Rabu, 16 November 2011

Sepuluh Arti Senyuman :)

Sepuluh Arti Senyuman :)


Jumat, September 02, 2011


sudahkah anda senyum untuk hari ini?...

Senyum yang tulus, datang dari hati yang tulus
Suatu senyum yang ikhlas dan menceriakan adalah suatu ibadah.


Tersenyumlah! karena senyum itu tidak mahal.

Senyum terjadi hanya sekejap, tetapi kenangannya kadang berlangsung selamanya.



1. Senyum membuat Anda lebih menarik.

Orang yg byk tersenyum memiliki daya tarik.
Orang yg suka tersenyum membuat perasaan orang disekitarnya nyaman dan senang.

Orang yg selalu merengut, cemberut, mengerutkan kening, dan menyeringai membuat orang-orang disekeliling tidak nyaman..
Dipastikan orang yg banyak tersenyum memiliki banyak teman.


2. Senyum mengubah perasaan

Jika Anda sedang sedih, cobalah tersenyum.
Senyuman akan membuat perasaan menjadi lebih baik.

Menurut penelitian, senyum bisa memperdayai tubuh sehingga perasaan berubah..


3. Senyum menular
Ketika seseorang tersenyum, ia akan membuat suasana menjadi lebih riang.

Orang disekitar Anda pasti akan ikut tersenyum dan merasa lebih bahagia


4. Senyum menghilangkan stres

Stres bisa terlihat di wajah.
Senyuman bisa menghilangkan mimik lelah, bosan, dan sedih.

Ketika anda stres,ambil waktu untuk tersenyum.
Senyuman akan mengurangi stres dan membuat pikiran lebih jernih.


5. Senyum meningkatkan imunitas.

Senyum membuat sistem imun bekerja lebih baik.
Fungsi imun tubuh bekerja maksimal saat seseorang merasa rileks.

Menurut penelitian, flu dan batuk bisa hilang dengan senyum.


6. Senyum menurunkan tekanan darah

Tidak percaya? Coba Anda mencatat tekanan darah saat anda tidak tersenyum dan catat lagi tekanan darah saat anda tersenyum saat diperiksa.

Tekanan darah saat Anda tersenyum pasti lebih rendah.


7. Senyum melepas endorphin, pemati rasa alamiah, dan serotonin

Senyum ibarat obat alami.

Senyum bisa menghasilkan endorphin,pemati rasa alamiah, dan serotonin.
Ketiganya adalah hormon yg bisa mengendalikan rasa sakit.


8. Senyum membuat awet muda

Senyuman menggerakkan banyak otot .
Akibatnya otot wajah terlatih sehingga anda tidak perlu melakukan face lift.

Dijamin dengan banyak tersenyum Anda akan terlihat lebih awet muda.


9. Senyum membuat Anda kelihatan sukses

Orang yg tersenyum terlihat lebih percaya diri,terkenal, dan bisa diandalkan.

Pasang senyum saat rapat atau bertemu dengan klien.
Pasti kolega Anda akan melihat Anda lebih baik.


10. Senyum membuat orang berpikir positif.

Coba lakukan ini : pikirkan hal buruk sambil tersenyum. Pasti susah.

Penyebabnya, ketika Anda tersenyum,tubuh mengirim sinyal "hidup adalah baik".

Sehingga saat tersenyum, tubuh menerimanya sebagai anugerah


Senyum menciptakan kebahagiaan di sekitar kita,

Senyum adalah ketenangan bagi kegelisahan, keceriaan bagi yang kecil hati dan kegembiraan bagi yang sedih.

Senyum tidak bisa di beli, karena senyuman adalah sesuatu yang tidak berguna bagi siapapun sampai senyum itu diberikan..


Jika kalian harus menemui seseorang yang terlalu letih untuk memberimu senyuman. Berikan satu senyuman yang tulus untuk mereka.
Karena tidak ada yang lebih membutuhkan senyuman daripada orang - orang yang tidak mempunyai senyuman lagi untuk deberikan..

Sebuah senyuman akan selalu diterima, karena senyuman akan membuka pintu dan hati seperti anak kunci.

Berikan setiap senyummu untuk semua orang, karena satu senyuman memberikan keceriaan pada semua orang


sekian Posting dari Hajsmy Blog semoga bermanfaat
mulai sekarang dan seterusnya mari kita senyum kepada semua orang
tunjukan senyum ikhlas mu


Sumber : http://www.hajsmy.us/2011/09/10-arti-se ... z1dTPIvqrK


......Sebuah senyuman akan selalu diterima, karena senyuman akan membuka pintu dan hati seperti anak kunci.

Berikan setiap senyummu untuk semua orang, karena satu senyuman memberikan keceriaan pada semua orang
.....

Sepuluh Nasehat Bijak Einstein Tentang Hidup Sukses

Sepuluh Nasehat Bijak Einstein Tentang Hidup Sukses

Tak perlu bersiap-siap mengernyitkan kening, kita hanya akan membahas ringan tentang filosofi hidup singkat Einstein.

Tidak ada Fisika, nuklir, atau hal-hal jenius lainnya. Hanya hal kecil tapi sering terlupakan, padahal berpengaruh besar terhadap kehidupan kita. Apa saja nasehat bijak Einstein? Yuk kita lihat.


1. Buntuti Terus Rasa Ingin Tahu Anda

    "Saya bukan memiliki bakat khusus. Hanya selalu menikmati rasa ingin tahu saja."

Membaca kutipan Einstein di atas membuat kita bertanya-tanya. Seperti apa rasa ingin tahu itu? Saya selalu bertanya-tanya mengapa ada orang sukses, sementara banyak lainnya gagal?

Karena itu banyak-banyaklah menghabiskan banyak waktu membaca banyak bahan. Mencari tahu koneksi berbagai hal terhadap kata 'sukses'. Mengejar jawaban rasa ingin tahu Anda adalah kunci rahasia kesukesan.


2. Tekun itu Tak Ternilai

    "Saya bukannya pintar, boleh dikatakan hanya bertahan lebih lama menghadapi masalah."
Bayangkan seekor kura-kura di tengah rimba gunung, sementara dia ingin menuju pantai. Atau, apakah Anda setekun tunas mangga terus-menerus bertumbuh, berkembang sehingga akhirnya berbuah?

Ada ungkapan bagus yang popular di kalangan pegawai pos, 'Selembar prangko menjadi bernilai hanya karena ketika dia menempel pada surat hingga mengantarnya sampai ke tujuan'. Jadilah seperti prangko, selesaikan apa yang sudah Anda mulai.


3. Fokus pada saat ini.

    "Seorang pria yang bisa menyetir dengan aman sementara mencium gadis cantik, sebenarnya tidak memberi penghargaan yang layak untuk ciumannya itu."

Einstein kok ngomongin tentang ciuman ya? Ah, itu kan hanya istilah saja, Tapi saya ingin cerita tentang kejadian ketika sesorang menjaga kebun duren di kebun.

Begitu banyak kera seperti menunggu si penjaga lengah dan menyikat durian ranum di atas pohon. Kemudian seorang lainnya berkata, bahwa Anda tak akan bisa menembak dua kera sekaligus.

Pengertian yang bisa disimpulkan atas kata-kata tersebut adalah, 'Seseorang bisa melakukan banyak hal, tapi bukan semua hal sekaligus'.

Belajar untuk 'berada di sini, saat ini', berikan perhatian kepada apa yang sedang Anda kerjakan. Energi terfokus adalah sumber kekuatan. Itulah perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan.


4. Imaginasi adalah kekuatan

    "Imaginasi adalah segalanya. Imaginasi adalah penarik masa depan. Imaginasi lebih penting daripada pengetahuan."

Ungkapan Einstein ini sangat terkenal. Apakah Anda berimajinasi setiap hari? Imaginasi lebih penting dari pengetahuan!

Imaginasi memainkan satu babak awal dalam pentas hidup masa depan Anda. Lagi, kata Einstein, "Tanda kejeneniusan sesungguhnya bukanlah pengetahuan melainkan imaginasi."

Sekali lagi, apakah Anda sudah melatih otot-otot imaginasi Anda setiap hari? Jangan biarkan otot-otot itu menjadi kurus dan sakit-sakitan.

Hidup tanpa imajinasi seperti mengikuti aliran sungai, pasrah mengikuti apapun kemauan dan ke mana arahnya. Tak memiliki kuasa atas apapun terhadap pilihan ataupun keinginan. Menyedihkan.


5. Buat Kesalahan

    "Seseorang yang tidak pernah membuat kesalahan sebenarnya tak pernah mencoba sesuatu yang baru."

Einstein tak pernah takut dengan kesalahan. Tak perlu alergi dengan kesalahan. Catat baik-baik, KESALAHAN bukan KEGAGALAN.

Dua hal tadi berbeda. Kesalahan-kesalahan dapat membantu Anda menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih cerdas, jika Anda menggunakannya dengan tepat tentunya.

Carilah sesuatu berbau baru (something new) dari kesalahan Anda. Seperti sudah dibilang sebelumnya, jika ingin sukses, belajar lebih banyak dari kesalahan Anda.


6. Hidup pada saat ini

    "Saya tak pernah memikirkan masa depan–itu akan datang sesaat lagi."

Satu-satunya jalan agar hidup Anda baik dimasa depan adalah hidup dengan baik pada saat sekarang. Ah, lagi-lagi nasehat bijak untuk menyikapi waktu dengan tepat oleh pakar fisika quantum Einstein.

Sangat tak mungkin mengubah kemarin karena sudah terjadi. Yang bisa Anda lakukan sekarang adalah mengubah cara pandang Anda saat ini tentang kemarin agar menjadi lebih baik.

Anda juga tidak bisa mengubah besok menjadi lebih baik, kecuali jika Anda melakukan yang terbaik pada saat ini. Masalahnya hanya tentang waktu, dan waktu tidak pernah ke mana-mana kok.


7. Hargai diri Anda

    "Berusahalah dengan keras bukan untuk menjadi sukses, tapi untuk menjadi lebih berharga."

Tak perlu lah banting tulang untuk menjadi lebih sukes. Luangkan waktu Anda untuk menaikkan nilai diri Anda.

Jika Anda memang bernilai, sukses akan datang menghampiri Anda. Apakah Einstein bekerja lebih keras untuk sukses? Mungkin dia hanya terus menerus berinvestasi untuk meningkatkan nilai dirinya. Sukses datang sendiri kepadanya.

Kenali bakat dan berkah karunia-Nya kepada Anda. Belajarlah mengasah mereka menjadi lebih tajam, gunakan untuk memberi manfaat sebanyak-banyaknyak kepada orang lain.

Bekerjalah untuk menjadi bernilai, sukses akan mengejar Anda. Apakah berlian harganya sama dengan kerikil? Anda punya jawabannya. Keduanya mengalami tekanan berbeda sehingga membedakan nilainya.


8. Jangan mengharapkan Hasil Berbeda

    "Kegilaan: adalah melakukan sesuatu dengan cara sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil berbeda."

Nasehat bijak Enstein di atas adalah favorit saya. Anda jangan mengharapkan hasil menjadi lebih baik jika Anda masih bertahan dengan cara yang Anda pakai sekarang.

Dengan ungkapan lain, Anda mimpi mengharapkan otot bisep Anda menjadi lebih 'seksi' jika masih mengangkat barbel ringan terus menerus.

Jika ingin hidup Anda berubah, Anda harus berubah. Mengubah cara pikir, cara pandang dan cara melakukan sesuatu.

Ketika Anda mengubah pikiran Anda, mengubah sudut pandang Anda, mengubah tindakan Anda, hidup Anda akan berubah dengan sendirinya.

Bayangkan hal berikut: Ada seorang gadis manis tepat di depanmu. Bandingkan kedua aksi berikut. Pertama, kamu senyum tulus, reaksi si gadis adalah membalas senyummu. Kedua, kamu melotot padanya, bisa ditebak apa reaksi si gadis?


9. Pengetahuan terasah melalui Pengalaman

    "Informasi bukanlah pengetahuan. Satu-satunya sumber pengetahuan adalah pengalaman."

Pengetahuan itu berasal dari pengalaman. Anda bisa mendiskusikan sebuah proyek, tapi diskusi itu hanya akan memberi Anda informasi.

Anda harus melakukan proyek tersebut untuk 'tahu' apakah proyek tersebut berjalan dengan benar atau tidak.

Anda harus melakukannya untuk mengatasi munculnya masalah-masalah ditengah proyek berjalan. Itu membuat Anda memiliki pengalaman baru dan bermanfaat.

Apa pesan Einstein? Carilah pengalaman! Jangan habiskan waktumu nonton sinetron cinta sementara dirimu setengah mati menginginkan pacar, misalnya. Keluar dari duniamu sekarang dan pengalaman tak ternilai menunggumu di luar sana.


10. Pahami Aturan Main, Lalu Bermainlah Lebih Baik

    "Anda harus memahami aturan permainan. Kemudian Anda harus bermain lebih baik daripada pemain lain."

Bagi Einstein, dia cukup memahami aturan-aturan dasar Fisika lalu berpikir dan bekerja lebih baik dibanding fisikawan lainnya. Sederhananya, Anda cukup melakukan dua hal saja.

Pertama, yang harus Anda lakukan adalah memahami 'peraturan' bagaimana cara Anda melakukannya.

Kedua, lakukan pekerjaan tersebut lebih baik dibanding orang lain. Jika Anda mampu melakukan dua hal ini dengan baik, sukses pasti masuk ke kantong Anda

sumber

Keberatan Nama...

...keberatan nama .. ?

ya ada lahh;..dulu nabi saw pernah menyuruh seorang bapak mengganti nama anaknya yg bermakna sulit; diganti nama lain yg bermakna mudah/ sahl.
nama itu nabi saw sendiri yg memberi nama pengganti.

nama bagi anak berujud ungkapan doa; harapan; amanat dari org tua yg ingin disematkan dan berharap terwujud pada pribadi anak2 nya;
sehgg tdk boleh asal dan sembarangan.


beri nama pada anak sesuai fitrahnya sebagai manusia; mahluk hidup; bukan benda mati/ tak bernyawa; bukan benda2 an; gender pria/ wanita; mahluk Tuhan; dan sifat2 baik dan luhur yang ingin diteladani or untuk panutan bagi sang anak.

fitrah manusia sendiri adalah mahluk hidup; bernyawa; punya energi/ bergerak; punya kekuatan/ ruh;  punya sifat2 mulia; dan punya arah dan tujuan yg pasti dan jelas dalam hidupnya.

nama hakikatnya adalah jiwa; cahaya; tuntunan; alur hidup; harapan; doa; yg disematkan pada si pribadi anak agar kelak mampu menjalani hidupnya dengan baik ;lapang; dan sempurna....dan selamat...

sehingga diharapkan anak diberi nama yg sejalan dgn fitrahnya sebagai manusia; yaitu  memiliki energi untuk bergerak dan berusaha; bukan benda mati; sesuaikan gender nya/ pria- wanita; sifat2 baik dan mulia; punya arah dan tujuan yg jelas dalam menjalani hidupnya;..dan bukan sekedar permainan  rangkaian huruf berirama tanpa makna... 

sering kali dalam hidupnya orang tua begitu terpedaya dan terpesona dengan gemerlap keduniaan yg berujud kebendaan dan materi;
sementara fitrah manusia/ esensi nya semata hanyalah ruh nya yg kekal ; yang  akan berlanjut selamanya;
sementara jasadnya akan fana dan lenyap..

kecenderungan ortu/ manusia pada kebendaan dan keduniaan itu lalu dimanifestasikan / dicitrakan / diabadikan pd nama anak2 nya yang lalu menamai nya dengan sifat2 benda mati tak berjiwa yang semata fana tak abadi;

sementara benda mati mempunyai sifat keras/ keras kepala; tak berakal; tak berjiwa; dan sulit menerima perubahan/ perbaikan/ kebaikan.....

misal ada nama anak2 berujud benda2 mulia/ mahal seperti batu2 an permata; intan; pirus  dll; semata karena kekaguman ortu nya akan keindahan benda2 gemerlap yang memiliki sifat keras dan tahan banting itu dan biasa dipergunakan dalam proses penambangan sebagai mata bor karena sifatnya yang amat keras dan tajam dan berguna untuk membelah bumi...


ada juga yg menamai anaknya dengan bentuk2 keindahan fisik dan semata kulit luar  karena semata berharap keindahan fisik pada anaknya bila kelak dewasa; mungkin didorong kondisi saat lahir si bayi tak cukup memberi kepuasan pada sang ortu akan bentuk fisiknya;
yg mana acuannya lalu semata saat itu saja dan semata dangkal;
akhirnya kejiwaan dan sisi dalam/ spiritual si anak lalu terabaikan dan semata hidupnya mengacu pada kulit luar yg dangkal dan bukan yg lain...


fitrah manusia yg bernyawa; berenergi; punya sifat2 mulia dan luhur;  dan bukan benda mati lalu dieliminir menjadi benda mati batu2 an karena kekaguman/ kecenderungan  manusia/ ortu akan gemerlap benda2 mahal yg gemerlapan dan menarik pandangan mata itu...


nama pada anak juga sedikit banyak bisa jadi gambaran/ acuan sifat2 / karakter anak dan menjadi tuntunan alur jalan hidup seperti apa yg akan dilaluinya kelak;
semacam tuntunan hidup;
anak2 dgn nama2 bermakna sifat2 baik/ hidup juga akan teridentifikasi memiliki sifat2 baik dan luhur yg termakna dalam nama itu;
sementara yg bernama benda2 mati / kulit/ fisikal ; sifatnya juga cenderung keras/ kepala batu mengikuti alur sifat nama itu.


nama ibaratnya tuntunan hati dan cahaya/ penerang bagi si pemilik nama.
dan bisa ditelusuri jalan hidup macam apa yg akan dilaluinya.


nama anaknya Fikri Saktiaji Danuwijaya;
humm;...
nama nya kok terkesan keras ya;
aji kan semacam benda mati macam jimat;..; batu2 an; setara benda intan/ permata/ batu2 an...
hakikat nya benda mati tak bernyawa dan keras...

saran saya ganti nama yg bernuansa lembut/ bersifat lembut; bermakna sifat2 baik mahluk hidup/ yg mulia...

bisa pertimbangkan nama2 abdul hakim; arif; abdul latif; nama2 yg bermakna sifat2 baik; teladan; mulia; luhur; lembut; agung....

demikian;
semoga bisa jadi pertimbangan..

btw;
selain nama; hal2 lain yang berpengaruh al; pola didik; pendidikan; pola asuh; suri teladan; lingkungan; gaya hidup; pergaulan; dlsb..

ok....

Mengganti sebuah nama bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Islam, kecuali, mengganti nama yang baik dengan nama yang buruk. Bahkan sebaliknya, diperintahkan atau anjuran agar nama-nama yang tidak atau kurang sesuai dengan ajaran Islam diganti dengan nama yang baik.

Adapun contoh nama yang tidak Islami bisa dicontohkan dengan nama 'Abdul Hajar' (hamba batu), 'Abdul 'Uzza' (hamba berhala 'Uzza'), dan lain sebagainya. Nama-nama yang tidak Islami seperti ini harus diganti dengan nama-nama yang baik.

Diriwayatkan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW, Hani. Datang satu delegasi kepada Nabi Muhammad SAW, lalu Nabi Muhammad mendengarkan mereka menyebut sebuah nama: Abdul Hajar. Maka berkata kepadanya: "Siapa namu kamu?", lalu ia menjawab: "Abdul Hajar". Lalu RasululLah saw berkata: "Sesungguhnya kamu adalah Abdullah," kata Rosulullah.

Adapun nama-nama yang kurang sesuai dengan ajaran Islam bisa dicontohkan dengan nama 'Harb' (perang), atau 'Hazin' (yang susah). Nama-nama seperti ini sebaiknya diganti dengan nama yang labih baik, seperti pernah diajarkan Rasulullah SAW.

Diriwayatkan oleh Said bin al-Musayyab, dari ayahnya, dari kekeknya, ia mengatakan: "Saya datang kepada Nabi Muhammad SAW., lalu beliau berkata: "Siapa Namamu?" Saya menjawab: 'Hazin."



Lalu RasululLah berkata: "Kamu Sahl (mudah).". Ia berkata: "Saya tidak akan mengganti nama yang diberikan oleh Bapakku.". Berkata Sa' id bin Musayyab: "Maka kesusahan itu selalu (menyertai) kita setelah itu."



Dengan demikian, mengganti nama yang bukanlah sesuatu yang dilarang dan dianjurkan mengganti nama sesuai dengan

ajaran Islam.
(krt/krt)

MENDERITA KARENA KEBERATAN NAMA


Ada anggapan, nama yang "berat" bisa mendatangkan sial. Penyandangnya sakit-sakitan atau hidupnya sering dilanda derita. Pendapat lain mengatakan, "nama yang buruk" akan mempengaruhi aktivitas pribadi dan sosial pemilik nama itu.
Bagaimana duduk perkara yang sebenarnya?

Tak jauh berbeda dengan apa yang diungkapkan pujangga Inggris terkenal William Shakespeare, what is a name, Kamus Besar Bahasa Indonesia hanya menjelaskan bahwa nama adalah kata untuk membedakan atau menyebut sesuatu atau memanggil seseorang.

Tapi, ada yang berpendapat bahwa sebuah nama, terutama nama seseorang, memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar sebutan. Ada pula yang menyebutkan, nama adalah kekuatan "jiwa" dari benda itu sendiri.
Selain menjadi identitas sepanjang hidup, nama konon menyimpan kekuatan misterius.


Sebutlah misalnya, Indah Suprapti Basuki. Sebuah nama yang bagus dan mengandung makna yang baik. Indah (cantik, elok), Prapti (datang),dan Basuki (sehat). Selalu cantik dan sehat, itulah harapannya.
Namun apa yang terjadi? Hingga usia 17 tahun si pemilik nama justru sering sakit-sakitan, keluar masuk rumah sakit, bahkan sempat nyaris meninggal. Berbagai upaya pengobatan seolah-olah sia-sia.

Akhirnya, meski terkesan mengada-ada, orang tua Indah lalu menempuh cara lain. Yakni mengganti nama sesuai tradisi Jawa dengan ditandai selamatan bubur merah-putih. Lantas, Indah Suprapti Basuki berganti nama menjadi Iin Suprapti. "Syukurlah, dengan nama baru Iin Suprapti, saya sekarang tidak lagi sakit-sakitan," tuturnya.

Penyanyi senior Titiek Puspa kepada Intisari pernah mengaku mengalami nasib serupa. Semasa kecilnya ia sempat sakit-sakitan, sehingga orang tuanya merasa perlu mengganti namanya. Tiga kali malah. Dari Sudarwati diganti Kadarwati, sampai kemudian diubah menjadi Sumarti.

Tidak cocok dan berat nama

Menurut Iin SP, supranaturalis yang tinggal di Bekasi, tradisi Jawa mengenal dua istilah yang disebut kabotan jeneng ("keberatan nama") dan "tidak cocok nama".

"Keberatan nama", di sini bukan dalam arti karena deretan nama yang panjang, tapi lebih pada makna yang dianggap terlalu tinggi atau muluk. Misal, Bagus Sarwa Prakosa merupakan nama bermakna tinggi, artinya "tampan dan selalu kuat". Demikian pula nama-nama Indah Cahyaning Wulan (sinar bulan yang elok), Sekar Langit Cahyaning Wulan (sinar bulan bunganya langit) memiliki makna yang baik dan mendalam.

Nama-nama seperti itu bisa dianggap "berat" bagi seseorang sehingga yang bersangkutan tidak kuat menyandangnya.
Tapi, bisa jadi nama-nama serupa akan terasa biasa-biasa saja ketika disandang orang lain.
"Keberatan nama" tidak secara otomatis berlaku bagi orang lain. "Kasus kabotan jeneng lebih dikarenakan tidak sinkronnya makna nama tersebut dengan aura pemiliknya," kata Iin SP.

Sedangkan untuk istilah "tidak cocok nama", jelas Iin SP, lebih berdasar pada hasil perhitungan unsur mistis kultur Jawa.
Dikatakan cocok kalau dalam perhitungannya jatuh pada unsur "Sri", "Lungguh", atau "Gedhong".
Sebaliknya, dianggap "tidak cocok nama" bila hasil perhitungan Jawa jatuh pada unsur "Lara" atau "Pati". (Baca boks: Perhitungan Nama Ala Jawa).

Dalam kasus nama Bagus Sarwa Prakosa misalnya, yang mengandung arti baik, yakni "tampan dan selalu kuat", berdasarkan perhitungan neptu Jawa kebetulan juga masuk kategori baik karena jatuh pada unsur "Sri" yang berarti kemakmuran.

Namun bukan berarti nama yang dianggap baik (cocok) menurut perhitungan Jawa akan selalu baik (kuat) disandang oleh seseorang.

"Kalau seseorang kuat menyandang nama itu diyakini hidupnya akan serba makmur. Sebaliknya, kalau si empunya nama ternyata malahan sakit-sakitan, berarti ia tak kuat atau keberatan menyandang nama tersebut," tutur Iin SP.

"Keberatan nama" dan "tidak cocok nama", katanya, sama-sama memberikan dampak yang kurang baik terhadap diri pemiliknya. Biasanya disertai dengan beberapa kondisi yang tidak menyenangkan, seperti sering sakit-sakitan, sakit tak sembuh-sembuh, atau kerap tertimpa sial dalam hidupnya, dsb.

Kalau seseorang mengalami hal-hal demikian, artinya orang tersebut tidak cocok atau keberatan (tidak kuat) menyandang nama itu. Kalau sudah demikian, tradisi berganti nama perlu dilaksanakan.

Konotasi negatif dan umur pendek

Yang unik, urusan makna sebuah nama ini bukan monopoli budaya Timur saja. Dalam tradisi Barat yang dikenal rasional pun juga ada keyakinan bahwa sebuah nama memiliki konotasi positif atau negatif.
Berdasarkan penelitian di California, seperti ditulis The Sunday Times, 29 Maret 1998, disebutkan bahwa pria dengan inisial nama yang berkonotasi negatif tidak berumur lebih panjang dibandingkan dengan pria yang memiliki inisial nama berkonotasi positif.


Penelitian terhadap sertifikat kematian orang di California antara tahun 1969 dan 1995 menunjukkan, pria yang inisial namanya memiliki konotasi negatif, seperti DIE, RAT, BUM, dan ASS, rata-rata meninggal pada usia 2,8 tahun lebih muda daripada kelompok kontrol (nama-nama dengan inisial tanpa arti).

Sebaliknya, pria berinisial nama positif, seperti ACE, WOW, JOY, usia harapan hidupnya rata-rata 4,48 tahun lebih panjang.


Berdasarkan pengamatan di Amerika, dalam Gunnar Pettersson: Names Never Hurt You, menunjukkan bahwa orang yang memiliki nama keluarga, seperti Small, Short, atau Little, kemungkinan lebih menderita perasaan rendah diri ketimbang nama-nama lain.

Hal senada dikatakan Alison B. Martin dalam Emerging Names in Bay County, FL, di Internet. "A bad name", tulis dia, akan memberikan suatu perasaan rendah diri sepanjang hidup bagi pemilik nama itu.

Hasil penelitian psikolog Albert Mehrabian, Ph.D., seperti tertuang dalam tulisan Selecting Attractive and Beneficial Baby and Adult Names, menunjukkan bahwa makna nama yang tidak menyenangkan atau kurang menarik cenderung merugikan atau mengalangi aktivitas pribadi, sosial, dan aktivitas kerja mereka.


Memilih nama untuk anak
Tak jarang, nama menjadi cerminan dari harapan orang tua terhadap anak.

Makanya, dalam memilihkan nama untuk anak, orang tua biasanya akan mempertimbangkan beberapa faktor.


Di masyarakat Barat banyak orang tua memilih nama anaknya dari nama tokoh yang disukai atau dikagumi. Misal, nama bintang film, politisi, teman semasa kecil, dsb. Dengan harapan si anak akan "mewarisi" kualitas yang dimiliki tokoh yang dikagumi itu. Sedangkan pasangan Jody Wobser dan Jim, seperti ditulis Alison, memberikan nama bagi enam anak mereka dengan inisial "J" (Jake, Jaclin, John, Joe, Jayme, dan Jared). Masing-masing diambil dari nama bintang film yang digabung dengan nama sahabat dekat pasangan itu.

Selain memberikan nama yang individualistis, mereka juga mempertimbangkan definisi, makna, dan konotasi nama itu. Keluarga ini merasa, definisi dan makna nama memberikan kepribadian dan karakter kepada yang bersangkutan.

Perihal memilih sebuah nama, Iin SP menyarankan, sebaiknya dihitung dulu berdasarkan perhitungan neptu Jawa. Calon-calon nama yang akan dipakai dihitung berdasarkan perhitungan neptuJawa.

Selain harus memenuhi kategori cocok (unsur "Sri", "Lungguh", "Gedhong"), sekiranya perlu memilih nama yang akan kuat disandang oleh anak itu. "Pilihlah nama yang tidak terlalu muluk-muluk, sak madya (yang biasa) saja. Nama yang 'berat' atau muluk, bisa jadi anak tidak kuat menyandangnya, akibatnya malahan sakit-sakitan," tuturnya.

Misal, calon nama yang ingin diberikan adalah Hendi Susanto. Menurut perhitungan Jawa, nilai nama itu adalah 10 {Hen(ha = 1) + di (da = 1) + Su (sa = 3) + san (sa = 3) + to (ta = 2) = 10}, berarti jatuh pada unsur "Pati". Unsur ini, dalam perhitungan Jawa, menunjukkan konotasi arti yang negatif, yakni berumur pendek. Maka dari itu perlu diupayakan agar jatuh pada unsur yang mempunyai arti positif ("Sri", "Lungguh", atau "Gedhong"). Misal, namanya diubah sedikit menjadi Hendi Susantho, sehingga nilainya menjadi 12 {Hen (ha = 1) + di(da = 1) + Su (sa = 3) + san (sa = 3) + tho (tha = 4) = 12}, dan jatuh pada unsur "Lungguh". "Mudah-mudahan kelak anak itu akan punya kedudukan yang baik," kata Iin SP.

Contoh lain, Nindita. Nama ini kelihatan keren, tapi memiliki makna yang tidak bagus, yakni tercela. Berdasarkan perhitungan neptu Jawa, Nindita memiliki angka 5 {Nin (na = 2) + di (da = 1) + ta (ta = 2) = 5}, dan jatuh pada unsur "Pati". Jadi, selain punya makna kurang baik, nama itu pun tidak cocok. Si pemilik nama itu diyakini akan berumur pendek. Tapi akan lain kalau pada nama itu disisipi huruf "h", sehingga menjadi Ninditha. Nilai nama itu pun menjadi 7 {Nin (na = 2) + di (da = 1) + tha (tha = 4) = 7}, dan jatuh pada unsur "Lungguh".

"Dengan sedikit mengubah nama itu, mudah-mudahan bisa mengubah nasib pemilik nama yang bersangkutan," ujar Iin SP.

Penggantian atau pengubahan nama, tutur Iin SP, tidak harus secara total.
Artinya, bisa hanya dengan menyisipkan, menambahkan, atau mengurangi satu huruf, boleh di depan maupun belakang nama itu.

Pergantian nama itu pun tidak harus sekaligus mengubah Akte lahir. "Yang penting niat batinnya ingin berganti nama. Kemudian dalam pergaulan keseharian menggunakan nama baru itu. Sementara untuk urusan resmi tetap bisa menggunakan nama sesuai akte lahir," ujarnya.

Perihal perhitungan nama, kata Iin, tidak hanya berlaku untuk pemberian nama diri seseorang, tetapi juga bisa untuk nama toko, perusahaan, atau yang lainnya. "Kalau sebuah nama jatuh pada unsur 'Sri', toko atau Perusahaan itu bisa laris dan maju," katanya.

Sabtu, 12 November 2011

curhat?....

makasih ya..

yg cerita2 ttg kakak2 ku ya...; juga iparku...

rada dilemma juga si;..gimana2 mereka juga bagian dlm keluargaku; dan mereka semestinya bisa berbuat lebih baik pada yg lain dan bukan ninggiin ego dan keakuan kyk gtu;

apalagi sebagai keluarga mereka sudahlah lengkap; harta; pangkat; tahta; keturunan; kekayaan....

dan ada peran besar ibuku hingga mereka memperoleh itu semua.....


terlahir secara sempurna;..dibesarkan/ raised secara sempurna; ....dan hidup tak kalah sempurna...
harusnya mereka jauh lebih mampu berbagi dgn yg lain;...menyebarkan kebaikan dan kemudahan...

tapi begitulah manusia;...tak pernah ada kata cukup;
dan bagi mereka ibu mungkin sebagai beban....

thats life;...apalagi ttg ibu mengurusnya bagiku luarbiasa ;...bila ada kesalahan/ atau dianggap salah; tumpuannya lalu semata ke aku...

dan itu sungguh berat....

ibu is not just another ordinary thing;...like they always think....


dan aku nggak bisa nggak berbagi cerita ke org lain;
bagiku ini sungguh berat....



gw ngalaminnya luarbiasa berat;..brasa bullying bgt dari mereka...
perempuan2 tp kasar2.....; dan mereka selalu sehati dan sekata dalam setiap ucapannya; kalo perlu bikin pakta bersama dulu...


mungkin mereka tak lagi punya pilihan lain; atau terlalu bodoh untuk berfikir benar demi kebaikan yang lain....
atau karena berfikir itu sesuatu yg berat dan membutuhkan energi lebih....


kalo keadaan tak lagi sanggup aku menahannya;
aku cuma bisa berucap dalam hati"...' jangan sakiti hamba ya Alloh;
begitu ber ulang2 kutanamkan dalam hati.....
karena aku juga harus menjaga hatiku...; dan aku semata mahluk lemah dan bukan batu tak bernyawa...


karena mereka2 hanya mampu menurutkan hawa nafsu nya;
dan tak sadar ada mahluk lain yang tak sempurna dan mencoba bisa berdiri tegak...

aku tau doaku didengarkan Tuhan;
dan hanya kepada Nya aku kembali.....


kalopun aku diberi takdir yg tak sempurna;
dan mereka mungkin selalu memandangku penuh cela
aku juga tak berharap terlalu banyak atau terlalu memaksakan diri....
biarlah waktu memberiku kesempatan dan jalan lapang....


terakhir ada yg memaksakan kebohongan2 dan fitnah2 di depan ibu ku;..satu dari mereka...
perulangan dari yg sebelum2 nya....
sampai sakit banget aku ngalaminnya;...sungguh luar biasa...

aku cuma mikir;...kamu boleh nyakitin aku;...toh itu juga udh biasa kamu lakukan..; ber kali2 sebelum2 nya;
tapi jangan kamu sakiti ibu juga....; subhanalloh......

kalo cuma sekali dua aku gk pikirin;
tapi itu yg ke sekian kali....; di depan ibu me maki2 aku...; seperti sebelum2 nya.....;aku luar biasa sakit ati bgt...

subhanalloh....

ya gimana lagi;
mereka/ suami istri;...biasa berbuat itu...
yg di tulisan lama aku udh pernah jelasin....
yg mana terakhir si monster bilang ibuku nggak bisa didik anaknya; yi istri nya;.....dan kt nya nggak pantes perempuan udah tua kerja nyari uang kyk gtu...

humm;

hidup cuma sekali...
dan aku nggak mau nyakitin ibuku karena kebohongan2 dan tuduhan2  yg ditanamkan oleh si itu.......
aku nggak melakukan itu; dan kenyataannya memnag begitu....

ok;

makasih ya udah baca...

subhanalloh.....

Minggu, 06 November 2011

Catatan untuk Mereka...

aku punya bbrp saudara sekandung; dan semuanya telah mapan dan menikah....

posisiku lumayan lemah;
sebagai anak termuda ; dengan riwayat masa kecil yang lumayan sulit;...katakanlah pincang; atau ketidaksempurnaan..; ... yang bapakku sendiri tak mau menolongku keluar dari itu; membuat catatan perjalananku lumayan sulit dan terjal;.....

aku mengalami bullying sepanjang hidup karena dominasi mereka sebagai kakak yg lebih tua terhadap aku  anak terkecil;

dan mereka ; sebagai wanita; juga amat terlatih secara lisan dan wacana untuk menghancurkan dan mengerdilkan keberadaan orang lain yang mereka benci; meng agung2kan umur/ senioritas ; kedudukan '; kekayaan; dan derajat/ feodal dan picik...;
dalam hal ini aku sebagai obyek korban nya;
mengalaminya sangat menyakitkan dan melelahkan;

artinya; seorang yg lebih tua pasti benar;
dan yang muda harus mengikuti; karena dianggap lebih bodoh;
kyk nya dari sinilah terbentuknya sikap2 durhaka; egosentris;  dan mengabaikan kebaikan dan kebenaran; mengagungkan senioritas dan posisi...


bila saja dalam hidup kita boleh memilih;
mungkin aku amat menyesal punya kakak2 seperti mereka ;..subhanalloh....
dalam hidup lalu aku harus selalu berjuang mempertahankan diri agar selamat dari kejahatan mulut mereka....



saat ibu ditinggal wafat oleh bapak; mereka tak ada satupun yg mau menyempatkan waktunya merawat dan menjaga hati ibu memulihkan dari luka hati nya....;
sementara ibu seorang perempuan;
hanya perempuanlah yg bisa memahami hati perempuan lain; dan diharapkan bisa memulihkannya;.....
dan ibu sepenuhnya ditinggalkan oleh 3 perempuan kakakku;....subhanalloh;
kt nya; ngurus suami jauh lebih penting;...kalo pada selingkuh mau ke mana lagi nggantungin hidup ya kan....



alhasil hanya aku yg menemani ibu agar pulih dari luka hati nya;
hancurnya ibu cuma aku saja yg tau;...di mataku ibu lalu berubah sebegitu kufurnya karena ditinggal bapak...
ibu berubah sebegitu kufurnya dan lalai pada nikmat2 Nya yg lain...


bila nyawa bapak bisa dibeli;..maka ibu akan melakukannnya agar bapak bisa hidup lagi...
thats the only thing I can see about her back then....;very bad.....
dan aku menyaksikannya hari demi hari; dan menemaninya melalui masa2 sulit itu...; dan bila mampu mencoba menyadarkannya....


dan hanya ada aku yg menemani ibu dan menyaksikan kehancuran hati ibu dan berubah sebegitu kufurnya beliau....
setiap hari setiap saat menangisi kepergian bapak dan amat tidak rela...


sesekali org2 itu menilpon;
aku nggak mau ngangkat;..untuk apa?
kalau mereka peduli;..datang dan rawatlah;..jangan cuma pemanis sekedar menunjukkan ketidakpeduliannya seperti itu....norak amat....

yh;
dan mereka mmg biasa berbicara keras penuh ego;...ya selama itu bisa bikin mereka survive ; senang dan bahagia kenapa tidak...
nggak perlulah peduli dgn org lain;...hidup itu harus dikejar dan direbut...
hidup itu semata untuk kenikmatan dan kemenangan dan tentang diri sendiri;...



mereka bilang; yg ngasuh ibu itu anak lelaki;
terus kalo anak ibu perempuan semua kyk tetangga sebelah;. ..yg ngasuh lalu siapa?
kyk nya bakal dibuang ke tempat sampah atau dititip kemana gitu karena mengganggu rumah tangga anak2 perempuannya....

mereka lupa tak semua fiqih dalam Quran dijelaskan segitu detilnya;
sementara ada format musyawarah dan diskusi utnuk berbagi; kebaikan dan kebersamaan...
dan anak mantu laki2 otomatis juga menjadi anak laki2 dalam keluarga itu; dan anak mantu perempuan juga otomatis sama;..punya tgg jawab utk berbagi juga...


itu juga cukup menggambarkan pandangan mereka tentang poligami dalam Islam;
mungkin mereka akan bunuh diri pertama kali bila suaminya mencoba itu....
sementara dalam Islam tak ada yang salah dgn poligami...; dan ada aturannya dalam fiqih.....

hakikat laki2 utk mampu memimpin yg lain karena kelebihannya di bndg perempuan juga memberinya ruang lebih utk kemungkinan itu;
dan ini ttg berbagi kebaikan; ttg masa depan bersama; bukan semata ttg keduniaan...

bahwa mungkin lalu ada yg merasa disakiti atau dikhianati;
ini semata ttg kedewasaan ; perubahan pola pikir; dan berbagi dlam kebaikan.....

dan nabi SAW contoh yg baik bagi teladan itu....

kalo mereka lebih mau memahami agama; dan tidak semata memilih-milih  fiqih2 yg semata menguntungkan mereka saja; dan membuang yg lainnya di kolong meja; mungkin mereka bisa jadi pribadi yg lebih baik; yg tidak egosentris; dan bisa membuat hidup org2 lain juga bisa lebih baik...
tapi mereka org2 pengangguran; tidak bekerja; tak pernah berinteraksi dgn dunia luar yg penuh survival;....; tak faham sulitnya hidup dan berjuang; ...jadi punya banyak waktu luang untuk ber angan2 kosong  ttg kemungkinan2 perselingkuhan suami nya;..dan energi nya semata lalu fokus pada itu...
aku kasihan pada ibu......

bacaan ini bisa sedikit menggambarkan perilaku mereka yg ;..ya begitulah;...menyakitkan....
dan senang membuat orang lain sakit dan menderita...
“Muslim sejati adalah yang tidak pernah menggunakan lisan dan tangannya untuk menyakiti sesama muslim.
HR. Bukhori dan Muslim dari Abdullah bin Amr bin Ash, Riyadhus Sholihin No. 222)”

Seorang muslim ialah yang menyelamatkan kaum muslimin (lainnya) dari (kejahatan) lidah dan tangannya.
Seorang mukmin ialah yang dipercaya oleh kaum beriman terhadap jiwa dan harta mereka,
dan seorang muhajir ialah yang berhijrah meninggalkan dan menjauhi keburukan (kejahatan)

 dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Permudahlah dan jangan mempersulit,
Berilah kabar gembira dan jangan membuat orang lari."HR Bukhori No 67

 Sesungguhnya siddiq itu membawa pada kebaikan, dan kebaikan akan menunjukkan pada syurga. Seseorang berperi laku siddiq, hingga ia dikatakan sebagai seorang yang siddiq.
Pendustaan pula akan membawa kepada keburukan, dan keburukan akan menghantarkan pada neraka. Seseorang berperi laku dusta, hingga ia dikatakan sebagai pendusta.”
(Hadis Bukhari).

 Dari Sauban ra,Nabi saw bersabda:
"Janganlah kamu menyakiti hamba-hamba Allah,janganlah kalian mencemarkan nama
baik mereka,dan janganlah kalian berusaha mencari cacat (aib) dalam kehormatan mereka, karena sesungguhnya orang yang mencari cacat (aib) dalam kehormatan saudaranya semuslim, maka Allah swt akan membuka cacat (aib) dalam kehormatannya sehingga Allah mempermalukannya."(HR Ahmad)
 Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu meiwayatkan, sesungguhnya Nabi Shallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
"Cukuplah seorang dianggap sebagai pembohong, jika dia membicarakan semua apa yang telah didengarnya." (Muslim dalam Mukaddimahnya, hadits No:5)

"Sesungguhnya orang yang paling saya benci dan paling jauh tempat duduknya kelak di hari kiamat ialah mereka yang suka bicara (yang tidak berfaedah), dan yang suka mengada-ada pembicaraannya, dan para Mutafaihiqun (orang yang mengagung-agungkan pembicaraan bohong)"
(Hadits Shahih diriwayatkan oleh Tirmidzi, 1642)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” (Qs Al Baqarah: 264)

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : “Orang yang suka melaknat itu bukanlah orang yang dapat memberi syafaat dan tidak pula menjadi saksi pada hari kiamat.”
(HR. Muslim dalam Shahihnya no. 2598 dari Abi Darda radhiallahu ‘anhu)
 Kutipan yg terakhir ini catatan khusus pada kakakku pertama dan suaminya; yg rajin memperhinakan dirinya di hadapan orang lain/ saling menjelekkan;..juga rajin berbohong/ kebohongan yg satu ditutup dgn kebohongan yg lain....;subhanalloh....
Rasullulah SAW bersabda agar suami tidak menyakiti hati keluarganya . "Sebaik baik kalian wahai laki-laki adalah orang yang paling baik kepada keluarganya.
Dan saya adalah orang yang paling baik kepada keluarga saya”
(HR. Turmudzi dan Ibn Hibban).


Subhanalloh;
inna lillahi wa inna ilaihi rojiuun....

semoga hidupku ke depan bisa jauh lebih mudah dan lapang;...amien.....


Sabtu, 29 Oktober 2011

Tampakkanlah Nikmat Allah....

 Tampakkanlah Nikmat Allah....


Jumat, 28 Oktober 2011 09:00  

Muhammad Abduh Tuasikal Belajar Islam 

 
AddThis Social Bookmark Button
Cetak PDF
syukur_nikmatBagian syukur dari nikmat adalah dengan menampakkan nikmat tersebut secara lahiriyah. Bukan malah kita menjadi orang pelit dan pura-pura “kere” (miskin). 
Kalau memang Allah beri kelapangan rizki, nampakkanlah nikmat tersebut pada makanan dan pakaian kita.
Allah Ta’ala berfirman,
وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.” (QS. Adh Dhuha: 11).


Berikut beberapa pendapat ulama mengenai ayat di atas.
Dari Abu Nadhroh, ia berkata,
كان المسلمون يرون أن من شكر النعم أن يحدّث بها.
“Dahulu kaum muslimin menganggap dinamakan mensyukuri nikmat adalah dengan seseorang menyiarkan (menampakkan) nikmat tersebut.” Diriwayatkan oleh Ath Thobari dalam kitab tafsirnya, Jaami’ Al Bayaan ‘an Ta’wili Ayyil Qur’an (24: 491).
Al Hasan bin ‘Ali berkata mengenai ayat di atas,
ما عملت من خير فَحَدث إخوانك
“Kebaikan apa saja yang kalian perbuat, maka siarkanlah pada saudara kalian.” Disebutkan oleh Ibnu Katsir, dari Laits, dari seseorang, dari Al Hasan bin ‘Ali (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14: 387).


Tentu saja nikmat atau kebaikan disampaikan pada orang lain jika mengandung maslahat, bukan dalam rangka menyombongkan diri dan pamer atau ingin cari muka (cari pujian, alias “riya’ “).

Lihat perkataan Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di dalam kitab tafsirnya, “Yang dimaksud dalam ayat tersebut mencakup nikmat din (akhirat) maupun nikmat dunia.
Adapun “fahaddits” bermakna “pujilah Allah atas nikmat tersebut”. Bentuk syukur di sini adalah dengan lisan dan disebut khusus dalam ayat, dibolehkan jika memang mengandung maslahat. Namun boleh juga penampakkan nikmat ini secara umum (tidak hanya dengan lisan). Karena menyebut-nyebut nikmat Allah adalah tanda seseorang bersyukur. Perbuatan semacam ini membuat hati seseorang semakin cinta pada pemberi nikmat (yaitu Allah Ta’ala). Itulah tabiat hati yang selalu mencintai orang yang berbuat baik padanya.” (Taisir Al Karimir Rahman, 928)

Ulama besar dari negeri ‘Unaizah, Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin dalam tafsir Juz ‘Amma menjelaskan, “Tahadduts ni’mah (menyebut-nyebut nikmat Allah) adalah dengan ditampakkan yaitu dilakukan dalam rangka syukur kepada pemberi nikmat (yaitu Allah Ta’ala), bukan dalam rangka menyombongkan diri pada yang lain. Karena jika hal itu dilakukan karena sombong, maka itu jadi tercela.”

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah memberikan penjelasan menarik tentang ayat di atas.
Beliau rahimahullah berkata, “Allah memerintahkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyebut-nyebut nikmat yang Allah berikan. Nikmat itu disyukuri dengan ucapan dan juga ditampakkan dengan amalan.
Tahadduts ni’mah (menyiarkan nikmat) dalam ayat tersebut berarti seperti seorang muslim mengatakan, “Alhamdulillah, saya dalam keadaan baik. Saya memiliki kebaikan yang banyak. Allah memberi saya nikmat yang banyak. Aku bersyukur pada Allah atas nikmat tersebut.”

Tidak baik seseorang mengatakan dirinya itu miskin (fakir), tidak memiliki apa-apa.
Seharusnya ia bersyukur pada Allah dan tahadduts ni’mah (siarkan nikmat tersebut).
Hendaklah ia yakin bahwa kebaikan tersebut Allah-lah yang memberi. Jangan ia malah menyebut-nyebut dirinya itu tidak memiliki harta dan pakaian. Janganlah mengatakan seperti itu.

Namun hendaklah ia menyiarkan nikmat yang ada, lalu ia bersyukur pada Allah Ta’ala. Jika Allah memberi pada seseorang nikmat, hendaklah ia menampakkan nikmat tersebut dalam pakaian, makanan dan minumnya. Itulah yang Allah suka. Jangan menampakkan diri seperti orang miskin (kere). Padahal Allah telah memberi dan melapangkan harta.
Jangan pula ia berpakaian atau mengonsumsi makanan seperti orang kere (padahal keadaan  dirinya mampu, pen).
Yang seharusnya dilakukan adalah menampakkan nikmat Allah dalam makanan, minuman dan pakaiannya. Namun hal ini jangan dipahami bahwa kita diperintahkan untuk berlebih-lebihan, melampaui batas dan boros.” [Majmu’ Fatawa wa Maqolaat Mutanawwi’ah, juz ke-4, http://www.ibnbaz.org.sa/mat/32]

Semoga kita diberi taufik untuk merealisasikan syukur kepada Allah.

Wallahu waliyyut taufiq.


@ Ummul Hamam, Riyadh KSA

Kebaikan....

http://www.facebook.com/topic.php?uid=121530834537281&topic=428


http://remajaislam.com/islam-dasar/kisah-teladan/


“Jika ada dua orang yang saling mencaci maka dosa perbuatan itu akan ditanggung orang yang memulainya selama orang yang dicaci tidak melampaui batas dalam membalas.” (HR. Abu Dawud) *


Rasulullah SAW bersabda : "Janganlah engkau memandang rendah bentuk apapun dari kebaikan, walaupun engkau hanya bertemu dengan saudaramu dengan muka manis."

(HR. Muslim)



Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa yang bersuci dari rumahnya kemudian berjalan ke salah satu rumah dari rumah-rumah Allah SWT (masjid) untuk menunaikan salah satu dari kewajiban-kewajiban yang Allah SWT wajibkan, maka kedua langkahnya salah satunya akan menghapus dosa dan langkah yang lainnya akan mengangkat derajatnya."

(HR. Muslim)


Rasulullah SAW bersabda : "Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak mengasihani orang yang lebih muda dan tidak menghargai kehormatan orang yang lebih tua di antara kita."


(HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)


“Sesungguhnya harta itu indah dan manis. Barang siapa mengambilnya dengan berlapang hati, maka akan diberikan berkah padanya. 
Barang siapa mengambilnya dengan kerakusan, maka Allah tidak memberikan berkah kepadanya”

(HR. Bukhari dan Muslim)


“Barang siapa yang menginginkan kekayaan tanpa harta, terselamatkan dari sifat iri dengki dan keselamatan dalam agama, hendaknya ia merendahkan diri di hadapan Allah ketika meminta kepada-Nya (dan mintalah kepada-Nya untuk) menyempurnakan akalnya.
Barang siapa yang akalnya telah sempurna, maka ia akan merasa cukup dengan rezeki yang mencukupi hidupnya. 
Barang siapa yang merasa cukup dengan rezeki yang mencukupi hidupnya, maka ia akan merasa kaya.

Dan barang siapa yang tidak merasa cukup dengan rezeki yang mencukupi hidupnya, maka ia tidak pernah merasakan kekayaan sama sekali” (Imam Kazhim).


Hindarilah berburuk sangka karena buruk sangka adalah ucapan yg paling dusta. Janganlah kamu sekalian saling memata2i yg lain, janganlah saling mencari2 aib yg lain, janganlah kamu saling bersaing (kemegahan dunia), janganlah kamu saling mendengki dan janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling bermusuhan tetapi jadilah hamba2 Allah yg bersaudara. (HR.Muslim-4646)



“Jika ada dua orang yang saling mencaci maka dosa perbuatan itu akan ditanggung orang yang memulainya selama orang yang dicaci tidak melampaui batas dalam membalas.” (HR. Abu Dawud) *