Kamis, 29 September 2011

Jangan Jadi Orangtua Durhaka..

Jangan Jadi Orangtua Durhaka


by ('•. Dijalan Dakwah Kita Melangkah (Meraih Ridho Illahi) .•') on Monday, September 12, 2011 at 2:51pm




“dasar kamu anak durhaka”

hehe..dialog itu sering sekali terdengar di sinetron indonesia, tapi kali ini saya penasaran

bisakah orang tua jadi pihak yang durhaka?.

Nah lho ??

Tanya kenapa ???



Tulisan ini bukan saya buat supaya temen2 yang baca jadi mengukur-ngukur pernah ga didurhakai orang tua, hehe dan saya pun tidak bermaksud seperti itu, hanya saja saat pagi tadi memangku khaibar tiba2 terfikir, bisa saja saya yang pada akhirnya ga becus ngurus anak dan jadi orang tua durhaka. 
Hmm..jadi saya ingin mencari dan belajar bagaimana menjadi orang tua yang baik, dan inilah hasil pencarian saya setelah searching2 akhirnya ketemu beberapa hadist yang mungkin bisa jadi petunjuk agar kita tidak menjadi orang tua yang durhaka, 

pertama:
 

    Bertakwalah kepada Allah dan berlakulah adil terhadap anak-anakmu. (HR. Bukhari dan Muslim)

bertakwa kepada Allah, jelas itu kuncinya agar menjadi orang tua yang sabar, ikhlas dan tawakal dalam mengurus anak.


berlaku adil.. ya..kalau nanti punya anak lebih dari satu insyaallah saya akan berusaha untuk selalu berlaku
adil. Hmm..terdengar mudah tapi pasti akan sulit ya. Kebayang, apa yang menurut kita adil belum tentu adil buat anak kita. Hmm..ada yang sudah merasakan? hehe..jadi teringat pernah membahas definisi adil kepada anak dengan seorang sahabat, adil bukan berarti sama rata tapi sesuai porsinya..uang  jajan anak SD sama anak SMP kan gak bisa disamakan


selanjutnya:

    Seorang datang kepada Nabi Saw dan bertanya, ” Ya Rasulullah, apa hak anakku ini?” 
Nabi Saw menjawab,
“Memberinya nama yang baik, mendidik adab yang baik, dan memberinya kedudukan yang baik (dalam hatimu).” (HR. Aththusi).


Memenuhi haknya untuk mendapatkan nama yang baik. hmm.. Khaibar Dzulfaqar Mardhiyya…, insyaallah nama itu adalah nama yang penuh do’a dari saya dan suami saya, banyak harapan kami terukir disana. Bismillah, semoga Allah memperkenankan..aamiin.


Mendidik adab yang baik..hmm..mendidik etika, empati, dan kemampuan menempatkan diri, tentunya yang utama adalah adab-adab seorang muslim, seremeh apapun itu, adab bertamu misalnya.

Tahukah kalau mengetuk/mengucap salam tidak boleh lebih dari tiga kali? ya..hal-hal seperti itu mungkin ya?.


Dan memberinya kedudukan yang baik dalam hatimu..i heart youuu khaibaaar, insyaAllah..lalu apa kabar jika ada anak yang dibunuh oleh ibu kandungnya sendiri atas nama rasa malu karena hasil perbuatan tidak terpuji? ibu durhaka kah ia? jangankan menyimpan anaknya dihatinya hatipun tak punya sepertinya.. naudzubillah..


Dan dalam suatu majelis Rasulullah mengingatkan para sahabat-sahabatnya,
    “Hormatilah anak-anakmu dan didiklah mereka.

Allah ‘Azza wa Jalla memberi rahmat kepada seseorang yang membantu anaknya sehingga sang anak dapat berbakti kepadanya.”

Salah seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana cara membantu anakku sehingga ia dapat berbakti kepadaku?”
Nabi Menjawab, “Menerima usahanya walaupun kecil, memaafkan kekeliruannya, tidak membebaninya dengan beban yang berat, dan tidak pula memakinya dengan makian yang melukai hatinya.”


Menerima Usahanya walaupun kecil, subhanallah, ya, jadilah orang tua yang tidak sungkan mengucapkan “terima kasih” mungkin itu pesannya ya..

sekecil apapun kebaikan yang dilakukan anak kita penghargaan yang kita berikan mungkin akan membuatnya bisa melakukan hal yang lebih besar..

sebaliknya tidak menghargai usaha anak kita (yang kadang mungkin tidak kta sadari) menjadikan anak kita orang yang sama seperti perlakuan kita itu, kemungkinan besar ia dalam pergaulannya akan menjadi anak yang tidak bisa menghargai orang lain dan kitapun jatuh sebagai orang tua yang tidak memenuhi pesan Rasulullah ini..


Memaafkan kekeliruannya, belajar dari orangtua saya..ketika saya meminta maaf mereka berkata “bapak/ibu sudah

memaafkanmu sebelum kamu minta maaf” soo sweet sebagai timbal baliknya kitapun tidak boleh sungkan untuk mengakui

kesalahan kita dan meminta maaf pada anak bila kita memang bersalah..

miris mendengar teman berkata “selalu saja saya yang salah, sepertinya memang orang tua itu tidak pernah salah”

dan akhirnya bila ada kesalahan dia pun enggan untuk meminta maaf..


Tidak membebaninya dengan beban yang berat, hmm beban apa ya yang rasulullah maksudkan disini?
kalau dalam kekinian mungkinkah beban-beban macam target lulus kuliah (hehe) atau karir? atau, memaksakan anak diluar potensinya?
alhamdulillah, kuasa Allah dengan kebesaran dan keluasan ilmunya sekarang ada test sidik jari hehehe..

jadi kalau anak memang tidak berbakat matematika atau tidak pandai membuat karangan ya jangan dipaksa kalau potensinya bukan disana hehe..nyambung ga ya? hihi..



Dan tidak pula memakinya dengan makian yang menyakiti hatinya..
hmm..ya Allah jagalah lisan hamba dari memaki anak hamba..sekesal apapun hamba nanti jangan sampai hamba menyakiti hatinya..sebaliknya jadikanlah anak hamba anak yang shaleh sehingga tidak pernah membuat kesal ibunya

aammiiiin hehe bolehkan berdo’a seperti ini?


Dalam hadis Nabi SAW yang lain disebutkan,

Cintailah anak kalian dan sayangilah mereka! Jika kalian menjanjikan sesuatu untuk mereka, tepatilah janji itu
karena anak hanya melihat bahwa kalian memperlakukan mereka dengan baik.



Ya, janji..selalu tepatilah janji..
dulu saya pernah dijanjikan pergi ke gram*dia untuk beli buku ternyata tidak jadi..sedihnya luar biasa padahal saya sudah membayangkan bagaimana senangnya beli buku..walau sekarang sudah tidak sedih dan sakit hati lagi, tapi luar biasa ya..saya masih ingat kejadian saat saya umur 5 tahun ketika sekarang saya sudah hampir 25 tahun..masyaallah..



Rasulullah SAW bersabda,

    Didiklah anak kalian tentang tiga hal, cinta kepada nabi kalian, cinta kepada Ahlul Baitnya a.s., dan membaca Al-Qur’an.

Itu kunci utamanya, hal pertama yang harus kita kenalkan pada anak kita adalah Tuhannya Allah SWT..mengenalkan anak pada Tuhan secara tidak langsung mendidiknya untuk mematuhi semua perintah nya dan menjauhi segala maksiat dan hal-hal yang dilarang Tuhan nya..



sebenarnya masih banyak hadist2 lain tentang bagaimana memperlakukan anak sesuai dengan fitrahnya dan sesuai pengan perintah Allah dan sunah Rasulullah.. baru ketemu segini saja sudah linu saja rasanya pundak ini..

ya Rabbana..sulit tidak mudah ternyata menjadi orang tua..

semoga saya bisa menjadi bunda yang baik untuk khaibar anak saya dan semoga suami saya bisa menjadi ayah yang

baik untuknya, dan semoga khaibar (dan adik-adiknya kelak, insyaallah) menjadi anak yang shaleh..aamiin

wallahu’alam bi shawab

*tulisan dibawah hadist itu bukan maksud menafsirkan hadist lho ya..cuma itu lintasan2 fikiran saya saat membaca hadist tersebut..hadist2 tersebut saya kutip karena akan saya jadikan panduan menjadi orang tua yang baik..
( walau saya belum jadi orangtua sihhh ) insyaallah..dan mungkin bisa berguna juga buat yang membaca..

aamiin


http://id-id.facebook.com/notes/-dijalan-dakwah-kita-melangkah-meraih-ridho-illahi-/jangan-jadi-orangtua-durhaka/236169476433974

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar