ini.

Berikut ini adalah 10 besar ciri khas “bocah Indigo” menurut Magnum dalam tulisan blognya :

1. Mereka mempunyai bau keturunan raja sejak lahir, dan kerap memanifestasikannya

2. Mereka memiliki rasa “ini adalah tempat saya semestinya”, dan akan merasasangat ganjl bila melihat orang lain tidak berpikir demikian

3. “Harga diri” bukan soal, mereka kerap memberitahu orang tua tentang “siapa mereka”

4. Mereka tidak akan melakukan hal yang spesifik, misalnya berbaris berurutan adalah suatu hal yang sulit bagi mereka

5. Terhadap hal yang kaku dan tidak memerlukan kreatifitas, ia merasa tidak terbiasa

6. Baik di rumah atau sekolah, biasanya mereka dapat menemukan cara kerja yang lebih baik, sehingga mereka dianggap sebagai perusak tata tertib yang sudah berjalan

7. Biasanya mereka introvert (menyembunyikan perasaan), merasa tidak ada orang di dunia ini yang dapat memahami mereka

8. Mereka tidak pernah pelit terhadap kebutuhan pribadi

9. Kemampuan “mata batin” mereka secara umum sangat kuat, bisa langsung mengetahui permainan orang dewasa

10. Mudah hanyut dalam kecanduan dan kebiasaan jelek lainnya.


Dalam The Care and Feeding of Indigo Children, Jan Tobler menyebutkan sedikitnya 10 ciri anak indigo.

1. Non-kompromisits terhadap sistem yang berlaku. Seringkali mereka menemukan cara-cara yang lebih tepat

2. Suka menyendiri. Kadang sulit untuk bersosialisasi

3. Datang ke dunia dengan perasaan ingin berbagi

5. Memahami betul hak eksistensi dirinya di dunia ini. Mereka justru heran jika ada yang menolaknya

6. Merasa dirinya bukanlah yang utama.

7. Sulit menerima otoritas mutlak tanpa alasan

8. Sulit menunggu giliran

9. Tidak menyukai hal-hal ritual. Atau hal-hal yang tidak memerlukan pemikiran kreatif

10. Tidak merespons aturan-aturan yang kaku (misalnya: tunggu sampai ayah pulang)

11. Tidak malu untuk meminta apa yang dibutuhkannya.


Selain itu, dalam buku The Indigo Children, Doreen Virtue, Ph.D, menyebutkan pula beberapa karakteristik untuk mengidentifikasi anak-anak berbakat khusus itu, yaitu: Sangat sensitif.

1. Energinya sangat berlebihan.

2. Mudah bosan.

3. Perlu orang dengan kondisi emosi yang lebih stabil dan nyaman untuk berada di sekelilingnya.

4. Mempunyai pilihan sendiri untuk belajar, terutama untuk membaca dan matematika.

5. Mudah frustrasi. Sebab, umumnya mereka mempunyai banyak ide, namun kurang sumber daya atau orang-orang yang dapat membantu mereka.

6. Belajar lewat cara eksplorasi.

7. Tidak bisa diam kecuali mereka menyatu dalam sesuatu hal yang sesuai dengan minatnya.

8. Mempunyai ketakutan seperti kehilangan atau ditinggal meninggal oleh orang yang dicintainya.

9. Jika pengalaman pertamanya mengalami kegagalan, mereka mungkin akan menyerah dan membuat blok pembelajaran secara permanen.

No comments have been added to this post yet.


.........................


Memahami Anak Indigo Dengan Mengenali Ciri dan Karakteristiknya



Posted 12 Februari 2011 by ghoshwritersyndicate in Hal Kesehatan dan Keluarga. Ditandai:anak indigo, ciri anak indigo, enerji tinggi, karakter anak indigo, otak kanan. Tinggalkan sebuah Komentar

Anak indigo adalah suatu konsep zaman baru (New Age) tentang anak-anak yang memiliki karakteristik berbeda dari anak-anak seusianya. Anak indigo memiliki sifat unik yang membedakan generasinya dengan generasi sebelumnya. Istilah indigo (biru gelap) ini
sebenarnya menunjukkan warna aura dalam warna kehidupan mereka. Selain itu, Indigo sendiri juga terkait dengan indra keenam yang terletak pada cakra mata ketiga.

Cakra ini dapat menggambarkan intuisi dan kekuatan batin yang luar biasa tajam yang melebihi kemampuan orang kebanyakan.

Kebanyakan dari anak indigo memiliki kelebihan dengan bakat yang luar biasa. Atau secara akademik mempunyai prestasi. Anak indigo juga mampu menunjukkan empati yang sangat dalam dan mudah merasa iba serta tampak bijaksana untuk anak seusianya.

Anak indigo yang lahir di dunia ini sebenarnya mempunyai pelbagai misi. Kebanyakan dari mereka biasanya akan jadi pengkritik suatu rencana yang salah. Selain itu mereka biasanya juga bertugas untuk meluruskan ketidakbenaran dan ketidaksamaan yang ada di
sekelilingnya.

Hal ini ditunjukkan dengan perilaku mereka yang tidak patuh, dan sering mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan sistem yang berlaku. ,

Anak indigo acap kali menunjukkan perilaku menentang terhadap suatu pemerintahan. Terkadang dia juga tidak patuh terhadap aturan atau adat yang ada. Disamping itu, anak indigo cenderung juga mengalami kesulitan dalam mengelola emosinya dan memiliki kepekaan tinggi (empati). Tidak jarang pula anak indigo menunjukkan sikap yang sangat dingin dan tidak mempunyai perasaan.

Karenanya, beberapa pihak lantas akan mencap anak indigo dengan indikasi gangguan ADD (attention deficit disorder). Bentuk perilaku

tersebut kadang-kadang menyebabkan kesulitan bagi anak-anak ini dalam melewati masa anak-anak, bahkan dalam melewati masa remaja.

Tugas seorang anak untuk menjadi anak indigo memang agak rumit, namun demikian kerumitan hidup ini harus tetap dijalani, sebab itu  merupakan suatu tugas dalam misi hidupnya. Anak indigo diyakini merupakan salah satu orang yang hadir dan diharap mampu membawa hal baru terhadap suatu kemajuan di bumi ini.



Adapun ciri-ciri anak indigo secara umum sebagai berikut;

Memiliki keinginan kuat dan berdedikasi tinggi untuk melakukan apa yang ada di pikirannya, dan cenderung kurang mematuhi kehendak orang tua.

Memiiki sikap bijaksana. Mempunyai tahap kesadaran dan kebersamaan yang melebihi pengalamannya.

Cenderung emosional dan reaksioner sehingga sering kali mereka memiliki permasalahan dengan kecemasan, depresi atau bahkan stress.

Kreatifitas pikir cukup tinggi dengan otak kanan yang lebih dominan dan aktif. Namun pada sisi lain tetap harus berusaha belajar menggunakan otak kirinya, terutama di sekolah.

Anak indigo sering diduga mengalami ADD ataupun ADHD, karena mereka kerap menunjukkan prilaku impulsive (otak mereka memproses informasi lebih cepat) dan mereka harus tetap bergerak agar selalu fokus.

Anak indigo sangatlah sensitif dan memiliki kemampuan untuk melihat atau mendengar sesuatu yang tidak dapat diindera oleh orang awam.

Anak indigo belajar secara visual dan kinestetik, mereka bisa mengingat apa yang terekam dalam otaknya dan menciptakan sesuatu dengan tangannya sendiri.

Apabila keinginannya tidak terpenuhi, maka dia merasa kesulitan dan menjadi self centered. Namun hal ini bukanlah sifat sebenarnya.

Anak indigo mempunyai potensi dan bakat yang luar biasa, namun dapat hilang begitu saja jika tidak sesuai dengan bentuk perawatannya.

Dalam menangani anak indigo ini, yang perlu diperhatikan adalah bahwa mereka memiliki masalah dalam mengelola emosi. Pada beberapa anak, hal ini disebabkan karena kecemasan, bisa juga karena prilaku obsesif kompulsif atau kepanikan yang berlebih (panic attack).

Penyebab lain muncul sehubungan dengan proses adaptasi yang mereka lakukan secara keras, untuk belajar dan memahami cara “tradisional” dalam kebiasaan rutin masyarakat pada umumnya. Akibatnya, kesulitan adaptasi tersebut terkadang membuat beberapa anak
indigo menunjukkan reaksi kemarahan, depresi, bahkan menyakiti diri sendiri secara berlebihan, bahkan tidak dapat dijelaskan secara logis dan menakutkan orang tuanya.

Anak indigo sebenarnya memiliki enerji getaran tinggi dengan pola menetap, yang kemudian ditunjukkan dengan aura warna indigo pada tubuhnya.

Getaran enerji tinggi ini menghasilkan perbedaan terhadap fungsi tubuh dan otak pada anak indigo. Manakal mengalami stress, anak indigo akan mengembangkan pengaturan dalam otak. Ada kalanya cara ini akan menghasilkan sesuatu yang dianggap berbahaya di kalangan pemikiran logis dan rasional, karena memunculkan reaksi emosional yang berlebih.

Untuk dapat memahami enerji dasar dan mampu mengamati keadaan enerji pada saat anak indigo sedang dalam keadaan tidak stabil, ada baiknya bagi orang tua untuk melibatkan terapis, terutama saat bekerja sama dengan anak ini. Diperlukan adanya pemahaman dasar
mengenai enerji dengan mengajarkan pada mereka cara melindungi diri. Hal lain yang tidak kalah penting yaitu dengan mengajar anak indigo dan orang tuanya mengenai teknik dalam menyeimbangkan enerji dan cara untuk mengurangi stres pada anak, sehingga anak tidak
terpengaruh pada enerji negatif.


Suka
Be the first to like this post.


...................

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar