Kamis, 29 September 2011

Jangan Jadi Orangtua Durhaka..

Jangan Jadi Orangtua Durhaka


by ('•. Dijalan Dakwah Kita Melangkah (Meraih Ridho Illahi) .•') on Monday, September 12, 2011 at 2:51pm




“dasar kamu anak durhaka”

hehe..dialog itu sering sekali terdengar di sinetron indonesia, tapi kali ini saya penasaran

bisakah orang tua jadi pihak yang durhaka?.

Nah lho ??

Tanya kenapa ???



Tulisan ini bukan saya buat supaya temen2 yang baca jadi mengukur-ngukur pernah ga didurhakai orang tua, hehe dan saya pun tidak bermaksud seperti itu, hanya saja saat pagi tadi memangku khaibar tiba2 terfikir, bisa saja saya yang pada akhirnya ga becus ngurus anak dan jadi orang tua durhaka. 
Hmm..jadi saya ingin mencari dan belajar bagaimana menjadi orang tua yang baik, dan inilah hasil pencarian saya setelah searching2 akhirnya ketemu beberapa hadist yang mungkin bisa jadi petunjuk agar kita tidak menjadi orang tua yang durhaka, 

pertama:
 

    Bertakwalah kepada Allah dan berlakulah adil terhadap anak-anakmu. (HR. Bukhari dan Muslim)

bertakwa kepada Allah, jelas itu kuncinya agar menjadi orang tua yang sabar, ikhlas dan tawakal dalam mengurus anak.


berlaku adil.. ya..kalau nanti punya anak lebih dari satu insyaallah saya akan berusaha untuk selalu berlaku
adil. Hmm..terdengar mudah tapi pasti akan sulit ya. Kebayang, apa yang menurut kita adil belum tentu adil buat anak kita. Hmm..ada yang sudah merasakan? hehe..jadi teringat pernah membahas definisi adil kepada anak dengan seorang sahabat, adil bukan berarti sama rata tapi sesuai porsinya..uang  jajan anak SD sama anak SMP kan gak bisa disamakan


selanjutnya:

    Seorang datang kepada Nabi Saw dan bertanya, ” Ya Rasulullah, apa hak anakku ini?” 
Nabi Saw menjawab,
“Memberinya nama yang baik, mendidik adab yang baik, dan memberinya kedudukan yang baik (dalam hatimu).” (HR. Aththusi).


Memenuhi haknya untuk mendapatkan nama yang baik. hmm.. Khaibar Dzulfaqar Mardhiyya…, insyaallah nama itu adalah nama yang penuh do’a dari saya dan suami saya, banyak harapan kami terukir disana. Bismillah, semoga Allah memperkenankan..aamiin.


Mendidik adab yang baik..hmm..mendidik etika, empati, dan kemampuan menempatkan diri, tentunya yang utama adalah adab-adab seorang muslim, seremeh apapun itu, adab bertamu misalnya.

Tahukah kalau mengetuk/mengucap salam tidak boleh lebih dari tiga kali? ya..hal-hal seperti itu mungkin ya?.


Dan memberinya kedudukan yang baik dalam hatimu..i heart youuu khaibaaar, insyaAllah..lalu apa kabar jika ada anak yang dibunuh oleh ibu kandungnya sendiri atas nama rasa malu karena hasil perbuatan tidak terpuji? ibu durhaka kah ia? jangankan menyimpan anaknya dihatinya hatipun tak punya sepertinya.. naudzubillah..


Dan dalam suatu majelis Rasulullah mengingatkan para sahabat-sahabatnya,
    “Hormatilah anak-anakmu dan didiklah mereka.

Allah ‘Azza wa Jalla memberi rahmat kepada seseorang yang membantu anaknya sehingga sang anak dapat berbakti kepadanya.”

Salah seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana cara membantu anakku sehingga ia dapat berbakti kepadaku?”
Nabi Menjawab, “Menerima usahanya walaupun kecil, memaafkan kekeliruannya, tidak membebaninya dengan beban yang berat, dan tidak pula memakinya dengan makian yang melukai hatinya.”


Menerima Usahanya walaupun kecil, subhanallah, ya, jadilah orang tua yang tidak sungkan mengucapkan “terima kasih” mungkin itu pesannya ya..

sekecil apapun kebaikan yang dilakukan anak kita penghargaan yang kita berikan mungkin akan membuatnya bisa melakukan hal yang lebih besar..

sebaliknya tidak menghargai usaha anak kita (yang kadang mungkin tidak kta sadari) menjadikan anak kita orang yang sama seperti perlakuan kita itu, kemungkinan besar ia dalam pergaulannya akan menjadi anak yang tidak bisa menghargai orang lain dan kitapun jatuh sebagai orang tua yang tidak memenuhi pesan Rasulullah ini..


Memaafkan kekeliruannya, belajar dari orangtua saya..ketika saya meminta maaf mereka berkata “bapak/ibu sudah

memaafkanmu sebelum kamu minta maaf” soo sweet sebagai timbal baliknya kitapun tidak boleh sungkan untuk mengakui

kesalahan kita dan meminta maaf pada anak bila kita memang bersalah..

miris mendengar teman berkata “selalu saja saya yang salah, sepertinya memang orang tua itu tidak pernah salah”

dan akhirnya bila ada kesalahan dia pun enggan untuk meminta maaf..


Tidak membebaninya dengan beban yang berat, hmm beban apa ya yang rasulullah maksudkan disini?
kalau dalam kekinian mungkinkah beban-beban macam target lulus kuliah (hehe) atau karir? atau, memaksakan anak diluar potensinya?
alhamdulillah, kuasa Allah dengan kebesaran dan keluasan ilmunya sekarang ada test sidik jari hehehe..

jadi kalau anak memang tidak berbakat matematika atau tidak pandai membuat karangan ya jangan dipaksa kalau potensinya bukan disana hehe..nyambung ga ya? hihi..



Dan tidak pula memakinya dengan makian yang menyakiti hatinya..
hmm..ya Allah jagalah lisan hamba dari memaki anak hamba..sekesal apapun hamba nanti jangan sampai hamba menyakiti hatinya..sebaliknya jadikanlah anak hamba anak yang shaleh sehingga tidak pernah membuat kesal ibunya

aammiiiin hehe bolehkan berdo’a seperti ini?


Dalam hadis Nabi SAW yang lain disebutkan,

Cintailah anak kalian dan sayangilah mereka! Jika kalian menjanjikan sesuatu untuk mereka, tepatilah janji itu
karena anak hanya melihat bahwa kalian memperlakukan mereka dengan baik.



Ya, janji..selalu tepatilah janji..
dulu saya pernah dijanjikan pergi ke gram*dia untuk beli buku ternyata tidak jadi..sedihnya luar biasa padahal saya sudah membayangkan bagaimana senangnya beli buku..walau sekarang sudah tidak sedih dan sakit hati lagi, tapi luar biasa ya..saya masih ingat kejadian saat saya umur 5 tahun ketika sekarang saya sudah hampir 25 tahun..masyaallah..



Rasulullah SAW bersabda,

    Didiklah anak kalian tentang tiga hal, cinta kepada nabi kalian, cinta kepada Ahlul Baitnya a.s., dan membaca Al-Qur’an.

Itu kunci utamanya, hal pertama yang harus kita kenalkan pada anak kita adalah Tuhannya Allah SWT..mengenalkan anak pada Tuhan secara tidak langsung mendidiknya untuk mematuhi semua perintah nya dan menjauhi segala maksiat dan hal-hal yang dilarang Tuhan nya..



sebenarnya masih banyak hadist2 lain tentang bagaimana memperlakukan anak sesuai dengan fitrahnya dan sesuai pengan perintah Allah dan sunah Rasulullah.. baru ketemu segini saja sudah linu saja rasanya pundak ini..

ya Rabbana..sulit tidak mudah ternyata menjadi orang tua..

semoga saya bisa menjadi bunda yang baik untuk khaibar anak saya dan semoga suami saya bisa menjadi ayah yang

baik untuknya, dan semoga khaibar (dan adik-adiknya kelak, insyaallah) menjadi anak yang shaleh..aamiin

wallahu’alam bi shawab

*tulisan dibawah hadist itu bukan maksud menafsirkan hadist lho ya..cuma itu lintasan2 fikiran saya saat membaca hadist tersebut..hadist2 tersebut saya kutip karena akan saya jadikan panduan menjadi orang tua yang baik..
( walau saya belum jadi orangtua sihhh ) insyaallah..dan mungkin bisa berguna juga buat yang membaca..

aamiin


http://id-id.facebook.com/notes/-dijalan-dakwah-kita-melangkah-meraih-ridho-illahi-/jangan-jadi-orangtua-durhaka/236169476433974

Rabu, 28 September 2011

PERJALANAN HIDUP MANUSIA..

http://www.facebook.com/pages/KISAHKU-TRUE-STORY/358042856285



Dari Ibn Mas’ud, dari Rasulullah Saw, beliau bersabda: “Tidak akan masuk sorga, seseorang yang di dalam hatinya ada sebijih atom dari sifat sombong”.
Seorang sahabat bertanya kepada Nabi Saw: “Sesungguhnya seseorang menyukai kalau pakainnya itu indah atau sandalnya juga baik”.
Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Swt adalah Maha Indah dan menyukai keindahan.

Sifat sombong adalah mengabaikan kebenaran dan memandang rendah manusia yang lain” [HR Muslim]

"Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran,
(yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk.
Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaaan Rabbnya, mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan;

orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik)". (QS. Ar-Ra'ad : 19-22)

"Ya Allah, karuniakanlah untuk kami rasa takut kepadaMu yang dapat menghalangi kami dari bermaksiat kepada-Mu, dan (karuniakanlah untuk kami) ketaatan kepada-Mu yang dapat menyampaikan kami kepada surga-Mu, serta (karuniakanlah untuk kami) keyakinan hati yang dapat meringankan kami dari berbagai cobaan dunia."

Amin Allahuma Amin.


http://www.facebook.com/notes/kisahku-true-story/perjalanan-hidup-manusia/10150387963242069


PERJALANAN HIDUP MANUSIA

 

by "KISAHKU" (TRUE STORY) on Monday, September 26, 2011 at 8:07am


Kehidupan manusia merupakan perjalanan panjang, penuh liku-liku, dan melalui tahap demi tahap. Bermula dari alam arwah, alam rahim, alam dunia, alam barzakh, sampai pada alam akhirat yang berhujung pada tempat persinggahan terakhir bagi manusia, syurga atau neraka. Al-Qur’an dan Sunnah telah menceritakan setiap tahap dari perjalanan panjang manusia itu.

Al-Qur’an diturunkan Allah swt. kepada Nabi Muhammad saw. berfungsi untuk memberikan pedoman bagi umat manusia tentang perjalanan (rihlah) tersebut. Suatu rihlah panjang yang akan dilalui oleh setiap manusia, tanpa terkecuali. Manusia yang diciptakan Allah swt. dari tidak ada menjadi ada akan terus mengalami proses panjang sesuai rencana yang telah ditetapkan Allah swt.


Rasulullah saw. semakin mengokohkan tentang kisah rihlatul insan. Disebutkan dalam beberapa haditsnya. “Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau orang yang sedang musafir” (HR Bukhari). Dalam hadits lain: ”Untuk apa dunia itu bagiku? Aku di dunia tidak lebih dari seorang pengendara yang berteduh di bawah pohon, kemudian pergi dan meninggalkannya” (HR At-Tirmidzi).



1. Alam Arwah

Manusia merupakan makhluk terakhir yang diciptakan Allah swt. setelah sebelumnya Allah telah menciptakan makhluk lain seperti malaikat, jin, bumi, langit dan seisinya. Allah menciptakan manusia dengan dipersiapkan untuk menjadi makhluk yang paling sempurna. Karena, manusia diciptakan untuk menjadi khalifah (pemimpin) di muka bumi dan memakmurkannya.


Persiapan pertama, Allah mengambil perjanjian dan kesaksian dari calon manusia, yaitu ruh-ruh manusia yang berada di alam arwah. Allah mengambil sumpah kepada mereka sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an: Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (Al A’raf: 172).


Dengan kesaksian dan perjanjian ini maka seluruh manusia lahir ke dunia sudah memiliki nilai, yaitu nilai fitrah beriman kepada Allah dan agama yang lurus. Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Ar-Ruum: 30). Rasulullah saw. bersabda: “Setiap anak dilahirkan secara fitrah. Maka kedua orang tuannya yang menjadikan Yahudi atau Nashrani atau Majusi.” (HR Bukhari)




2. Alam Rahim

Rihlah pertama yang akan dilalui manusia adalah kehidupan di alam rahim: 40 hari berupa nutfah, 40 hari berupa ‘alaqah (gumpalan darah), dan 40 hari berupa mudghah (gumpalan daging), kemudian ditiupkan ruh dan jadilah janin yang sempurna. Setelah kurang lebih sembilan bulan, maka lahirlah manusia ke dunia.


Allah swt. berfirman: “Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setitis mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” (Al-Hajj: 5)


Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya seseorang dari kamu dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya 40 hari nutfah, kemudian ‘alaqoh selama hari yang sama, kemudian mudghoh selama hari yang sama. Kemudian diutus baginya malaikat untuk meniupkan ruh dan ditetapkan 4 kalimat; ketetapan rezeki, ajal, amal, dan sengsara atau bahagia.” (HR Bukhari dan Muslim)


Seluruh manusia di dunia apapun keadaan sosialnya diingatkan tentang awal kejadiannya yang berasal dari benda yang hina, yaitu sperma lelaki dan sel telur wanita. Manusia sebelumnya belum dikenal, belum memiliki kemuliaan dan kehormatan. Lalu apakah manusia akan bangga, congkak, dan sombong dengan keadaan sosial yang dialami sekarang jika mereka mengetahui asal mereka?

Setelah mencapai 6 bulan sampai 9 bulan atau lebih, dan persyaratan untuk hidup normal sudah lengkap, seperti pancaindra, akal, dan hati, maka lahirlah manusia ke dunia. Belum mengenal apa-apa dan tidak memiliki apa-apa.




3. Alam Dunia

Di dunia perjalanan manusia melalui proses panjang. Dari mulai bayi yang hanya minum susu ibu lalu tubuh menjadi kanak-kanak, remaja dan baligh. Selanjutnya menjadi dewasa, tua dan diakhiri dengan meninggal dunia. Proses ini tidak berjalan sama antara satu orang dengan yang lainnya. Kematian akan datang saat tiba-tiba saja untuk menjemput manusia dan tidak mengenal usia. Sebagian meninggal saat masih bayi, sebagian lagi saat masa kanak-kanak, sebahagian yang lain ketika sudah remaja dan dewasa, sebahagian lainnya ketika sudah tua.


Di dunia inilah manusia bersama dengan jin mendapat taklif (tugas) dari Allah, yaitu ibadah. Dan dalam menjalani taklifnya di dunia, manusia dibatasi oleh empat dimensi; dimensi tempat, yaitu bumi sebagai tempat beribadah; dimensi waktu, yaitu umur sebagai sebuah kesempatan atau target waktu beribadah; dimensi potensi diri sebagai modal dalam beribadah; dan dimensi pedoman hidup, yaitu ajaran Islam yang menjadi landasan amal.


Allah Ta’ala telah melengkapi manusia dengan pedoman hidup agar dalam menjalani hidupnya di muka bumi tidak tersesat. Allah telah mengutus rasulNya, menurunkan wahyu Al-Qur’an dan hadits sebagai penjelas, agar manusia dapat mengaplikasikan pedoman itu secara jelas tanpa keraguan. Sayangnya, banyak yang menolak dan ingkar terhadap pedoman hidup tersebut. Banyak manusia lebih memperturutkan hawa nafsunya dan tidak menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup, akhirnya mereka sesat dan menyesatkan.


Maka, orang yang bijak adalah orang yang senantiasa mengukur keterbatasan-keterbatasan dirinya untuk sebuah produktifitas yang tinggi dan hasil yang membahagiakan. Orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang senantiasa sedar bahwa detik-detik hidupnya amat berharga dan perlu digunakan untuk beramal shalih. Kehidupannya di dunia sangat terbatas dan kita tidak boleh menggunakan untuk hal-hal yang sia-sia apalagi perbuatan yang dibenci (makruh) dan haram.


Dunia dengan segala kesenangannya merupakan tempat ujian bagi manusia. Apakah yang dimakan, dipakai, dan dinikmati sesuai dengan aturan Allah swt. atau menyimpang dari ajaran-Nya? Apakah segala kemudahan yang diperoleh manusia dimanfaatkan sesuai mengikut perintah Allah atau tidak? Dunia merupakan medan ujian bagi manusia, bukan medan untuk pemuas kesenangan nafsu.

Rasulullah saw. memberikan contoh bagaimana hidup di dunia. Ibnu Mas’ud menceritakan bahwa Rasulullah saw. tidur diatas tikar, ketika bangun ada bekasnya. Maka kami bertanya: “Wahai Rasulullah saw., bagaimana kalau kami sediakan untukmu kasur.” Rasululah saw. bersabda: “Untuk apa (kesenangan) dunia itu? Hidup saya di dunia seperti seorang pengendara yang berteduh di bawah pohon, kemudian pergi dan meninggalkannya.” (HR At-Tirmidzi)


Perjalanan hidup manusia di dunia akan berakhir dengan kematian. Mereka akan meninggalkan segala sesuatu yang telah dikumpulkannya. Semua yang dikumpulkan oleh manusia tidak akan berguna, kecuali amal shalihnya berupa sedekah yang mengalir, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shalih. Kematian adalah penghancur kelezatan dan gemerlapnya kehidupan dunia. Kematian bukanlah akhir kesudahan manusia, bukan pula tempat istirahat yang panjang. Tetapi, kematian adalah akhir dari kehidupannya di dunia dengan segala yang telah dipersembahkannya dari amal perbuatan untuk kemudian melakukan rihlah atau perjalanan hidup berikutnya.


Bagi orang beriman, kematian merupakan salah satu peringkat dalam kehidupan yang panjang. Batas akhir dari kehidupan dunia yang pendek, sementara, melelahkan, dan menyusahkan untuk menuju akhirat yang panjang, kekal, menyenangkan, dan membahagiakan. Di surga penuh dengan kenikmatan yang belum pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dan belum terlintas oleh pikiran manusia. Sementara bagi orang kafir, berupaya menghindar dari kematian dan ingin hidup di dunia 1.000 tahun lagi. Tetapi, sikap itu adalah sia-sia. Karena, kematian pasti akan datang menjemputnya.

4. Alam Barzakh

Alam berikutnya manusia akan memasuki alam kubur atau alam barzakh. Di sana mereka tinggal sendirian. Yang akan menemaninya adalah amal mereka sendiri. Kubur adalah taman dari taman-taman syurga atau lembah dari lembah-lembah neraka. Manusia sudah akan mengetahui nasibnya ketika mereka berada di alam barzakh. Apakah termasuk ahli syurga atau ahli neraka. Jika seseorang menjadi penghuni syurga, maka dibukakan baginya pintu syurga setiap pagi dan petang. Hawa syurga akan mereka rasakan. Sebaliknya jika menjadi penghuni neraka, pintu neraka pun akan dibukakan untuknya setiap pagi dan petang dan dia akan merasakan hawa panas neraka.


Al-Barra bin ’Azib menceritakan hadits yang panjang yang diriwayat Imam Ahmad tentang perjalanan seseorang setelah kematian. Seorang mukmin yang akan meninggal dunia disambut ceria oleh malaikat dengan membawa kafan syurga. Kemudian datang malaikat maut duduk di atas kepalanya dan memerintahkan ruh yang baik untuk keluar dari jasadnya. Selanjutnya disambut oleh malaikat dan ditempatkan di kain kafan surga dan diangkat ke langit. Penduduk langit dari kalangan malaikat menyambutnya, sampai di langit terakhir bertemu Allah dan Allah memerintahkan pada malaikat: “Catatlah kitab hambaku ke dalam ’illiyiin dan kembalikan kedunia.” Maka dikembalikan lagi ruh itu ke jasadnya dan datanglah dua malaikat yang bertanya: Siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Siapa lelaki yang diutus kepadamu? Siapa yang mengajarimu? Hamba yang beriman itu dapat menjawab dengan baik. Maka kemudian akan diberi alas dari syurga, mendapat kenikmatan di kubur dengan selalu dibukakan baginya pintu syurga, dilapangkan kuburnya, dan mendapat teman yang baik dengan wajah yang baik, pakaian yang baik, dan aroma yang baik. Lelaki itu adalah amal perbuatannya.


5. Alam Akhirat

Dan rihlah berikutnya ialah kehidupan di hari akhirat dengan segala rinciannya. Kehidupan hari akhirat didahului dengan terjadinya Kiamat, berupa kerusakan total seluruh alam semesta. Peristiwa setelah kiamat adalah padang mahsyar, yaitu seluruh manusia dari mulai nabi Adam as. sampai manusia terakhir dikumpulkan dalam satu tempat. Saat itu matahari sangat dekat jaraknya sekitar satu mil, sehingga mengalirlah keringat dari tubuh manusia sesuai dengan amalnya. Ada yang sampai pergelangan kaki, ada yang sampai lutut, ada yang sampai pusat, ada yang sampai dada, bahkan banyak yang tenggelam dengan keringatnya.


Dalam keadaan yang berat ini manusia berbondong-bondong mendatangi para nabi untuk meminta pertolongan dari kesulitan yang maha berat itu. Tetapi semuanya tidak ada yang dapat menolong. Dan terakhir, hanya Rasulullah saw. yang dapat menolong mereka dari kesulitan mahsyar. Rasulullah saw. sujud di haribaan Allah swt. di bawah Arasy dengan memuji-muji-Nya. Kemudian Allah swt. berfirman: “Tegakkan kepalamu, mintalah niscaya dikabulkan. Mintalah syafaat, pasti diberikan.” Kemudian Rasululullah saw. mengangkat kepalanya dan berkata: “Ya Rabb, umatku.” Dan dikabulkanlah pertolongan tersebut dan selesailah mahsyar untuk kemudian melalui proses berikutnya.


Peristiwa berikutnya adalah hisab (perhitungan amal) dan mizan (timbangan amal) bagi manusia. Ada yang mendapatkan proses hisab dengan cara susah-payah karena dilakukan dengan sangat teliti dan rinci. Sebagian yang lain mendapatkan hisab yang mudah dan hanya sekadar formalitas. Bahkan sebagian kecil dari orang beriman bebas hisab.


Di antara pertanyaan yang akan diberikan pada manusia di hari Hisab terkait dengan masalah prinsip dalam hidupnya. Rasulullah saw. bersabda: “Tidak akan melangkah kaki anak Adam di hari kiamat sehingga ditanya 5 hal di sisi Allah: tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang masa mudanya untuk apa digunakan, tentang hartanya dari mana mencarinya, dan ke mana menginfakkannya, dan apa yang diamalkan dari ilmunya.” (HR At-Tirmidzi). Di masa ini juga dilakukan proses qishash, orang yang dizhalimi meng-qishash orang yang menzhalimi.


Kejadian selanjutnya manusia harus melalui titian shirat, yaitu sebuah jembatan yang sangat tipis dan mengerikan karena di bawahnya neraka jahanam. Semua manusia akan melewati jembatan ini dari mulai yang awal sampai yang akhir. Shirat ini lebih tipis dari rambut, lebih tajam dari pedang, dan terdapat banyak kala jengking. Kemampuan manusia melewati jembatan itu sesuai dengan amalnya di dunia. Ada yang lewat dengan cepat seperti kecepatan kilat, ada yang lewat seperti kecepatan angin, ada yang lewat seperti kecepatan burung, tetapi banyak juga yang berjalan merangkak, bahkan ramai manusia jatuh ke dalam neraka jahanam.


Bagi orang-orang yang beriman, akan minum telaga Rasulullah saw. yang disebut Al-Kautsar. Rasulullah saw. bersabda: “Telagaku seluas perjalanan sebulan, airnya lebih putih dari susu, aromanya lebih wangi dari misik, dan gayungnya sebanyak bintang di langit. Siapa yang meminumnya, maka tidak akan pernah haus selamanya.” (Muttafaqun ‘alaihi)


6. Syurga dan Neraka

Pada tahap yang terakhir dari rihlah manusia di hari akhir adalah sebagian mereka masuk syurga dan sebagian masuk neraka. Syurga tempat orang-orang bertakwa dan neraka tempat orang-orang kafir, munafik dan fasik. Kedua tempat tersebut sekarang sudah ada dan disediakan. Bahkan, syurga sudah rindu pada penghuninya untuk siap menyambut dengan sebaik-baiknya sambutan. Neraka pun sudah rindu dengan penghuninya dan siap menyambut dengan hidangan neraka. Al-Qur’an dan Sunnah telah menceritakan syurga dan neraka secara detail. Penyebutan ini agar menjadi pelajaran bagi kehidupan manusia tentang persinggahan akhir yang akan mereka diami.


Neraka adalah tempat yang penuh dengan siksaan. Percikan apinya jika diletak di dunia dapat membakar semua penghuni dunia. Minuman penghuni neraka adalah nanah dan makanannya zaqum (buah berduri). Manusia di sana tidak hidup karena penderitaan yang luar biasa, dan juga tidak mati karena jika mati akan hilang penderitaannya. Di neraka manusia itu kekal abadi.


Orang-orang beriman akan mendapatkan syurga dan kain sutra karena kesabaran mereka. Dalam syurga mereka duduk-duduk bersandar di atas dipan, tidak merasakan panas teriknya matahari dan dingin yang sangat. Mereka dinaungi pohon-pohon syurga dan buahnya sangat mudah untuk dipetik. Mereka juga mendapatkan bejana-bejana dari perak dan piala-piala minuman yang sangat bening. Mereka akan minum minuman syurga yang rasanya sangat nikmat yang didatangkan dari mata air surga bernama Salsabila. Di syurga juga ada banyak sungai yang berisi beraneka macam minuman, sungai mata air yang jernih, sungai susu, sungai khamr, dan sungai madu.


Penghuni syurga akan dilayani oleh anak-anak muda yang jika dilihat sangat indah bagaikan mutiara yang bertaburan. Syurga yang penuh dengan kenikmatan dan kerajaan yang besar. Orang beriman di syurga memakai pakaian sutra halus berwarna hijau dan sutra tebal, juga memakai gelang terbuat dari perak dan emas. Allah swt. memberikan minuman kepada mereka minuman yang bersih.

Dan yang tidak kalah nikmatnya iaitu isteri-isteri dan bidadari syurga. Mereka berwarna putih bersih berseri, bermata bulat, suci dan belum pernah disentuh oleh manusia dan jin.


Puncak dari segala kenikmatan di syurga adalah melihat Pencipta Seluruh Alam iaitu Allah S.W.T yang Maha Agung, Yang Maha Berkuasa, Yang Maha Pencipta dan Yang Maha Mulia. Segala puji-puji hanya untuk Allah S.W.T. (Janganlah kita mencoba untuk membayangkan Allah S.W.T. kerana nanti kita akan disesatkan oleh Iblis dan Syaitan).

Allah S.W.T akan memasukkan hamba–Nya ke dalam syurga dengan rahmat-Nya, dan syurga adalah puncak dari rahmat-Nya. Allah Ta’ala akan memasukan hamba-Nya ke dalam rahmat (syurga) berdasarkan rahmat-Nya juga. Disebutkan dalam hadits shahih: “Sesungguhnya Allah Ta’ala memiliki 100 rahmat. Diturunkan (ke dunia) satu rahmat untuk jin, manusia, dan binatang. Dengan itu mereka saling simpati dan kasih sayang. Dengan satu rahmat itu pula binatang buas menyayangi anaknya. Dan Allah swt. menyimpan 99 rahmat bagi hamba-Nya di hari kiamat.” (Muttafaqun alaihi) .


Maka, memang pasti nikmat syurga itu jauh lebih baik dari apa yang dibayangkan oleh manusia. Rasulullah saw. bersabda: “Allah swt. berkata, “Aku telah siapkan bagi hambaKu yang shalih sesuatu yang belum dilihat mata, belum didengar telinga, dan belum terlintas pada hati manusia” (Muttafaqun ‘alaihi).

Apakah kita hanya akan berpuas hati dengan mengejar satu rahmat Allah yang dibagi-bagi untuk seluruh penduduk dunia, sementara kita melalaikan 99 rahmat Allah yang disimpan untuk hari akhirat?

Renungkanlah..........

Sumber: Islam dan Iman.


Minggu, 22 Mei 2011

kepada teman...1

..........

i ll keep quoting this for you;
only for you.....

be nice; Brother.....; have a good life; better; nicer...

gw ada doa buat kamu hayati tiap kali kamu selesai sholat;

**mohon hidup yang mudah;
mohon hidup yang baik.....
mohon hidup yang adil.............

tanamkan doa itu tiap kali dalam langkah2 hidupmu.....

semoga ini bisa mempermudah hidupmu;
melembutkan hatimu;....melunakkan jiwamu....




kamu tau di dzolimi itu sakit;
tapi kamu juga balas mendzolimi...

ini bagaikan lingkaran setan yg tak akan kunjung berhenti....

sampai kapanpun yg didzolimi gk akan rela;
bisa jadi sepanjang hidup namamu di sebut2 dalam doa sbg pihak yg jahat...
dan Tuhan juga tidak tidur.....


kamu tau;
doa org yg didzolimi itu makbul;..dijawab oleh Nya...
akan lebih mudah bila ini terjadi dari satu sisi;
tapi ini saling timpal.....

aku aja ikut pusing baca nya...

mungkin hidup yg kamu hadapi begitu berat....

sebaiknya;
buatlah menjadi lebih mudah......
dari mu;
mulailah bersikap lebih mudah memandang dunia;
lebih enteng; lebih ringan.....

dunia ini bangkai Teman;
untuk apa kamu memperebutkannya.....

banyak2 istighfar......
ingat2 lah kematian;
agar menghindarkanmu dari dendam dan dosa.....

benahi hatimu;
benahi jiwamu;
benahi dirimu...

lepaskanlah semua beban2 itu..
lepaskan semua dendam2 itu......


be free.......

jadikan dirimu pribadi baru yg bisa melangkah ringan dan maju tanpa beban2 lalu ......
Tuhan telah menuntunmu utk mejadi lebih baik;
bnyk yg ikut membantu......
maka;
jadilah menjadi yg lebih baik dari yg dulu.....

berfikirlah hanya utk ke depan;
jgn mengacu ke masa lalu.....akan membuatmu meng orek2 bangkai yg telah busuk.......

setan2 akan tertawa keras melihatmu berhasil diperdayainya....

kamu suka itu?
kamu suka membantu setan?....

think again.....

kamu rajin solat kan;
ngaji?..

mulailah dalami isi2 dari ajaran Nya...
agar membuatmu lebih dalam;
lebih faham;
lebih mengerti.....
dan mensyukuri banyk hal2 yg udh kamu lewatkan.....

Tuhan begitu cinta pada kamu;
kamu mgkn bahkan tdk menyadarinya...
karena begitu sibuk dgn dendam2 mu..........

ttg ibumu;
iklaskan kepergiannya......
beliau telah bahagia di alam sana;
alam penantian; tanpa dendam; tanpa kejahatan2 ;
tanpa penghianatan; tanpa keburukan2......

beliau di sana ditemani amalan2 baik yg telah dijalaninya semasa di dunia......
juga cinta nya yg begitu dalam pada mu;
juga pada keluarga yg lain....

dia tau rasa cinta mu yg bgitu besar pada nya.....
pahami itu untuk selalu mengantarkanmu melangkah dalam hari2 mu...

dia sudah bahagia di sana Teman;
syukuri itu....
cinta Tuhan begitu besar;...menyelamatkan ibumu dari derita2 yg lebih bnyk selama hidup di dunia......

lihatlah dunia ini dgn lebih ringan; lebih mudah...
sadari cinta kasih ibu mu selalu membasahi hati; jiwa dan diri mu menjalani teriknya hidup di dunia ini...

jadikan itu sebagai kekuatan;
kamu tidak sendiri....; kamu tau itu....

ok;
jadilah manusia yg baru;
yg lebih ringan melangkah;
lebih mudah........

buang semua beban2 dari masa lalu..
tatalah hidupmu yg baru....

kalo perlu hijrah/ pindah dari tempat lamamu;
agar kamu bisa membenahi hidupmu yg adalah **sekarang dan nanti**;
bukan masa lalu......

ok;
pesan gw;
hayati doa yg diatas itu tiap saat ya Teman;
hayati dalam2 pada hati mu;
pada jiwamu

insya Allah semuanya bisa menjadi lebih mudah;
lebih ringan.......

dunia ini sementara;
untuk apa kamu begitu ngotot memperebutkannya;
dan ber main2 dgn dendam.....

tinggalkan semua;
mulai yg baru;...yg baik...

dan ibu mu bisa memandangmu dgn bangga dan penuh cinta dari atas sana.....
dia bangga pernah melahirkan kamu;
dia bangga kamu bisa selalu melakukan kebaikan2.......

kendalikan dirimu;
kendalikan hatimu;
kendalikan nafsumu;.....yg ini bisa menjerumuskanmu makin dalam....


salam...... 



............

Sabtu, 21 Mei 2011

Lima Elemen Unsur / Wu Xing

Lima Elemen Unsur / Wu Xing

Peramal kuno di Cina membuat siklus 60 tahunan, kecenderungan yang memiliki kemiripan antara perbintangan Barat dan Timur. Dalam siklus ini, setiap rentang waktu 60 tahun merupakan salah satu dari tiga bagian yang ada dalam “Great Solar Cycle” selama 180 tahun. Hal ini juga senilai dengan jumlah tahun yang dibutuhkan untuk memberikan Elemen kepada setiap kedua belas Shio yang ada (5 x 12 = 60).

Oleh karena itu, seni kuno ini sering dianggap sebagai perpaduan antara matematika dan ilmu pengetahuan. Elemen juga memberikan lapisan tambahan dari arti setiap shio yang ada. Elemen Air, Api, Logam, Kayu, dan Tanah memberikan penjelasan yang lebih terang lagi dari karakteristik binatang dalam shio. Orang Cina percaya bahwa segala sesuatu yang nyata di dunia ini, baik itu yang terlihat maupun tidak, bisa dikategorikan sebagai air, kayu, api, tanah atau logam.

Siklus dari lima elemen atau dikenal dengan Wu Xing adalah salah satu konsep yang penting dalam pengobatan tradisional Cina, analisa nasib dan feng shui. Kamu perlu tahu hubungan dari kelima elemen ini dan bagaimana mereka saling mempengaruhi satu sama lain. Gemintang.com membahas mengenai Shio dan Feng Shui, untuk itu ada baiknya kamu mengetahui apakah jenis elemen yang kamu miliki.



LogamUnsur Logam melambangkan sifat kaku dan keras sesuai dengan tingkat maksimal dalam shio mereka. Orang-orang yang berada dalam unsur ini dituntun oleh perasaan yang kuat dan akan mengejar tujuan mereka dengan tekun dan tanpa ragu. Didukung oleh tekad mereka, mereka mampu terus berusaha untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Biasanya mereka ambisius dan tidak tergoyahkan dalam keyakinan mereka.
Orang-orang ini tidak dapat dengan mudah diombang-ambingkan atau dipengaruhi untuk mengubah suatu jalan yang telah mereka tentukan, meskipun oleh kesulitan, kemunduran atau kegagalan. Seberapapun keteguhan dan kegigihan yang mereka miliki sesuai dengan karakteristik shio mereka, mereka yang dilahirkan dengan unsur logam justru akan diperkuat oleh unsur Logam yang ada.

Unsur Logam cenderung memilih memecahkan masalah yang dihadapi sendiri dan tidak akan menghargai campur tangan atau bantuan yang tidak mereka harapkan. Mereka memiliki tujuan, melancarkan jalan serta mewujudkan cita-cita mereka tanpa bantuan dari pihak lain. Mereka memiliki naluri yang kuat tentang keuangan dan materi, dan akan menggunakannya untuk mendukung jiwa mandiri serta selera mereka yang tinggi terhadap kemewahan, kemakmuran dan kekuasaan. Akan tetapi mereka kadang juga mengalami kesulitan menyesuaikan diri dengan keadaan yang tidak lagi dapat dikendalikan atau diterima oleh jalan pikiran mereka yang teguh.

Agar dapat benar-benar efektif, unsur Logam perlu berkompromi dan tidak terlalu berpegang pada prinsip. Sering kali, mereka bersikap terlalu kaku dan teguh pada pendapat sendiri sehingga dapat merusak suatu hubungan yang baik hanya karena orang lain tidak mau memenuhi atau menyesuaikan diri dengan keinginan mereka.

AirUnsur Air mempunyai kemampuan besar untuk berkomunikasi dan melaksanakan ide-ide yang ada dengan cara mempengaruhi orang lain untuk mewujudkannya. Mereka mencapai keinginannya dengan menunjukkan dan memanfaatkan bakat serta kemampuan orang lain. Mereka akan lebih dikendalikan oleh perasaan, namun hal ini akan tergantung dengan shio yang mereka miliki. Meskipun demikian, pendekatan mereka tidak pernah membuat orang lain merasa telah dimanfaatkan.
Mereka memiliki bakat dan naluri yang tinggi dalam menebak hal-hal yang akan menjadi penting dan berpotensi di masa depan. Sesuai dengan karakteristik Air, mereka menyingkirkan penghalang terbesar dengan tenang disertai usaha yang terus-menerus atau konsisten. Mereka berbakat dalam membuat orang menginginkan apa yang ingin mereka capai — dengan kata lain, mendorong daripada memaksa orang untuk melakukan suatu tindakan. Salah satu sisi negatif adalah terlalu mudah terbawa lingkungan atau cenderung untuk memilih jalan termudah. Ciri terburuk mereka adalah dapat bersikap labil dan pasif atau terlalu menggantungkan diri pada orang lain.

Karena naluri mereka yang peka terhadap perasaan orang dan suasana lingkungan, mereka berubah-ubah seperti unsur yang mewakilinya. Agar dapat berhasil, mereka harus bersikap lebih meyakinkan dan menggunakan kemampuan persuasif mereka yang besar untuk mewujudkan ide-ide mereka. Orang lain semestinya dengan suka rela akan mengikuti naluri mereka.

KayuUnsur Kayu melambangkan moral yang tinggi dan rasa percaya diri yang tinggi. Mereka berbakat dalam membagi dan memisahkan berbagai masalah dalam kategori yang benar agar sesuai dengan tujuan. Sifat maju dan murah hati yang mereka miliki memungkinkan mereka dalam melaksanakan proyek-proyek besar, perkembangan jangka panjang dan rencana atau penelitian ilmiah yang strategis. Minat mereka juga sangat luas dan beragam, dan kemampuan untuk bekerja sama akan mendukung mereka untuk melakukan hal-hal dalam skala besar.
Mereka mampu meyakinkan orang lain untuk bekerja sama dengan mereka. Mereka melakukan perluasan dengan cepat dalam berbagai bidang kapan saja terdapat kesempatan, karena mereka menginginkan perkembangan yang terus menerus dan tindakan pembaharuan. Mereka mau membagi keuntungan yang mereka dapatkan dengan orang-orang yang pantas mendapatkannya. Niat baik mereka, serta pengertian yang dalam terhadap cara berpikir dan cara kerja orang lain dapat mendukung mereka ke posisi yang sangat menguntungkan. Biasanya mereka dengan mudah mendapatkan bantuan dan biaya dari orang-orang yang membutuhkan kemampuan mereka untuk mengubah informasi dan ide menjadi keuntungan.

Kelemahan terbesar untuk mereka yang lahir dalam Unsur Kayu adalah, mereka cenderung terlalu banyak mengerjakan seorang diri hingga yang akhirnya tidak mampu menyelesaikan apa yang telah mereka mulai. Rencana-rencana mereka dapat mengalami kegagalan atau mereka dapat berpindah dari satu proyek ke yang lain tanpa hasil yang memuaskan.

ApiUnsur Api akan menunjukkan bakat-bakat kepemimpinan yang tinggi; cepat mengambil keputusan dan percaya pada diri sendiri. Mereka adalah motivator yang baik dan mampu mewujudkan ide-idenya, karena mereka lebih agresif dibanding orang lain yang lahir di bawah shio yang sama. Mereka menggemari petualangan dan inovasi, akibatnya mereka selalu siap melaksanakan ide-ide baru dan akan berusaha mendominasi orang lain dengan kreatifitas, keaslian serta kemampuannya dalam menanggung resiko.
Mereka memiliki semua ketentuan untuk menjadi pemenang utama, asalkan mereka mau menghargai pandangan dan mendengarkan pendapat orang lain sebelum melakukan suatu tindakan. Mereka seharusnya mengembangkan sifat sebagai pendengar yang baik dan mengendalikan kecenderungan mereka untuk bersikap impulsif. Banyak dari orang-orang api yang juga cenderung untuk terlalu berani dalam mengemukakan pendapatnya.

Seperti unsurnya, Api, mereka selalu menarik orang lain menuju kehangatan dan kecerdasan mereka, dan dapat menguntungkan orang-orang yang bekerja sama dengan mereka. Meskipun demikian, mereka harus mampu mengendalikan emosi, karena ambisi dan niat mereka yang menggebu-gebu dapat memperbesar sifat egois mereka hingga mereka bersikap sembrono dan tidak sabaran bila keinginan mereka tidak terwujud. Makin banyak seorang api berusaha mewujudkan keinginannya dengan kekuatan atau kekerasan, makin sering pula ia menghadapi perlawanan dan kesulitan. Mereka juga dapat bersikap sembrono dan menyebabkan kerusakan yang besar bila mereka gagal mengontrol dan mengarahkan energi mereka dengan tepat.

TanahUnsur tanah lebih memperhatikan tujuan-tujuan praktis daripada impian. Mereka memiliki pemikiran yang luar biasa dan menyukai tujuan yang nyata. Dengan visi mereka serta kemampuan untuk mengorganisasi, mereka adalah perencana dan pengelola yang efektif. Mereka akan menggunakan segala potensi yang mereka temukan secara optimal dan cenderung bijaksana dan teliti dalam masalah keuangan. Mereka cerdas dan obyektif dalam menuntun orang lain untuk mewujudkan tujuan yang telah direncanakan dengan matang. Pada umumnya mereka adalah orang-orang yang serius dan metodis dalam cara kerja dan dapat mengorganisasi dan menjalankan segala jenis bisnis yang menuntut pengelolaan yang tegas. Mereka dapat diandalkan untuk memikul tanggung jawab mereka secara mengagumkan, dan dapat mendisiplinkan diri sendiri secara efektif.

Mereka adalah orang-orang yang akan mempertanggungjawabkan pendapat mereka dan memiliki alasan-alasan bagi segala hal yang mereka lakukan. Meskipun mereka mungkin bertindak dengan perlahan, namun biasanya mencapai hasil yang memuaskan dan bertahan lama. Mereka yang termasuk dalam unsur ini umumnya konservatif dan berhati-hati. Kelemahan mereka adalah kurangnya daya khayal, terlalu egois, dan menyukai gaya hidup rutinitas.


..............

Jumat, 20 Mei 2011

Tentang Ilmu...

Allah Ta’ala berfirman: 
 
  • Aku sesuai dengan persangkaan hamba Ku kepada Ku,
  • Aku bersamanya (dengan ilmu dan rahmat) bila dia ingat Aku. 
  • Jika dia mengingat Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diri Ku.
  • Jika dia menyebut nama Ku dalam suatu perkumpulan, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih baik dari mereka.
  • Bila dia mendekat kepada Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta.
  • Jika dia mendekat kepada Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa.
  • Jika dia datang kepada Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat”.

(HR. Al-Bukhari 8/171 dan Muslim 4/2061. Lafazh hadits ini riwayat Al-Bukhari.)

***** >>>>>


ILMU PENGETAHUAN adalah:

****wilayah spiritual untuk memahami siapa diri kita sesungguhnya...

............ 

Karakter Dasar Manusia Juz 24

Karakter Dasar Manusia Juz 24

Selain penguasaan pada variabel Al-Qur’an, khususnya yang terdapat pada format 18 baris, dalam mengurai karakter manusia dengan menggunakan metode struktur Al-Qur’an diperlukan data yang bersifat empiris.
Data empiris bisa diperoleh dengan banyak mengamati dan berinteraksi secara langsung dengan orang-orang yang mempunyai juz berbeda-beda.

Boleh dikatakan, menjalin silaturahmi antar juz memegang peranan yang tidak kalah penting dalam mengupas karakter secara akurat.

Sebagaimana biasa, variabel pertama yang kita jadikan acuan untuk mengulas karakter manusia adalah Surah. Surah yang ke 24 adalah An-Nuur yang berarti cahaya.
Cahaya mempunyai sifat menerangi ruang yang berada disekelilingnya, namun ada sekat-sekat tertentu dimana ia tidak bisa menembusnya. Orang yang membawa karakter juz 24 selalu cenderung untuk peduli pada lingkungannya.

Jika ia mengalami peristiwa yang baik dalam kehidupannya, maka ia akan berusaha mengajak dan mempengaruhi orang lain untuk meniti jejaknya.

Begitu pula sebaliknya jika mengalami sesuatu yang buruk, maka ia akan berusaha menjauhkan orang-orang yang disekelilingnya untuk tidak melakukan apa yang telah dilakukannya.
Bisa menerangi lingkungan sekitarnya, belum tentu untuk dirinya sendiri. Jika mempunyai masalah pribadi, justru ia merasa kalut dan bingung. Dengan kata lain ia akan kesulitan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.

Surah An-Nuur memiliki jumlah ayat 64. Sedangkan surah ke-64 adalah At Taghabuun, Yang dinampakkan kesalahan. Orang juz 24 jeli melihat kesalahan orang lain.
Negatifnya, ia juga paling bisa untuk melihat kejelekan seseorang. Dalam bahasa populernya, ia suka “ngecengin” orang.
Surah pertama yang terdapat pada juz 24 adalah Az Zumar[39], yang berarti rombongan-rombongan. Jelas, orang yang membawa karakter juz 24 menyukai sosialisasi dengan lingkungannya, dengan kata lain ia sosok yang supel dan familiar.

Entah mengapa, setiap orang yang berada didekatnya serasa telah mengenalnya lama, padahal baru kenal. Begitu pula kepedulian sosialnya juga tinggi.

Az Zumar pada juz 24, dimulai dari ayat 32 sampai 75, jadi total 44 ayat yang merujuk pada surah Ad-Dukhaan [QS.44] dalam urutan surah Al-Qur’an. Ad Dukhan berarti asap. Artinya orang yang berjuz 24 pandai menutupi apa yang menjadi keinginannya. Ia memang susah ditebak.
Banyak hal yang bisa dijadikan rujukan untuk menjelaskan karakter juz 24 berkenaan dengan kabut / asap. Diantaranya adalah, kewaspadaan. Seorang juz 24 senantisa waspada dalam melihat kondisi dia berada.
Ia termasuk orang yang antisipasif. Setiap gerak seseorang tidak akan luput dari pengamatannya. Jadi terkesan ia mudah curiga dengan seseorang. Orang juz 24 juga termasuk lihai dalam menyembunyikan kesalahan atau kekurangan yang ada pada dirinya.
Surah berikutnya, Al Mukmin [QS.40], yang berarti orang yang beriman. Pada edisi yang lalu telah kita bahas tentang satu kata yang bentuk mufrad (tunggal) dan jamaknya menjadi nama surah Al-Qur’an, yaitu Al-Mukminun [QS.23] dan Al-Mukmin [QS.40].

Orang yang berjuz 24 mudah percaya terhadap orang lain. Selain itu, ia juga menyukai sesuatu yang berbau spiritual. Secara spiritual, ia juga mempunyai kepekaan yang lumayan tinggi. Ia model orang yang tidak hanya pandai berbicara, tapi pandai pula bekerja.

Ayat Al-Mukmin yang berada pada juz 24 dimulai dari ayat 1 sampai 85, sehingga total 85 ayat. Kemudian angka 85 disubtitusikan menjadi urutan surah Al-Qur’an yang jatuh pada surah Al-Buruuj [QS.85] yang bermakna gugusan bintang. Orang yang berjuz 24 suka berangan-angan. Selain itu, bicaranya juga tinggi.
Surah yang terakhir adalah Fusshilat [QS.41], yang berarti dijelaskan atau diperinci. Orang yang membawa karakter juz 24 dalam menerima atau belajar sesuatu harus jelas dan rinci.

Terkadang ia lambat dalam memahami sesuatu bila tidak dijelaskan secara terperinci dan mendetail. Namun bila sudah ia pahami, ia akan susah melupakan hal itu.

Dimulai dari ayat 1 sampai 46, jadi total 46 ayat. Surah ke 46 yaitu Al Ahqaaf, yang artinya bukit-bukit pasir. Biasanya bukit pasir mudah berpindah dari suatu tempat ke tempat yang lain mengikuti angin yang menerpanya.
Tidak jauh beda dengan orang yang membawa karakter juz 24, ia mudah terbawa dan terpengaruh suasana dan memang secara psikologis, ia labil.
Disisi lain, meski sepertinya ia mudah mengikuti “arus” layaknya tidak punya pendirian, namun itulah strategi dia untuk melihat dan belajar. Begitulah cara dia berkamuflase.

Berdasarkan Tanda ‘Ain
‘Ain 1
Angkanya adalah 1 (otak), 10 (perut, pencernaan), 4 (tulang, rangka). Dari kombinasi ketiga angka tersebut dapat dipahami bahwa orang yang membawa karakter juz 24 selalu berpikir runtut atau sistematis.
Selain itu, ia adalah tipe orang yang normatif dalam berpikir. Artinya ia setuju dengan hasil-hasil pemikiran yang sudah mapan, karena ‘ain 1 masih berkaitan dengan ‘ain 20 yang berarti aturan main. Namun sayangnya, ia tipe orang yang mengikuti mod termasuk dalam masalah berpikir.
Namun, karena pengaruh ‘ain 20 ini membuatnya setiap aturan yang dimilikinya harus juga diikuti oleh orang lain.

‘Ain 2
Angkanya adalah 2 (mata, pandangan), 11 (tali rasa, perasaan), 5 (tangan, penanganan). Kolaborasi angka-angka tersebut membuat orang yang berjuz 24 mudah tersentuh dengan apa yang dilihatnya dan selalu ingin berbuat sesuatu untuk menyikapinya.
Ia juga tipe orang yang kurang tegas dalam melihat sebuah permasalahan. Ia cenderung melihat bahkan terfokus pada kaitan permasalahan yang sedang dihadapinya dengan masalah yang lain dan lupa dengan masalah inti. Hal ini bisa dimaklumi, karena ‘ain 2 berhubungan dengan ‘ain 21 yang berarti pemikiran ulang.
Kaitan ‘ain 39 dengan ‘ain 2 mempengaruhi cara pandangnya dalam memandang sebuah persoalan. Baginya, persoalan yang sedang terjadi, tak lepas dari kaitan dan sebab akibat dari persoalan yang lain.

‘Ain 3
Angkanya adalah 3 (THT), 11 (tali rasa, perasaan), 6 (syaraf, hukum). Perpaduan tiga angka tersebut merupakan isyarat bahwa orang yang berjuz 24 tak hanya mudah tersentuh dengan apa yang dilihatnya, apa yang didengarnya pun bisa membuat perasaannya tersentuh. Dengan kata lain, ia tipe orang yang mudah berempati terhadap orang lain.
Dalam berbicara, ia selalu melihat situasi dan kondisi, tidak asal bicara. Dalam hal ini, perasaanya yang bermain. Dengan bergabungnya ‘ain 22 dengan ‘ain 3, pembicaraanya pun terarah dan mengacu pada tujuan tertentu dan tidak ngalor ngidul.

Sisi lainya, ia termasuk orang yang berbicara sekehendak hatinya. Terkadang gaya bicaranya yang ceplas-ceplos bisa menyinggung perasaan orang lain bila tidak mengenal dia dengan baik.

‘Ain 4
Angkanya adalah 4 (tulang, rangka), 7 (paru), 7 (sistem respirasi). Bertaliannya ‘ain 4 dengan ‘ain 7 dua kali membuktikan bahwa orang yang berjuz 24 dalam menyusun kerangka berfikir ia sangat membutuhkan masukan dari beberapa pihak.
Secara psikologis, ia tipe orang yang tidak bertele-tele dan tidak pula banyak mempunyai rencana. Untuknya, apa yang ada dihadapannya, itulah yang dilakukannya.
Dari sini, kelihatan kalau ia bukan seorang yang gemar berolah pikir. ‘Ain 4 masih berkaitan erat dengan ‘ain 23. Artinya Ia juga orang yang selalu ingin diperhatikan.

‘Ain 5
Angkanya adalah 5 (tangan), 5 (penanganan), 8 (darah, jantung). Terulangnya ‘ain 5 dua kali merupakan penegasan bahwa orang yang berjuz 24 tidak banyak bicara. Ia lakukan segera apa yang ada di depan mata.
‘Ain 5 masih berhubungan dengan ‘ain 24. Dalam melakukan sesuatu, ia pandai mencari kaitan dengan permasalahan yang lain sehingga semakin lengkap. Namun, tak jarang justru membuatnya repot sendiri.

Berdasarkan Halaman
Taktis
Taktis, dapat dipahami dengan menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 1 sampai 6 pada juz 24 yaitu berjumlah 65 ayat.
Kalau kita konversikan kedalam urutan surah Al-Qur’an maka kita akan mendapatkan surah At-Thalaaq [QS.65] yang artinya talak. Surah ini merupakan isyarat bagaimana menghadapi orang yang membawa karakter juz 24.

Sesuai dengan artinya, menghadapinya harus tegas namun bertahap sebagaimana talak yang tegas dan tidak boleh main-main dan terbagi menjadi beberapa tahapan, raj’i 1, raj’l 2, dan talak bain kubra (talak 3), mengingat karakternya yang labil dan mudah berubah, maka harus dipakai pendekatan yang sedikit agak frontal.

Pengaruh surah ini membuatnya menjadi seorang yang tegas dan tidak bermain-main dalam mengambil sikap atau keputusan. Apalagi keputusan tersebut sudah jatuh pada “talak tiga”.
Jumlah ayat dari surah Ath ThalaAq adalah 12 ayat. ‘Ain ke-12 ini memilki arti ambisi, motifasi dan nafsu. Hal inilah yang membuatnya menjadi seorang yang temperamental.
Negatif/Positif
Negatif/Positif, didapat dengan menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman berikutnya yaitu 7 sampai 13 yang berjumlah 79. Surah yang ke 79 adalah An Naazi’aat, artinya malaikat pencabut. Orang yang membawa karakter juz 24 ketika tidak menyukai sesuatu maka ia akan selamanya tidak menyukainya.
Baginya, pantang untuk mencabut apa yang sudah menjadi keputusannya. “Sekali pedang terhunus pantang untuk disarungkan” itulah ungkapan yang tepat baginya.

Jalan Keluar
Jalan keluar, dapat diketahui dengan menghitung ayat yang terdapat pada halaman 14 dan 15, yaitu total 22 ayat. Al Hajj merupakan surah yang ke 22 yang artinya haji.
Dalam metode struktur Al-Qur’an, Al Hajj dimaknai sebagai titik puncak, tujuan, dan target. Hal ini berdasarkan posisi haji yang menempati urutan terakhir (klimaks, puncak) rukun islam.
Bisa jadi, ini merupakan sebuah petunjuk bagi orang yang berjuz 24 dalam menyelesaikan masalahnya. Artinya ia harus mempunyai dan membuat target tertentu untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaannya. Baginya segala sesuatu harus sempurna

Al Hajj berjumlah ayat 78. Surah ke-78 adalah An Nabaa, artinya berita besar. Ia juga memiliki kemampuan untuk membuat berita yang sederhana menjadi sesuatu yang luar biasa. Sebaliknya, ia juga mudah terpengaruh oleh berita besar yang tidak jelas asal-usulnya.

Dasar.
Dasar, merupakan jumlah ayat pada halaman terakhir juz 24, yaitu berjumlah 9 ayat. Surah ke 9 adalah At Taubah (pengampunan).
Pada dasarnya, orang yang berjuz 24 tipe orang yang lapang dada. Sekalipun orang telah berbuat tidak baik padanya, ia tetap bisa memakluminya dan memaafkannya.
Namun, jangan sekali-kali membuat kesalahan padanya. Bila itu terjadi, jangankan untuk menyapa, melihat pun ia enggan.

Kelemahan Fisik
Kelemahan fisik orang yang membawa karakter juz 24 terletak pada organ mata dan tulang atau rangka. Bagian tubuh lain yang rentan terkena gangguan kesehatan adalah persendian (syaraf) dan tangan.
Ia tipe orang yang tidak bisa bekerja kasar atau terlalu berat. Ia mudah terserang pegal pegal atau capek, terutama pada bagian lengan sebelah kiri dan pada bagian tungkai atau kaki.

Kelemahan
Temperamental, suka membentuk seseorang sesuai dengan kehendaknya, Terlalu peduli pada orang lain dan kurang memikirkan dirinya sendiri, tidak menerima dan melakukan sesuatu sebelum jelas sehingga terkesan rewel, suka mencela kekurangan seseorang.

Kelebihan
Tegas, pantang menarik omongan, familiar dan supel serta pandai pergaul, empati dan kepedulian sosial tinggi, pandai menutupi kelemahan.

sumber : Khalifah Edisi 28/Tahun II/2006

obat hati...

 ..................

...penyakit itu banyak yg datang nya dari penyakit hati;...yg lalu menjalar menjadi penyakit fisik/ psikis....(psikosomatis)....


cuma;
banyak org yg tak mau dan tak menyadarinya lalu sekedar beralih ke kebendaan dan obat2 an utk mencari penyembuhannya..... 



di mataku itu wujud lain dari kemusyrikan........;...pemujaan kepada benda dan kebendaan;...
melupakan esensi kita sebagai jiwa/ spirit/ energi/ nur / cahaya yang  jauh lebih kekal dan abadi....
yang berhubungan langsung dengan Sang pemilik Cahaya.......

 dan beralih pada wujud fisik yang jauh lebih terlihat yg semata fana dan tak kekal....;sesuatu yang instan dan mudah dibeli.....




kalo kita lebih tau dan lebih paham kedudukan dan posisi kita sebagai hamba/ mahluk di hadapan Sang Pencipta; 

lebih faham sebegitu dekat nya posisi NYA terhadap kita mahluk Nya....
maka segala penyakit fisik dan psikis itu lebih mudah sembuh....

kalo Anda Muslim;
akan lebih baik lebih mendalami makna2 dzikir dan coba diajarkan ke ibu yg sedang sakit itu;
Insya Allah bisa sedikit meredakan;
yg berujung pada penyembuhan....

akan lebih baik kamu juga ikut serta dalam proses itu;
berdzikir sambil kamu elus bagian tubuh ibu mu yg sakit;
dzikirmu kamu niatkan ke sana.......

jangan salah;
saya pernah kena sakit begitu berat;
namun saya tidak mengandalkan dokter dan obat2 an;

saya cuma mengandalkan Yang Di Atas;
dzikir etc dan makan minum yg sehat; minum madu dan susu.....
juga dibantu doa ibu....
setelah sekian waktu;....berujung pada peredaan dan penyembuhan.... 




tapi kamu juga kudu sadar;
inti nya ada pada kepercayaan ; keyakinanmu; niat baik;iktikad baik; dan penghambaan mu kepada Nya;...
keyakinan mu kepada Nya...


bila kamu tak pernah sadari itu;sama juga nonsense....


ortu juga sudah saya ajarkan ttg itu;
cuma sbg senior bagi beliau saya mungkin cuma sepele;
dia lebih mengandalkan obat2 an dan materi.... 


dan tidak pernah mau menyadari cobaan sakit itu untuk lebih mendekatkan baginya kepada keberadaan Sang Kuasa....

ya namanya senior;
sebagai anak lalu kena cap yg tak baik; semacam menggurui....; paling buruk durhaka....



ada kalanya sebagai anak juga punya sisi kebenaran;
karena punya lebih bnyk akses ttg hal2 yg positif dan lurus....
namun lalu di cap salah karena mereka/ ortu  tidak lebih dulu tau atau memang  tidak mau tahu....



kalo pernah liat acara Ustad Danu di TPI pagi; acara BENGKEL HATI...
ada banyak hal2 benar yg dia ungkapkan tentang penyakit2 itu....


sementara iTu dulu aja ya Bos;


ttg yg ngaku2 anak tentara;
better be wiser....; u grew up anyway...


tak baik membenturkan 2 institusi yg sama2 menjaga negara itu...
udh banyk berita2 anarki di antara institusi2 itu....
banyak korban org2 yg tak bersalah.......

better be prepared well..................

mereka juga bekerja menjalankan tugasnya;
dan kamu nggak pake helm.....



ok............